20+ Teori Sosiologi Beserta Penjelasan (Lengkap)

20+ Teori Sosiologi Beserta Penjelasan (Lengkap)

Teori Sosiologi - Merupakan teori-teori yang ditujukan untuk kebutuhan analisis secara rinci tentang apa yang dilakukan, dikatakan, dipikirkan manusia dalam pengalaman sesaat. Pengertian lain dari teori sosiologi adalah segala sesuatu yang mengandung pandangan tentang ilmu kemasyarakatan atau yang mempelajari masyarakat.

Nah, pada artikel kali ini saya akan menjelaskan tentang berbagai macam teori yang ada di dalam cabang ilmu sosiologi, mulai dari teori utama dan turunannya. Tiga teori utama dalam sosiologi adalah teori struktural, teori konflik, dan teori interaksionis simbolik.

Untuk lebih memudahkan pemahaman sobat ilmunik semua, berikut ini adalah penjelasannya:

1. Teori Fungsionalisme Struktural

Teori Fungsionalisme Struktural
Teori Fungsionalisme Struktural

Teori sosiologi utama yang pertama adalah teori fungsionalisme struktural yang menganggap stratifikasi sosial atau pun hierarki sebagai sebuah keperluan. Setiap individu bekerja dalam suatu sistem yang sudah tersusun dan semuanya berfungsi sesuai kebutuhan sistem sosial.

Lebih singkatnya, stratifikasi ialah kebutuhan dari suatu sistem, namun perlu diperhatikan bahwa stratifikasi bukan tentang seseorang yang menempati jabatan tertentu. Akan tetapi tentang posisi dalam sebuah sistem itu sendiri.

Setiap posisi yang sudah diatur dapat diibaratkan sebagai organ tubuh, maka terdapat jantung, hati, ginjal, dan lain-lain. Semua organ tersebut akan berfungsi memenuhi kebutuhan tugasnya dalam tubuh, apabila salah satu posisi tidak berfungsi normal, maka sistem sosial akan mengalami kekacauan "masyarakat mengalami disorganisasi".

Gagasan utama: Sistem sosial ibarat tubuh. Tokoh: Emile Durkheim, Talcott Parsons.

2. Teori Konflik

Teori Konflik
Teori Konflik

Teori sosiologi konflik ini muncul sebagai reaksi dari teori fungsionalisme struktural yang memiliki akar tradisi dari Marxian. Teori konflik ini melihat bentuk relasi sosial dalam sebuah sistem sosial sebagai pertentangan kepentingan.

Setiap kelompok atau pun kelas mempunyai kepentingan yang berbeda-beda sebab terdapat beberapa alasan. Alasan pertama adalah manusia memiliki pandangan subjektif terhadap dunia, kedua berupa hubungan sosial adalah hubungan saling mempengaruhi atau orang memiliki efek pengaruh terhadap orang lain. Alasan ketiga berupa efek pengaruh tersebut ialah potensi konflik interpersonal.

Oleh sebab itu stratifikasi sosial berisi tentang relasi yang sifatnya konfliktual.

Gagasan utama: struktur relasi sosial disebabkan oleh konflik kepentingan. Tokoh: Karl Marx Collins.

3. Teori Sistem

Teori Sistem
Teori Sistem

Anggapan dasar dari teori sosiologi sistem ialah dunia secara keseluruhan ada;ah sebuah sistem dan dunia sosial mempunyai sistemnya sendiri berupa komunikasi. Komunikasi dapat dibentuk oleh masyarakat dan salah satu kunci dari teori sistem adalah kompleksitas.

Perlu dimengerti terlebih dahulu bahwa sistem selalu berada di lingkungan dan sistem selalu lebih sederhana daripada lingkungannya. Dengan istilah lain, lingkungannya selalu kompleks daripada sistem.

Teori sistem ini menjadi bagian dari teori sosiologi yang mengatakan bahwa semua dimensi kehidupan ialah sebuah sistem, dari sel biologis, ekonomi pasar, hingga kehidupan sosial secara menyeluruh. Apa yang dapat membuat sistem bekerja adalah nilai yang diproduksi oleh elemennya sendiri. Contohnya seperti sebuah sistem ekonomi pasar mempunyai elemen dasar yakni berupa uang.

