Suku Jawa | Asal-Usul, Sejarah, Ciri Khas Beserta Kebudayaan (Terlengkap)

Suku Jawa | Asal-Usul, Sejarah, Ciri Khas Beserta Kebudayaan (Terlengkap)

Suku Jawa - Merupakan salah satu suku terbesar yang mendiami berbagai wilayah di Indonesia. Keberadaan suku ini tidak hanya di pulau Jawa saja, akan tetapi hampir menyebar di seluruh Nusantara.

Suku Jawa terkenal dengan sopan santun, ramah dan kehalusannya dalam bersikap, serta memiliki adat istiadat yang sangat beragam. Pada umumnya, masyarakat Jawa masih mempercayai mitos-mitos dan legenda leluhur.

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan memberikan penjelasan seputar masyarakat Jawa melalui sebuah tulisan. Oke, langsung saja kita masuk ke pembahasan utama.

Kepercayaan Suku Jawa

Kepercayaan Suku Jawa
Kepercayaan Suku Jawa

Suku Jawa mengalami catatan sejarah yang cukup panjang sama halnya dengan suku-suku lain yang ada di tanah air. Pada masa kejayaan agama Hindu dan Budha, umumnya orang Jawa menganut kedua agama tersebut. Salah satu kerajaan bercorak agama Hindu terbesar dan terkuat yang pernah berjaya di Nusantara serta berasal dari Jawa adalah Kerajaan Majapahit.

Terdapat juga Candi Borobudur, yakni bangunan bersejarah peninggalan dari masa kejayaan agama Budha yang menjadi ikon Indonesia. Bahkan bangunan ini menjadi salah satu keajaiban dunia yang hingga sekarang ini masih berdiri kokoh dan kita banggakan sebagai warga Indonesia.

Pada masa kejayaan tersebut, masyarakat Jawa masih belum membentuk satu kesatuan yang utuh. Namun mereka mengidentifikasikan diri sebagai rakyat dimana sebuah kerajaan sedang berkuasa.

Kemudian dilanjutkan dengan masa kerajaan Islam, dimana agama Islam mulai masuk dan berkembang di tanah Jawa. Salah satu kerajaan bercorak Islam yang pernah berjaya adalah Kerajaan Demak yang gencar menyebarkan agama Islam, sehingga mayoritas Suku Jawa memeluk agama Islam. Selain itu, terdapat juga berbagai kelompok kecil lainnya yang menganut agama Kristen, Hindu, Budha, Konghucu, serta aliran Kejawen.

Adat istiadat atau kebudayaan suku Jawa sangat banyak mendapat pengaruh dari budaya Kejawen dan Hindu-Budha, akibat interaksi selama seribu tahun lebih. Hal ini dapat dilihat dari kebiasaan, tradisi, hingga berbagai kesenian Jawa.

Selain menjadi etnis terbesar di Indonesia, suku Jawa juga menjadi kelompok etnis terbesar keempat diantara umat Islam di dunia. Posisinya berada di bawah suku Arab, suku Bangli, serta suku Punjab.

Sejarah Dan Asal-Usul Suku Jawa

Sejarah Dan Asal-Usul Suku Jawa
Sejarah Dan Asal-Usul Suku Jawa

Peradaban orang Jawa tergolong sudah maju, hal ini dapat dibuktikan dengan adanya kerajaan-kerajaan besar yang pernah berdiri di tanah Jawa beserta peninggalannya yang masih dapat dijumpai. Seperti yang telah saya jelaskan diatas, peninggalan berbagai kerajaan yang pernah berdiri di tanah Jawa seperti Candi Borobudur, Prambanan, Mendut dan lain-lain.

Sementara catatan sejarah tentang asal-usul suku Jawa sendiri adalah sebagai berikut:

1. Babad Tanah Jawa

Sejarah asal-usul tentang masyarakat Jawa menurut Babad Tanah Jawa yakni berasal dari Kerajaan Kling. Pada masa tersebut, Kerajaan Kling sedang berada di dalam situasi yang kacau, akibat dari perebutan kekuasaan. Selanjutnya, salah satu pangeran Kling yang tersingkirkan kemudian pergi meninggalkan kerajaan tersebut bersama pera pengikutnya yang setia.

