Pengertian Pernikahan, Hukum, Rukun Dan Syaratnya [Terlengkap]

Pengertian Pernikahan, Hukum, Rukun Dan Syaratnya [Terlengkap]

Pengertian pernikahan - Jika berbicara masalah pernikahan sangatlah panjang, mulai dari syarat, rukun, dan tata caranya dalam pernikahan menurut agama Islam. Pernikahan juga termasuk suatu kegiatan yang dianjurkan untuk dilakukan oleh setiap umat muslim, sebagai penyempurna agama Islam.

Sebagai umat Islam kita wajib tau tentang apa saja yang harus kita lakukan dalam memilih calon pendamping hidup. Tata cara dalam memilih calon istri juga diterangkan dalam Islam, hal ini penting bagi kalian untuk pedoman mencari istri yang soleh dan menjadikan keluarga penuh dengan kebahagiaan.

Yuk langsung saja kita masuk pada pembahasan utama.

Pengertian Pernikahan

pengeertian pernikahan
woop.id

Dalam pembahasan pengertian pernikahan sangat banyak pendapat dari berbagai versi pengertian, namun pendapat yang dikemukakan juga tidak jauh berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Berikut berbagai pengertian pernikahan:

1. Menurut Wikipedia

Pengertian pernikahan menurut Wikipedia didefinisikan sebagai upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilakukan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial.

Dalam arti lain pernikahan adalah terkumpul dan menyatu, sebelum seseorang melakukan pernikahan, maka bisa dilakukan khitbah terlebih dahulu sehingga masuk ke jenjang yang lebih dalam.

2. Menurut Istilah

Secara istilah pernikahan bisa diartikan sebagai Ijab Qobul (akad nikah) yang mewajibkan adanya hubungan antar dua orang berbeda kelamin yang diucapkan oleh kata-kata yang ditujukan untuk melanjutkan ke pernikahan, sesuai dengan peraturan yang diwajibkan dalam Islam.

3. Menurut Syara'

Pengertian pernikahan menurut syara' adalah serah terima antara laki-laki dan perempuan dengan tujuan untuk saling memuaskan satu sama lainnya dan untuk membentuk rumah tangga yang sakinah serta masyarakat yang sejahtera.

4. Menurut Ahli Fiqih

Para ahli fiqih mengemukakan zawaja atau nikah yaitu akad yang secara menyeluruh di dalamnya terkandung kata nikah atau tazwij.

5. Menurut Hukum Islam

Pengertian pernikahan atau perkawinan dalam hukum Islam adalah akad yang ditentukan syara' untuk membolehkan bersenang-senang antara laki-laki dan perempuan dan menghalalkan bersenang-senangnya antar dua orang ini.

6. Menurut Abu Yahya Zakariya al-Anshory

Pengertian pernikahan atau perkawinan menurut beliau adalah akad yang didalamnya terkandung hukum kebolehan hubungan seksual dengan lafadz nikah atau dengan kata-kata yang semakna dengannya.

Dasar Hukum Pernikahan Dalam Islam

perkawinan pandangan islam
tebuireng.online

Hukum pernikahan dalam Islam adalah sunah muakad, tetapi bisa berubah sesuai dengan kondisi dan niat seseorang. Jika pada seseorang ingin menikah dengan diniatkan sebagai usaha untuk menjauhi dari perzinahan, hukumnya sunah. Jika diniatkan untuk sesuatu yang buruk, hukumnya menjadi makruh, bahkan haram.

Allah SWT berfirman:

“Dan diantara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir”. (Q.S. Ar-Rum, 30:21).

Syarat Pernikahan Dalam Islam

syarat pernikahan wali nikah
madaninews.id

1. Calon suami telah baligh dan berakal.

2. Calon istri yang halal untuk dinikahi.

3. Lafadz ijab dan Qobul harus bersifat selamanya.

Dalam sebuah pernikahan yang dimaksud dengan ijab qobul adalah seorang wali atau wakil dari mempelai perempuan mengemukakan kepada calon suami anak perempuannya yang berada pada perwaliannya. Dan untuk calon suami menyatakan menerima pernyataan dari wali calon istri.