Uang menjadi barang yang bernilai dalam sebuah sistem ekonomi pasar, sebab sistem memproduksi nilai. Sulit untuk dibayangkan jika uang bernilai pada dirinya sendiri sebab uang tanpa sistem hanyalah sebuah kertas saja.

Gagasan utama: Dunia berada dalam suatu kompleksitas sistem. Tokoh Niklas Luhmann.

4. Teori  Dramaturgi

Teori Dramaturgi
Teori Dramaturgi

Teori sosiologi dramturgi memahami dunia sosial melalui suatu interaksi sosial. Kemudian di dalam interaksi sosial, konsep diri (the self) terbentuk dari interaksi dengan orang lain dalam situasi sosial tertentu.

Teori dramaturgi ini membagi dunia menjadi dua, yakni berupa depan panggung dan belakang panggung, sementara Interaksi sosial biasanya terjadi di depan panggung. Diri bukanlah dimiliki oleh aktor, tetapi produk dari interaksi dramaturgis antara aktor dan audiens.

Audiens yang dimaksud disini bisa berupa lawan bicara, orang sekitar, atau dunia sosial secara lebih luas. Apabila sedang berinteraksi di depan panggung, aktor akan mengatur tampilan dirinya sedemikian rupa agar diterima oleh audiens. Aturan ini disebut dengan manajemen impresi, yakni menciptakan kesan agar diterima secara sosial.

Di dalam interaksi sosial kehidupan sehari-hari, aktor senantiasa memperlihatkan dirinya. Sedangkan dirinya di luar manajemen impresi akan terlihat ketika aktor berada di belakang panggung.

Gagasan utama: Dunia ini panggung sandiwara. Tokoh: Erving Goffman

5. Teori Pertukaran

Teori Pertukaran
Teori Pertukaran

Teori sosiologi pertukaran adalah teori perilaku sosial (behavioral) yang menganggap perilaku manusia (aktor) membentuk pola hubungan antara lingkungan terhadap aktor. Perilaku manusia akan disambut reaksi dari lingkungan yang kemudian memengaruhi balik perilaku setelahnya.

Jadi bisa dikatakan bahwa hubungannya adalah dari aktor ke lingkungan, kemudian balik lagi ke aktor. Lingkungan, baik secara sosial atau fisik dimana perilaku aktor eksis memberikan pengaruh balik perilaku aktor. Reaksi dari lingkungan dapat berupa positif, negatif, atau netral.

Jika reaksinya positif, maka aktor cenderung akan mengulangi perilakunya di masa depan pada situasi sosial yang serupa. Sedangkan jika reaksi negatif, maka aktor akan cenderung merubah perilakunya. Misalnya saja seperti siswa yang datang ke sekolah cenderung berpakaian seragam lagi keesokannya harinya.

Gagasan utama: Perilaku manusia merupakan hasil dari pertukaran reaksi lingkungan. Tokoh: Georg Homans, Peter Blau.

6. Teori Marxian

Teori Marxian
Teori Marxian

Teori sosiologi marxian ini sebenarnya adalah sebutan untuk beberapa penjelasan teoritis yang terinspirasi dari tokoh Karl Marx. Contohnya saja konsep Marx tentang alienasi yang digunakan untuk menjelaskan kondisi manusia modern dibawah sistem ekonomi kapitalistik.

Oleh sebab itu, kita dapat menyebutnya bahwa konsep aliensi adalah teori marxian. Penekanannya pada teori marxian ialah anggapan-anggapan lama seperti pertentangan dua kelas besar, borjuis dan proletar, kemudian menginspirasi penjelasan terhadap fenomena-fenomena modern.

Sebagai salah satu konseskuensinya, teori ini selalu dipertanyakan relevansi keabsahannya dalam menjelaskan fenomena sosial yang lebih kontemporer. Teori konflik yang diciptakan oleh Marx sebelumnya adalah poros utama teori marxian ini.

