40+ Upacara Adat Jawa Timur Beserta Gambar Dan Keterangan

40+ Upacara Adat Jawa Timur Beserta Gambar Dan Keterangan

Upacara Adat Jawa Timur - adalah salah satu hal yang harus diketahui oleh generasi muda sebagai calon penerus bangsa. Upacara adat adalah salah satu peninggalan dari nenek moyang bangsa Indonesia, munculnya upacara adat bukan karena asal-asalan saja, melainkan ada kejadian asal-usulnya.

Jawa Timur sebagai kawasan yang besar mempunyai banyak upacara adat, sebab Jawa Timur terkenal sebagai daerah yang mempunyai banyak perpaduan akulturasi budaya Hindu-Budha dengan agama Islam. Oleh sebab itu saya akan membagikan informasi tentang apa saja upacara adat yang ada pada daerah Jawa Timur.

Tidak usah menunggu lama, yuk langsung saja kita masuk ke pembahasan utama sob.

Pengertian Upacara Adat Jawa Timur

pengertian upacara adat
kisahasalusul.blogspot.com

Upacara adat sendiri mempunyai arti sebuah upacara atau kebiasaan yang telah diwariskan oleh nenek moyang pada suatu daerah, pada hal ini khusus upacara adat yang ada pada daerah Jawa Timur. Upacara adat biasanya dilakukan oleh suatu suku atau masyarakat daerah tertentu.

Upacara adat pada suatu daerah biasanya tidak lepas dari peristiwa yang terjadi pada zaman dahulu. Oleh karena itu upacara adat suatu daerah umumnya berbeda-beda, disebabkan sejarah pada setiap daerah pasti berbeda. Tata cara dan waktu untuk melaksanakannya juga pasti berbeda-beda pada setiap daerah.

Upacara Adat Jawa Timur Kematian

upacara adat kematian
kiblat.net

Pada daerah Jawa Timur terdapat upacara adat atau tradisi yang sudah dijalankan ketika ada seseorang yang meninggal pada daerah ini. Tradisi kematian ini merupakan percampuran akulturasi budaya yang sudah ada sebelum agama Islam memasuki tanah Jawa.

Berhubungan dengan syiar agama Islam yang dibawa oleh para wali tanah Jawa dengan menggunakan metode yang sangat halus dan sangat digemari oleh masyarakat, akhirnya para wali banyak melakukan akulturasi salah satunya pada tradisi kematian.

1. Tahlilan

tradisi tahlilan
kabarislamimasakini90.blogspot.com

Tahlilan adalah prosesi kirim doa kepada orang yang sudah meninggal agar arwahnya bisa mendapatkan ketenangan dan tempat yang terbaik di sisi Tuhan (Allah Swt). Tradisi ini awalnya sudah ada pada zaman Hindu-Budha dengan bacaan yang sesuai agama mereka. Sehingga ketika Islam datang di Jawa, bacaan-bacaan itu diganti dengan cara Islami.

Kebiasaan tahlilan umumnya dilakukan pada hari ke-1, ke-3, ke-7, ke-40, ke-100, dan ke-1000, juga istilah mendak kematian setelah 1 tahun kematian pada hari saat meninggalnya. Perlu diketahui tidak semua daerah di Jawa Timur melakukan tradisi tahlilan, hanya daerah tertentu dan juga aliran tertentu yang melakukan ini.

Terdapat istilah sebutan yang di pakai oleh orang Jawa pada tradisi kematian antara lain:

  • Geblakan/Surtanah

Geblakan adalah tradisi berupa tahlilan dengan cara mendo'akan seseorang yang telah wafat pada saat hari kematiannya.

  • Nelung Dina

Nelung dina adalah tradisi atau kebiasaan berupa tahlilan dengan cara mendoakan pada saat hari ke-3 setelah kematian.

  • Mitung Dina

Mitung dina adalah mendo'akan seseorang yang sudah meninggal pada saat hari ke-7 setelah kematian.

  • Matang Puluh

Matang puluh sama dengan tradisi sebelumnya hanya saja dilakukan pada hari ke-40 setelah kematian seseorang.

  • Nyatus Dina

Nyatus dina adalah do'a tahlil yang dilakukan pada hari ke-100 setelah kematian seseorang.