Pangeran yang tersingkirkan dari kepemimpinan ini lalu mengembara hingga menemukan pulau terpencil yang masih belum dihuni manusia. Mereka kemudian saling gotong royong membangun pemukiman, dan akhirnya mereka mendirikan sebuah kerajaan baru yang diberi nama Javacekwara. Keturunan dari pangeran inilah yang kemudian dianggap sebagai nenek moyang suku Jawa berdasarkan cerita Babad Tanah Jawa.

Baca Juga Cara Menghitung Weton

2. Pendapat Arkeolog

Sedangkan menurut para arkeolog, asal-usul penduduk Jawa tidak terlepaskan dari asal-usul orang Indonesia itu sendiri. Para arkeolog ini meyakini bahwa nenek moyang suku Jawa berasal dari penduduk pribumi. Pendapat ini diperkuat dengan ditemukannya fosil manusia purba Pithecantropus Erectus dan juga Homo Erectus.

Seorang ahli anatomi bernama Eugene Dubois yang berasal dari Belanda menemukan sebuah fosil Homo Erectus. Penemuan ini ditemukan di Trinil sekitar tahun 1891, penemuan fosil ini juga dikenal dengan sebutan manusia Jawa.

Kemudian dilakukan lagi perbandingan DNA pada fosil manusia kuno tersebut dengan suku Jawa pada sekarang ini. Hasil yang didapatkan juga cukup mengejutkan, bahwa DNA tersebut tidak mempunyai perbedaan yang cukup jauh satu sama lain. Dengan hasil ini banyak dipercayai oleh beberapa ahli arkeologi sebagai teori asal-usul keberadaan suku Jawa.

3. Pendapat Sejarawan

Para sejarawan mempunyai pendapat berbeda tentang asal-usul suku Jawa. Menurut Von Hein Geldern mengatakan bahwa telah terjadi migrasi penduduk dari daerah Tiongkok bagian selatan atau sering disebut Yunan di kepulauan Nusantara. Proses migrasi ini terjadi pada awal zaman neolitikum 2000 SM hingga zaman perunggu 500 SM secara besar-besaran dan bertahap mengunakan perahu cadik.

Menurut pendapat Dr. H. Kern mengungkapkan pada penelitian yang dilakukan tahun 1899, bahwa bahasa daerah di Indonesia mirip satu sama lain. Akhirnya ia menarik kesimpulan bahwa bahasa tersebut berasal dari akar rumpun yang sama, yakni rumpun Austronesia. Pendapat inilah yang menguatkan Geldern tentang teorinya tentang sejarah asal-usul suku Jawa dan bangsa Indonesia.

4. Tulisan Kuno India

Sedangkan jika berdasarkan tulisan kuno India ini disebutkan bahwa ketika zaman dulu, beberapa pulau di kepulauan Nusantara menyatu dengan dataran Asia dan Australia. Ketika itu, terjadilah musibah sehingga menyebabkan meningkatnya kadar permukaan air laut. Akhirnya beberapa daratan terendam air hingga memisahkan pulau-pulau tersebut dari daratan utamanya.

Tulisan kuno India uni menyebutkan bahwa seorang pengembara bernama Aji Saka melakukan perjalanan ke penjuru dunia dan akhirnya menemukan pulau Jawa. Berdasarkan tulisan ini, Aji Saka adalah orang yang pertama kali menginjakkan kaki di tanah Jawa. Kemudian ia dan pera pengikutnya dianggap sebagai nenek moyang suku Jawa.

5. Surat Kuno Keraton Malang

Pendapat tentang asal-usul suku Jawa yang terakhir adalah berdasarkan surat kuno dari Keraton Malang. Surat kuno ini menyebutkan bahwa penduduk Jawa berasal dari Kerajaan Turki sekitar tahun 450 SM. Raja Turki ini kemudian mengirimkan rakyatnya untuk mengembara dan membangun daerah kekuasaan mereka yang masih belum dihuni. Proses migrasi ini dilakukan secara bergelombang selama beberapa waktu.

Pada akhirnya, utusan raja tersebut telah tiba di sebuah tanah yang subur, banyak ditemukan aneka bahan pangan. Tidak kesulitan untuk melakukan adaptasi dan membangun pemukiman di tanah ini.

Semakin lama, banyak sekali gelombang migrasi yang datang. Akhirnya pulau asing tersebut kemudian diberi nama tanah Jawi oleh orang-orang yang datang seba disana masih banyak ditemukan tanaman jawi.