Gagasan utama: Marx dan marxisme adalah poros utama. Tokoh: Karl Marx

7. Teori Strukturalisme

Teori Strukturalisme
Teori Strukturalisme

Teori sosiologi strukturalisme ini lebih menekankan pada kepentingan struktur dalam mempengaruhi atau bahkan menentukan tindakan manusia. Struktur adalah elemen tidak terlihat oleh mata yang berfungsi untuk mengatur tindakan seseorang.

Ada perdebatan tentang dimana sebenarnya struktur itu sendiri berada, sebab bisa berada di tempat yang dalam seperti pemikiran manusia. Ada juga yang berpendapat bahwa struktur berada di luar individu seperti struktur sosial berupa nilai dan norma.

Terdapat juga pendapat lain yang mengatakan bahwa struktur terdapat di dalam relasi antara individu dengan struktur sosial. Adapun teori strukturalisme menempatkan struktur sebagai faktor determinan dari tindakan sosial.

Gagasan utama: Tindakan manusia ditentukan oleh sistem struktur. Tokoh: Karl Marx, Sigmund Freud, Claude Levi Strauss.

Baca Juga Metodologi Penelitian

8. Teori Modernisme

Teori Modernisme
Teori Modernisme

Teori sosiologi medernisme dapat dideskripsikan melalui slogan-slogan yang muncul pada era filsafat modern seperti kemajuan, rasionalitas, dan kesadaran. Teori ini selalu berorientasi pada kemajuan dan apapun yang mendapat label kemajuan atau progres selalu dianggap lebih baik.

Contohnya pembangunan infrastruktur sebagai proses modernisasi lebih cenderung dilihat sebagai periode historis yang lebih baik dibanding sebelumnya. Kondisi masyarakat yang kekinian yang mengalami proses pembaruan senantiasa berada dalam tahap kemajuan.

Teori modernisme ini mempercayai pada perkembangan sejarah yang linier, dari primitif menuju modern dari keterbelakangan menuju kemajuan. Pada bagian ini terdapat pengaruh positivisme pada teori modernisme. Modernisme ini akan membawa peradaban masyarakat pada era modern yang saat ini sering disebut ilmuwan sebagai era "modernisme tingkat lanjut", modernitas sebagai projek yang belum selesai", "masyarakat resiko".

Gagasan utama: Kita sedang berada di era modern. Tokoh: Jurgen Habermas, Anthony Giddens, Zygmun Baumann.

9. Teori Kritis

Teori Kritis
Teori Kritis

Teori sosiologi kritis ini diciptakan oleh kelompok intelektual neomarxist yang akhir-akhir ini dikenal dengan nama The Frankfurt School. Gagasan-gagasan dari teori kritis ini dipengaruhi oleh Karl Marx, tapi sekaligus mengkritik balik pondasi teori marxisme yang menurutnya tak pernah memuaskan.

Teori ini memberikan kritik determinisme ekonomi, positivisme, modernisme, dan bahkan sosiologi itu sendiri. Teori kritis juga menganggap melakukan autokritik sebagai bagian dari operasionalisasi teorinya. Sedangkan terhadap marxisme, teori kritik mengatakan bahwa marxian mendistorsi ide-ide orisinil Karl Marx sebab menginterpretasi dengan cara mekanistis.

Teori marxian meredukasikan analisis kedalam penjelasan yang bersifat ekonomistik dan mengabaikan aspek lain dalam kehidupan yang tidak kalah penting yakni kultural.

Gagasan utama: Kritik teori atas teori. Tokoh: Max Horkheimer, Theodo Adorno, Herbert Marcuse.

10. Teori Jejaring Aktor

Teori Jejaring Aktor
Teori Jejaring Aktor

Teori sosiologi jejaring aktor adalah salah satu varian dari teori sosiologi jejaring yang lebih luas lagi. Teori jejaring aktor ini relatif baru dalam ilmu sosiologi yang melihat peran sosial yang lebih luas. Teori jejaring atau pun networ dalam memberikan pengaruh dalam tindakan sosial, yakni individu hanyalah bagian dari sosial yang lebih luas.

Perlu diperhatikan bahwa teori ini tidak hanya membahas tentang agensi individu, namun membahas juga struktur jaringan yang sering kali bukan manusia. Bidang internet dan kecerdasan artifisial melibatkan peran mesin yang cukup signifikan. Dengan menggunakan pendekatan teori jejaring sosial aktor, agensi individu menjadi bagian kecil yang terhubung satu sama lain.