  • Mendak Sepisan

Mendak Sepisan adalah tradisi mendoakan yang dilakukan pada 1 tahun dari kematian seseorang.

  • Mendak Pindo

Mendak Pindo sama seperti mendak sapisan hanya saja dilakukan pada saat 1000 hari setelah hari kematian seseorang.

2. Mungguhan

Sa’banan atau munggahan, adalah kebiasaan masyarakat Jawa Timur yang dilaksanakan pada bulan sya’ban yang bertujuan untuk mendo’akan arwah para leluhur mereka yang telah meninggal

Baca JugaSenjata Adat Jawa Timur

Upacara Adat Jawa Timur Tradisi/Ritual

Banyak kebiasaan atau tradisi yang dilakukan masyarakat Jawa timur yang telah ada sejak nenek moyang atau sesepuh. Tradisi yang ada tidak bisa lepas dari sejarah atau kejadian yang terjadi pada zaman dahulu.

Biasanya orang Jawa melakukan tradisi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, saat tidak melakukan upacara yang telah di wariskan nenek moyang.

1. Upacara Adat Jawa Timur Ruwatan

tradisi adat ruwatan
antarafoto.com

Ruwatan adalah suatu kebiasaan atau tradisi yang dilakukan dengan mengharapkan agar dijauhkan dari nasib buruk atau kesialan. Ruwatan mengandung makna atau filosofi mensucikan diri dari segala sesuatu hal yang buruk (yang tidak diinginkan).

2. Upacara Adat Jawa Timur Kebo-keboan

Upacara adat kebo-keboan
m.inilah.com

Pada setiap tahun masyarakat daerah Banyuwangi berusaha menjaga tradisi kemurnian dan kesakralan budaya mereka. Asal-usul tradisi kebo-keboan berasal karena banyaknya musibah pageblok.

Pada waktu itu masyarakat terkena wabah penyakit dan tanaman yang dapat merugikan warga daerah tersebut. Banyak warga yang meninggal dan kelaparan akibat penyakit misterius.

Nah, pada saat terjadi musibah wabah itu, salah satu sesepuh bernama mbah Karti mendapat wangsit atau mimpi dari semedinya di bukit untuk melakukan ritual kebo-keboan dan mengagungkan Dewi Sri.

Singkat cerita ada keajaiban yang tidak disangka muncul ketika warga melaksanakan ritual Kebo-Keboan. Banyak warga yang sakit menjadi sehat mendadak, juga hama yang menyerang tanaman warga hilang tidak tau kemana.

Akhirnya mulai saat itu ritual Kebo-Keboan dilestarikan oleh masyarakat daerah itu, muncul perasaan resah dan takut jika tidak melakukan tradisi ini.

3. Upacara Adat Jawa Timur Sekaten

tradisi budaya jawa timur
m.jatimtimes.com

Sekaten merupakan upacara adat yang dilakukan masyarakat Jawa yang berpegang teguh terhadap agam Islam. Tradisi sekaten oleh masyarakat Jawa Timur untuk memperingati bulan kelahiran Nabi Muhammad Saw.

4. Upacara Adat Jawa Timur Muludan

tradisi adat jawa timur
travelingyuk.com

Muludan merupakan tradisi atau kebiasaan yang di lakukan masyarakat Jawa Timur, biasanya dilakukan pada tanggal 12 bulan maulud, beda dengan sekaten tradisi ini dilakukan hanya pada tanggal khusus pada bulan maulud. Pada dasarnya maulidan dan sekaten itu sama, yang membedakan adalah tata cara memperingatinya dan tanggal-tanggalnya.

5. Upacara Adat Jawa Timur Labuh Sesaji

upacara adat
pesona.travel

Labuh sesaji merupakan salah satu kebiasaan tahunan yang digelar di Telaga Sarangan, Magetan. Waktu untuk melaksanakan tradisi ini pada bulan Ruwah, hari Jum'at Pon.

Tujuan dari upacara labuh sesaji sebagai tanda terima kasih dari masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Masyarakat menganggap bahwa Telaga Sarangan merupakan hadiah dari Tuhan, Telaga Sarangan dianggap bisa mendatangkan kemakmuran bagi masyarakat Magetan dan juga Masyarakat Indoneisa.