Ciri Khas Dan Kebudaya Suku Jawa

Ciri Khas Dan Kebudaya Suku Jawa
Ciri Khas Dan Kebudaya Suku Jawa

Suku Jawa juga terkenal mempunyai kebudayaan yang menarik sekali untuk dipelajari. Berbagai kebudayaannya mungkin sudah banyak orang yang mengetahuinya, mengingat suku Jawa adalah salah satu suku terbesar di negara Indonesia. Berikut ini adalah ciri khas dan kebudayaan masyarakat Jawa:

1. Seni Tari Suku Jawa

Ciri khas dan kebudayaan suku Jawa yang pertama adalah dalam bidang seni tarinya yang sangat beraneka macam. Tari-tarian masyarakat Jawa memiliki gerakan yang lemah gemulai, serta ada juga yang mempunyai gerakan yang tangkas.

Pada umumnya, jenis tari-tarian masyarakat Jawa tidak bisa dilepaskan dari unsur magisnya. Berbagai macam tarian Jawa tersebut seperti tari sintren, bedhaya ketawang, kuda lumping, reog dan lain-lain. Biasanya tarian ini akan diiringi oleh musik gamelan dan seruling.

2. Senjata Tradisional Suku Jawa

Ciri khas dan kebudayaan suku Jawa selanjutnya adalah dalam bidang senjata tradisional yakni berupa keris. Keris adalah benda pusaka yang sangat penting dan dipercayai oleh orang Jawa mempunyai kesaktian.

Untuk pembuat keris biasanya akan dipanggil dengan nama Mpu yang proses pembuatannya dengan cara ditempa dan diberi mantra-mantra. Salah satu keris Jawa yang sangat melegenda adalah keris Mpu Gandring di dalam cerita Ken Arok.

3. Seni Musik Tradisional Suku Jawa

Suku Jawa juga mempunyai seni musik tradisional yang dihasilkan oleh alat bernama gamelan. Gamelan ini dulunya digunakan oleh Wali Songo ketika menyebarkan agama Islam. Gamelan adalah gabungan dari berapa jenis alat musik seperti kendang, gong, kenong, bonang, kempul, gambang, slenthem dan lain-lain.

4. Bahasa Dan Aksara Jawa

Orang-orang Jawa biasanya menggunakan bahasa Jawa dalam percakapan setiap harinya. Bahasa Jawa sendiri mempunyai beberapa tingkatan, tergantung dengan siapa kita sedang berbicara.

Tingkatan-tingkatan tersebut berupa:

  • Ngoko

Ngoko adalah bahasa Jawa yang sedikit tergolong kasar, serta biasanya digunakan dalam percakapan seseorang yang tingkatnya berada di bawah kita.

  • Karma Madya

Krama madya adalah bahasa Jawa yang biasanya digunakan seseorang dalam percakapan dengan orang yang sederajat.

  • Krama Inggil

Krama inggil adalah bahasa Jawa yang biasanya digunakan masyarakat Jawa dalam percakapan dengan orang yang lebih tua.

Selain itu, suku Jawa juga mempunyai 20 buah huruf yakni, Ha, Na, Ca, Ra, Ka, Da, Ta, Sa, Wa, La, Pa, Dha, Ja, Ya, Nya, Ma, Ga, Ba, Tha, Nga. Huruf-huruf Jawa tersebut memiliki arti terdapat dua utusan yang setia saling bertarung satu sama lain, yang kesaktiannya sama, dan sama-sama meninggal.

Baca Juga Aksara Jawa

5. Budaya Kejawen

Budaya kejawen adalah budaya yang sangat kental dan cukup erat di dalam masyarakat Jawa. Ajaran ini adalah gabungan adat istiadat, budaya, pandang sosial dan filosofis orang Jawa. Tidak dapat disembunyikan lagi bahwa suku Jawa mempunyai catatan sejarah yang cukup panjang dan kebudayaannya yang mengagumkan.

Sebagai bangsa Indonesia, seharusnya kita mengerti dan belajar dari sejarah yang melahirkan diri kita saat ini.