Manusia masuk pada dunia postsosial, posthuman sebab jejaring berfungsi lebih signifikan dalam menentukan tindakan sosial. Perkembangan teori ini menjadi teori sosiologi menumbuhkan beberapa konsepsi baru di era kontemporer. misalnya masyarakat jejaring, jejaring sosial dan lain-lain.

Gagasan utama: Individu merupakan komponen jejaring yang saling terhubung. Tokoh: Manuel Castells.

11. Teori Konsumsi

Teori Konsumsi
Teori Konsumsi

Teori sosiologi konsumsi ini muncul di era Revolusi Industri, akan tetapi tidak berkembang secara signifikan dalam disiplin ilmu sosiologi. Kemudian barulah pada kelahiran postmodernisme, teori konsumsi menjadi populer.

Teori postmodernisme kerap melihat masyarakat kontemporer sebagai masyarakat konsumsi. Berkembangnya teori ini berimplikasi terhadap menurunnya analisis sosial pada aspek produksi dalam melihat kelas, kultur, dan fenomena sosial. Kelas sosial dalam prespektif ilmu sosiologi konsumsi tidak lagi disandarkan oleh modal produksi, proses produksi, kepemilikan alat produksi, akan tetapi oleh modal konsumsi dan gaya hidup.

Dalam memasuki era digital ini, teori konsumsi semakin mendapat panggung, seperti munculnya konsep Prosumer. Dimana perilaku manusia seakan tidak henti dalam proses produksi dan konsumsi.

Gagasan utama: Masyarakat kontemporer merupakan masyarakat konsumsi. Tokoh: Jean Bauidrillard.

12. Teori Pembangunan

Teori Pembangunan
Teori Pembangunan

Teori sosiologi pembangunan mengusung ideologi developmentalis, yang menggunakan konteks teori ini berada pada tataran negara atau regional. Dasar asumsi yang dibangun ialah kemajuan suatu negara sangat bergantung pada investasi yang dioreintasikan untuk memajukan ekonomi suatu negara.

Faktor ekonomi disini menjadi pemimpin untuk menciptakan stabilitas sosial dan politik hingga mencapai kemajuan kehidupan masyarakat yang ideal. Pertumbuhan ekonomi berada di jantuk teori pembangunan ini, umumnya diusung oleh negara-negara maju untuk diterapkan di berbagai negara berkembang.

Jika secara eksplisit negara maju menghendaki dibukanya pintu investasi di negara-negara berkembang dengan tujuan agar negara berkembang dapat mengejar ketertinggalan. Pertumbuhan ekonomi biasanya menjadi faktor kuncinya.

Gagasan utama: Pertumbuhan ekonomi akan memunculkan kesejahteraan sosial. Tokoh: W.W. Rostow.

13. Teori Ketergantungan

Teori ketergantungan
Teori ketergantungan

Teori ketergantungan ini termasuk ke dalam teori sosiologi yang berupa reaksi dari teori pembangunan atau pun ideologi developmentalisme yang diusung oleh negara-negara maju. Teori ini lahir di negara Amerika Latin, musuh dari Amerika Serikat ketika terjadi perang dingin.

Teori ketergantungan ini memiliki asumsi dasar berupa investigasi dan segala bantuan atau pinjaman finansial yang diluncurkan oleh negara maju. Alih-alih untuk menciptakan kemajuan, malah menciptakan ketergantungan negara-negara berkembang.

Konsekuensinya berupa negara yang sedang berkembang tidak akan pernah berdaulat, melainkan berada di pinggiran, di dunia ketiga. Kekuasaan dari negara maju atas negara berkembang dipandang oleh teori ini sebagai bentuk kolonialisme dan imperialisme baru. Hampir sama dengan teori pembangunan, teori ketergantungan selalu berada pada konteks negara atau regional.

Gagasan utama: Investasi asing adalah bentuk imperialisme baru. Tokoh: Andre Gunder Frank.