6. Upacara Adat Jawa Timur Larung Sesaji

upacara adat larung sesaji
surabaya.tribunnews.com

Larung sesaji beda dengan tradisi labuh sesaji.  Larung sesaji merupakan tradisi upacara yang dilakukan oleh masyarakat Jawa Timur yang berada pada daerah pesisir pantai utara dan selatan.

Upacara ini dilakukan dengan cara menghanyutkan sesajen ke laut dalam rangka sebagai tanda rasa syukur dari hasil tangkapan ikan selama mereka melaut. Upacara larung sesaji ini biasanya dilaksanakan pada tanggal 1 Muharram.

7. Upacara Adat Jawa Timur Kasada

upacara adat kasada bromo
hipwee.com

Upacara adat kasada adalah salah satu upacara yang berasal dari masyarakat Suku Tengger. Tujuan dari upacara ini adalah sebagai salah satu rasa syukur masyarakat Tengger kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Asal mula tradisi ini adalah upacara untuk memperingati pengorbanan seorang Reden Kusuma anak dari Jaka Seger dan Lara Anteng. Umumnya upacara ini dilakukan pada tanggal 14 sampai 16 bulan Kasada atau saat bulan purnama tampak di langit secara setahun sekali.

8. Upacara Adat Jawa Timur Unan-Unan

tradisi jawa timur
google.com

Upacara adat ini dilakukan oleh Suku Tengger yang tinggal di kaki gunung bromo yang biasa dilakukan agar makhluk halus, dan malapetaka di jauhkan dari wilayah perdesaan mereka.

9. Upacara Adat Jawa Timur Ruwah Desa

tradisi adat kasodo
makalahirfan.blogspot.com

Ruwah Desa merupakan salah satu upacara adat Jawa Timur yang dilaksanakan pada bulan Ruwah sebelum masuk bulan Ramadhan. Tujuan dari tradisi ini adalah untuk mendoakan nenek moyang mereka yang telah mendirikan (Babad) desa tersebut.

Selain untuk tujuan mendo'akan nenek moyang, tradisi Ruwahan juga bertujuan untuk meminta agar selalu di beri keselamatan bagi penduduk desa.

10. Upacara Adat Jawa Timur Likuran

Upacara Adat Jawa Timur Likuran
Ilmunik.com

Kebiasaan masyarakat Jawa Timur yang satu ini adalah tradisi yang dilakukan pada hari ke-21 bulan puasa. Tujuannya adalah sama seperti peringatan Nuzulul Qur'an atau turunnya Al-Qur'an, hanya saja caranya yang berbeda.

11. Mudunan/Lebaran

Mudunan/Lebaran
Ilmunik.com

Untuk tradisi likuran dilakukan pada tanggal ke 21 bulan Ramadhan pada tradisi Mudunan dilakukan pada hari raya Idul Fitri lebih tepatnya 1 Syawal. Mudunan dijalankan masyarakat Jawa Timur dalam rangka sebagai rasa bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebelum melakukan tradisi ini bisanya melakukan nyekar ke makam para leluhur mereka.

12. Upacara Adat Jawa Timur Kasodo

upacara adat kasodo
wisatamurahmalang.com

Kasodo merupakan upacara adat Jawa Timur yang dilakukan setiap tahun pada bulan purnama. Tujuan dari upacara ini adalah Masyarakat Suku Tengger meminta panen yang berlimpah atau meminta tolak balak dan kesembuhan atas berbagai macam penyakit.

Tradisi ini dilakukan dengan cara melemparkan sesaji ke kawah Gunung Bromo. Masyarakat Tengger yang lain harus berada pada tebing kawah dan meraih untuk menangkap sesaji yang telah dilemparkan kedalam kawah.

13. Upacara Adat Jawa Timur Grebegan

Upacara Adat Jawa Timur Grebegan
Ilmunik.com

Grebegan merupakan tradisi upacara adat yang bersifat kesyukuran, dilakukan bersama-sama oleh masyarakat suku Jawa dengan tokoh utamanya seorang raja. Upacara adat grebegan dilaksanakan selama tiga kali dalam satu tahun, diantaranya pada tanggal 12 Mulud, 1 Syawal, dan tanggal 10 bulan ke-12 Masehi.