6. Makanan Khas Suku Jawa

Pada dasarnya, makanan khas suku Jawa sangat beraneka ragam di setiap daerah. Makanan tersebut banyak didominasi oleh budaya masyarakat setempat. Sedangkan makanan khas orang Jawa yang terkenal adalah gudeg yang bisa sobat ilmunik temukan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Makanan ini juga sudah terkenal hingga mancanegara.

Bahan dasar dari makanan gudeg adalah buah nangka yang masih muda (biasanya disebut dengan tewel). Kemudian di tambahkan bumbu-bumbu dapur lain, sehingga memunculkan cita rasa yang cukup enak dan menggugah selera.

Selain itu, ada juga makanan khas masyarakat Jawa lain, yakni berupa tahu petis (bisa ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur). Tahu petis merupakan campuran antara petis dan tahu, biasanya akan dimakan dengan nasi liwet.

7. Falsafah Hidup

Falsafah yang diikuti kebanyakan masyarakat Jawa adalah dijadikan pedoman hidup. Falsafah yang digunakan antara lain "urip iku urup" (hidup itu harus bermanfaat), "mangan ora mangan sing penting kumpul" (kebersamaan adalah hal penting), dan lain sebagainya.

8. Kesenian Wayang Kulit

Wayang kulit adalah salah satu kebudayaan suku Jawa yang diyakini telah dikembangkan oleh Wali Songo (Sunan Kalijogo). Wali Songo adalah tokoh-tokoh ulama yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa.

Biasanya, wayang kulit akan dimainkan oleh seorang dalang menggunakan berbagai alat, seperti wayang, batang pisang untuk tempat menancapkan, kain putih dan lampu sorot.

Pertunjukan wayang biasanya dilakukan selama semalam suntuk. Pertunjukannya akan disertai dengan musik gamelan khas Jawa dan juga penyanyi sinden. Cerita perwayangan sendiri mengisahkan tentang pelajaran kehidupan, seperti Mahabarata dan Ramayana yang telah dimodifikasi dengan kultur Jawa.

9. Adat Istiadat Suku Jawa Yang Menarik

Suku Jawa juga mempunyai adat istiadat yang cukup menarik lo sobat ilmunik. Dibawah ini adalah sebagian adat istiadat suku Jawa:

  1. Selametan, yakni salah satu ritual yang tujuannya untuk mendoakan arwah para leluhur yang telah meninggal agar diberikan pengampunan dan terhindar dari siksa api neraka.
  2. Tedak Sinten, merupakan kebiasaan yang dilakukan pada bayi yang telah bisa berjalan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan pencipta alam sebab dikaruniai bayi yang sehat. Salah satu daya tarik dari kebiasaan ini adalah sang bayi yang akan di tedak sinten harus ditempatkan di sangkar ayam dalam waktu tertentu.
  3. Ruwatan, merupakan salah satu kebiasaan yang dilakukan oleh suku Jawa khususnya Dataran Tinggi Dieng sebagai wujud penyucian dan perlindungan dari hal buruk yang akan terjadi.
  4. Akad Nikah, merupakan salah satu kebiasaan orang Jawa yang dilakukan ketika ada pasangan menikah. Kebiasaan ini terdiri dari rangkaian acara yang harus dilakukan pengantin dari awal hingga acara selesai.

10. Rumah Adat Suku Jawa

Ciri dan kebudayaan suku Jawa selanjutnya adalah dapat dilihat dari rumah adatnya, seperti rumah kebaya, rumah baduy, rumah adat kasepuh yang masih termasuk kawasan Jawa. Akan tetapi yang paling khas dari masyarakat Jawa adalah rumah joglo.

Rumah joglo merupakan tempat tinggal suku Jawa sejak zaman dulu, akan tetapi seiring berkembangnya zaman, rumah adat ini sangat jarang sekali ditemukan.

11. Mata Pencaharian Suku Jawa

Sebelum adanya perkembangan teknologi yang sangat pesat, umumnya mata pencaharian suku Jawa adalah dalam bidang berikut:

  • Pertanian.
  • Perkebunan.
  • Perikanan.
  • Perdagangan.

Baca Juga Pepatah Jawa

Penutup

Mungkin hanya itu saja ya sobat ilmunik penjelasan yang dapat saya berikan dalam tulisan kali ini. Semoga dengan adanya sedikit tulisan ini dapat membantu dan menambah pengetahuan kalian, cukup sekian dan salam dari penulis.