14. Teori Globalisasi

Teori Globalisasi
Teori Globalisasi

Teori sosiologi globalisasi ini lebih menekankan pentingnya melihat relasi timbal balik antara lokal dan global dalam menganalisa fenomena sosial. Secara garis besarnya, globalisasi bisa dikategorikan ke dalam tiga dimensi teori yakni ekonomi, politik dan kultural.

Dimensi ekonomi mempelajari tentang fenomena ekonomi pasar global di era neoliberalisme dan perlawanannya dari perspektif marxian. Sementara dimensi politik melihat globalisasi pada peran negara bangsa di era globalisasi. Untuk dimensi kultural mengkaji tentang implikasi kultural globalisasi pada tataran lokal dan sebaliknya.

Dalam ilmu sosiologi, dimensi kultural globalisasi akan memunculkan beberapa konsep utama, seperti penyatuan, penyebaran atau hybrid, dan pembedaan kultur antar masyarakat atau negara bangsa.

Gagasan utama: Relasi timbal balik antar lokal dan global. Tokoh: Antonio Negri, Michaek Hardt.

Baca Juga Konsep Dasar Sosiologi

15. Teori Fenimisme

Teori Fenimisme
Teori Fenimisme

Teori sosiologi feminisme adalah generalisasi sistem ide tentang kehidupan sosial dan pengalaman manusia yang dikembangkan dari perspektif perempuan. Perspektif perempuan yang dimaksud dalam teori feminisme adalah pusat untuk mendeskripsikan dunia sosial.

Sebagai pusat, situasi dan pengalaman sosial yang ditangkap akan selalu merujuk pada sudut pandang perempuan. Perkembangan teori ini yang berawal dari perlunya melihat perspektif perempuan berdasarkan asumsi bahwa pengetahuan tentang dunia yang berkembang selama ini lebih memarjinalkan perspektif perempuan.

Peletakkan sub-ordinat perempuan dalam diskursus sosial budaya, politik, ekonomi, dan filsafat menyebabkan terpinggirkan perempuan dalam praktik. Oleh sebab itu, kemudian muncul dominasi, hegemoni, diskriminasi terhadap kaum perempuan. Teori ini sebagai salah satu teori ilmu sosiologi lebih menantang sistem dominasi yang memarjinalkan kaum perempuan.

Gagasan utama: Melawan dominasi terhadap kaum perempuan. Tokoh: Harriert Martineau.

16. Teori Neomarxian

Teori Neomarxian
Teori Neomarxian

Teori sosiologi neomarxian adalah reaksi, kritik, dan refleksi dari gagasan-gagasan atau konsep yang datang dari teori marxian. Refleksi gagasan-gagasan itu tidak tunggal, namun sangat bervariasi sehingga teori neomarxian mempunyai beragam variasi.

Berbagai macam variasi dari teori neomarxian adalah teori kritis, marxisme berorientasi historis, sosiologi ekonomi dan ekonomi deterministik. Teori ini secara tidak sekedar menolak anggapan-anggapan dasar pada teori marxian, tetapi juga menjadikannya tumpuan untuk memperluas dan mengembangkan konsep-konsep barunya.

Contohnya seperti konsep tentang komoditas yang di dalam teori marxian digunakan sebagai pusat masalah struktural dalam masyarakat ekonomi kapitalis, memproduksi fetisisme komoditas dalam institusi ekonomi. Teori neomarxian mengembangkan konsep fetisisme komoditas untuk bisa diaplikasikan di semua elemen, termasuk negara dan hukum yang bisa dilihat sebagai produk komoditas.

Gagasan utama; Reaksi ide-ide teori marxian. Tokoh: Georg Lukascs, The Frankfurt School.

17. Teori Postmodernisme

Teori Postmodernisme
Teori Postmodernisme

Teori sosiologi postmodernisme ini berpijak pada pertanyaan apakah kondisi dunia saat ini masih relevan disebut sebagai era modern, sementara dunia tampak memperlihatkan karakter-karakter yang berbeda dari era sebelumnya. Adanya teori postmodernisme secara simbolik menandai akhir dari modernisme, begitu setidaknya pendapat para pendukung postmodernisme .

Teori ini bukan hanya muncul sebagai kritik, namun juga menyudahi, mendeklarasikan era baru yang belum pernah ada sebelumnya. Ada perbedaan pendapat apakah era ini akan berkelanjutan dari modernitas atau era yang benar-benar baru.