Pada upacara ini raja mengeluarkan sedekahnya berupa hasil alam seperti sayuran dan sejenisnya, biasanya sedekahnya dibentuk seperti bidang kerucut seperti gunung, yang akan di rebutkan oleh masyarakat.

14. Upacara Adat Jawa Timur Weton

Upacara Adat Jawa Timur Weton
Ilmunik.com

Wetonan merupakan hari kelahiran, wetonan sebagai sebutan orang jawa terhadap hari kelahiran. Upacara adat pada hal ini berbeda dengan ulang tahun, kalau wetonan menggunakan penanggalan Jawa. Tujuannya adalah meminta keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

15. Upacara Adat Jawa Timur Nakokake

Upacara Adat Jawa Timur Nakokake
Ilmunik.com

Nakokake merupakan prosesi dimana seorang laki-laki yang ingin melamar seorang wanita pujaannya dengan cara menanyakan (Nakokake) kepada orang tua, sama dengan meminta restu. Dalam proses nakokake yang ditanyakan adalah kondisi status dari sang gadis pujaannya apakah dirinya sudah memiliki pasangan, pendamping atau masih single.

16. Upacara Adat Jawa Timur Piningsetan

Upacara Adat Jawa Timur Piningsetan
Ilmunik.com

Piningsetan merupakan upacara adat melamar gadis yang umumnya dilakukan. Setelah melaksanakan tradisi nakokake dan hasilnya sang pujaan masih single, maka prosesi selanjutnya pingsetan ini. Keluarga laki-laki akan datang kepada pihak keluarga wanita.

Tradisi piningsetan bisa dikatakan sebagai proses ramah tamah yang disertai dengan acara makanan bersama antara rombongan pihak laki-laki dan pihak perempuan. Hal ini wajib dilakukan sebelum pernikahan digelar. Namun prosesi ini menjadi momen serius bagi pihak laki-laki dan wanita.

17. Slametan Kenduren

https://listrik.org/assets/site-files/ilmunikimagebank/Slametan-Kenduren.jpeg
Ilmunik.com

Slametan merupakan acara tradisi adat Jawa Timur yang dilakukan sebagai rasa syukur atas mendapatkan suatu kebaikan. Selain dari tujuan utama, slametan juga bertujuan yang bersifat memperingati hal yang bersifat suka atau duka.

18. Upacara Adat Jawa Timur Ngurit

Upacara Adat Jawa Timur Ngurit
Ilmunik.com

Ngurit merupakan upacara adat Jawa Timur yang dilakukan oleh suku Jawa yang berprofesi sebagai petani. Upacara ini dilakukan sebagai wujud rasa syukur dan berdo'a agar benih padi para petani dapat tumbuh dengan baik. Setelah upacara Ngurit selesai, para petani menunggu beberapa hari, hingga musim tandur (menanam).

19. Upacara Adat Jawa Timur Seblang

adat seblang
denogata.blogspot.com

Seblang merupakan tradisi adat yang dilakukan oleh masyarakat suku Using di daerah Banyuwangi. Istilah seblang merupakan singkatan dari sabele ilang (sialnya hilang).

Tujuan dari upacara seblang dilakukan dalam rangka untuk tolak balak agar aman, tenteram, dan berbagai kesialan hilang dari desa suku Using. Waktu pelaksanaan upacara using pada hari ke tujuh setelah hari raya Idul Fitri.

Baca JugaBaju Adat Jawa

Upacara Adat Jawa Timur Kelahiran

Warga masyarakat Jawa Timur mempunyai berbagai kebiasaan pada saat seorang ibu sebelum melahirkan dan sesudah melakukan lahiran. Banyak prosesi atau kebiasaan yang harus dijalani saat prosesi lahiran antara lain sebagai berikut:

1. Tingkeban

adat jawa timur
bridestory.com

Pitonan adalah tradisi upacara selamatan yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Jawa Timur. Tujuan dari pitonan adalah menunjukan rasa syukur atas umur anak yang di dalam kandungan berusia menginjak 7 bulan. Pitonan juga dilakukan untuk meminta kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberi kelancaran saat prosesi lahiran.

Acara ini dilakukan dengan cara selametan dengan cara berkumpul bersama orang-orang terdekat dan terdapat berbagai suguhan yang diberikan oleh keluarga yang punya hajat.