Teori postmodernisme kerap disebut sebagai sebuah gerakan intelektual radikal sebab membongkar topeng-topeng kepalsuan modernisme. Contohnya modernisme mengatakan kemajuan ialah penanda peradaban yang lebih baik. Teori ini menolak pandangan semacam itu, sebab teori postmodernisme menempatkan ketidakpercayaan pada metarnasi moderisme.

Gagasan utama: Modernisme telah mati. Tokoh: Jean Francois Lyotard, Jean Boudrillard, Fredric Jameson.

18. Teori Kontruksi Sosial

Teori Kontruksi Sosial
Teori Kontruksi Sosial

Teori sosiologi kontruksi sosial ini melihat realitas dalam sistem sosial diciptakan melalui interaksi timbal balik yang menghasilkan sistem nilai dan kepercayaan. Sistem nilai dan kepercayaan tersebut dipraktikkan dan diperankan berulang-ulang oleh aktor sosial sehingga melekat dalam sistem yang kemudian dianggap sebagai realitas.

Realitas tersebut lalu masuk ke dalam individu-individu melewati proses internalisasi, diprakitikkan secara berulang melalui proses yang disebut eksternalisasi hinga melekat dalam institusi sistem sosial. Kemudian proses institusionalisasi akan membawa pengetahuan manusia tentang realitas melekat dalam struktur masyarakat yang telah diciptakan.

Realitas itu dianggap telah sedemikian adanya padahal diciptakan. Oleh sebab itu, teori ini melihat realitas disebut sebagai produk dari kontruksi sosial.

Gagasan utama: Kenyataan merupakan kontruksi sosial. Tokoh: Peter L Berger, Thomas Luckman.

19. Teori Poststrukturalisme

Teori Poststrukturalisme
Teori Poststrukturalisme

Sama halnya dengan teori neomarxian yang merupakan reaksi dari ide-ide marxian, teori sosiologi poststrukturalisme ini adalah reaksi dari teori strukturalisme. Ketika teori strukturalisme berkembang dalam disiplin sosiologi. teori poststrukturalisme menerima pentingnya struktur, namun melebihi penjelasan bahwa diatas struktur terdapat kuasa yang berhubungan dengan pengetahuan.

Terdapat pendapat bahwa anggapan ini menjadi pijakan lahirnya teori postmodernisme, walaupun sebenarnya sangat sulit menarik garis besar dan menjelaskan relasi antara keduanya.

Gagasan utama: Diatas struktur ada relasi kuasa. Tokoh: Michel Fourcault

Baca Juga Sosialisasi Adalah

20. Teori Interaksionisme Simbolik

Teori Interaksionisme Simbolik
Teori Interaksionisme Simbolik

Teori interaksioalisme simbolik ini termasuk ke dalam teori sosiologi utama, yakni manusia memiliki kapasitas berfikir untuk berpikir dan pemikirannya dibentuk oleh interaksi sosial. Di dalam proses interaksi, manusia akan mempelajari makna dan simbol-simbol yang mengarahkan pada kapasitas menjadi berbeda dengan lainnya.

Makna dan simbol yang memungkinkan manusia untuk bertindak dan berinteraksi secara berbeda, contohnya cara orang memberikan makna kesuksesan berbeda-beda atau perbedaan bahasa yang digunakan setiap suku juga berbeda. Manusia dapat memodifikasi atau mengubah makna yang mereka gunakan dalam proses interaksi sesuai interpretasi atas situasi sosial.

Mengubah makna dan simbol dilakukan dengan memberikan pertimbangan untung rugi, lalu memilih salah satunya. perbedaan pola tindakan ini dan interaksi melahirkan perbedaan kelompok dalam masyarakat.

Gagasan utama: Pemikiran seseorang dibentuk oleh interaksi sosial. Tokoh: Herbert Blumer.

Nah, mungkin hanya itu penjelasan yang dapat saya berikan tentang teori-teori sosiologi untuk sobat ilmunik semua. Semoga dengan sedikit informasi ini dapat membantu dan menambah pengetahuan Anda, cukup sekian dan salam dari penulis.