Selain cara seperti tadi, terdapat juga sebagian masyarakat pada saat mitoni dengan cara memandikan calon ibu yang sedang hamil dengan air dari tujuh sumur yang berbeda. Ada juga yang membuat rujakan pada acara mitoni.

2. Babaran

Babaran
Ilmunik.com

Babaran merupakan upacara sebagai respon dari kelahiran bayi yang sudah selamat. Babaran sendiri ditujukan sebagai tanda rasa syukur kepada sang pencipta bahwa ibu dan anak yang diberikan keselamatan selama dalam proses melahirkan sang anak.

Seiring berjalannya waktu, sebagian masyarakat mulai meninggalkan kebiasaan ini, mereka menganggap bahwa kegiatan ini tidak terlalu penting untuk dilakukan.

Babaran jika dalam bahasa Indonesia berarti melahirkan.

3. Brokohan

adat jawa
hipwee.com

Brokohan merupakan tradisi yang dilakukan saat bayi sudah lahir. Acara ini dilakukan biasanya turut mengundang warga sekitar, sanak dan saudara terdekat untuk tujuan ikut mensyukuri kedatangan bayi yang lahir. Pada umumnya brokohan disediakan nasi tumpeng lengkap dengan lauk-pauknya yang di tujukan kepada para tamu undangan.

4. Lurung Ari-Ari

adat jawa timur
tumpi.id

Lurung ari-ari adalah prosesi upacara adat yang melarung atau menghanyutkan si jabang bayi. Pada prosesi ini ari-ari dari jabang bayi dihanyutkan ke laut bersama dengan bunga 7 rupa, kendi, kain putih, dan jarum.

Pada saat ini lurung ari-ari dilakukan dengan cara memasukkan ari-ari didalam kendi dan dibungkus kain putih (mori), dan jarum, lalu di masukan kedalam tanah didalam rumah atau depan rumah. Intinya masih dekat dengan sang jabang bayi yang baru lahir.

5. Sepasaran

tradisi adat jawa timur sepasaran
hipwee.com

Sepasaran merupakan tradisi yang dilakukan oleh keluarga yang telah diberikan momongan (anak). Untuk tradisi sepasaran ini dilakukan  pada saat si jabang bayi berusia 5 hari.

Pada sepasaran ini keluarga melakukan tasyakuran sebagai ungkapan tanda syukur telah diberikan momongan. Sepasaran juga terdapat pada daerah Jawa Barat, Jawa tengah. Memang tradisi ini asli dari Pulau Jawa.

6. Tedhak Sinten

tradsisi jawa
budayajawa.id

Tedhak sinten merupakan tradisi yang dilakukan dengan adanya kepercayaan sebagian warga setempat bahwa tanah mempunyai kekuatan gaib. Ada juga kepercayaan bahwa tanah dijaga oleh Bethara Kala. Oleh sebab itu si anak perlu dikenalkan kepada Bethara Kala sipenjaga tanah, melalui tradisi Tedhak Sinten.

Tujuanya agar Bethara Kala tidak marah, maka dilaksanakan tradisi adat ini selama bertahun-tahun oleh masyarakat setempat.

7. Sunatan

Sunatan
Ilmunik.com

Sunatan sendiri merupakan adat asli dari agama Islam. Karena pada umumnya perkembangan Agama Islam berkembang baik di daerah Jawa Timur.

Ketika si anak sudah menginjak usia remaja, maka si anak akan melewati proses sunatan atau lebih dikenal dengan khitanan. Dengan prosesi memotong ujung kuncup kemaluan pada laki-laki, bertujuan agar tidak menyisakan najis pada bagian kemaluan saat buang air kecil.

Biasanya masyarakat Jawa Timur melakukan selametan sebelum melakukan prosesi sunatan, tujuanya agar diberi kelancaran saat sunatan dan agar dijadikan oleh Allah SWT sebagai anak yang soleh.

Baca JugaAdat Istiadat  Jawa Timur

Penutup

Nah, mungkin hanya itu yang dapat saya bagikan kepada kalian tentang adat atau tradisi yang ada pada daerah Jawa Timur. Semoga bisa menambah wawasan kita dalam bidang budaya Nusantara ini. Cukup sekian dan terima kasih.