Ijob qobul juga diartikan sebagai ucapan seorang laki-laki yang ingin mengambil perempuan tersebut sebagai istrinya.

4. Dua Orang Saksi

Menurut pendapat para ulama, akad nikah minimal harus dihadiri oleh dua orang saksi. Para saksi dalam akad nikah harus memenuhi syarat-syarat berikut:

  • Cakap bertindak secara hukum (baligh dan berakal).
  • Minimal dua orang
  • Laki-laki.
  • Merdeka.
  • Orang yang adil.
  • Muslim.
  • Dapat melihat (menurut ulama madzab Imam Syafi'i).

5. Adanya Wali

Dalam pernikahan wali harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  • Beragama Islam.
  • Baligh dan berakal sehat.
  • Merdeka.
  • Laki-laki.
  • Memiliki hak perwalian.
  • Tidak halangan untuk menjadi wali.
  • Adil.

Rukun Pernikahan Dalam Islam

rukun pernikahan dalam islam
kaskus.co.id
  1. Ada mempelai yang akan menikah.
  2. Ada minimal dua saksi dalam pernikahan tersebut.
  3. Ada wali yang menikahkan.
  4. Ada ijab dan qobul dari wali dan mempelai laki-laki.
  5. Tidak ada paksaan dari kedua belah pihak.
  6. Adanya mahar

Baca JugaPerceraian Dalam Islam

Hukum Pernikahan Dalam Islam

hukum pernikahan menurut islam
nurhudayantisaleh.wordpress.com

Hukum dalam hal pernikahan berlaku sesuai kondisi yang ada. Hukum pernikahan sebagai berikut:

1. Sunnah

Hukum sunnah yang berlaku pada kondisi ini adalah jika seseorang telah mempunyai keinginan untuk menikah serta mempunyai kemampuan untuk memberikan nafkah lahir dan batin.

2. Wajib

Hukum pernikahan bisa dikatakan wajib jika seseorang sudah memiliki kemampuan memberikan nafkah dan di khawatirkan akan terjerumus kepada perbuatan zina, apabila tidak segera melaksanakan pernikahan atau perkawinan.

3. Jaiz

Hukum pernikahan jaiz maksudnya adalah diperbolehkan menikah juga boleh tidak. Hukum jaiz ini yang dipakai dasar hukum dalam pernikahan. Perbedaan dalam situasi dan kondisi serta motif yang mendorong terjadinya pernikahan menyebabkan terjadinya hukum jaiz ini.

4. Makruh

Hukum ini berlaku ketika seseorang yang sudah ingin menikah tapi belum siap untuk memberi nafkah.

5. Haram

Pernikahan bisa menjadi haram ketika pada motivasi pernikahan karena ada niatan jahat, seperti untuk menyakiti istrinya, keluarganya, dan niat-niat yang buruk lainnya.

Hukum Pernikahan Beda Agama

hukum pernikahan beda agama
an-najah.net

Dalam agama Islam menikah dengan orang yang berbeda agama itu di haramkan atau tidak sah. Walau ada beberapa yang membolehkan, namun kita dapat melihat bahwa ahlul kitab pada zaman dulu berbeda dengan zaman sekarang.

Untuk pembahasan untuk pernikahan dengan ahlul kitab (Yahudi dan Nasrani) hukumnya juga haram. Pada kitab -kitab selain Al-Qur,an banyak yang isinya sudah tidak asli atau mengalami perubahan pada zaman sekarang.

Tata Cara Pernikahan Dalam Hukum Islam

tata cara pernikahan khitbah
style.tribunnews.com

Agama Islam adalah agama rahmatallilalamin, agama yang sangat detail mengatur setiap sudut kehidupan. Salah satunya dalam hal pernikahan, agama Islam memberi cara untuk memilih istri yang baik menurut agama Islam. Berikut tata cara pernikahan dalam Islam:

1. Meminta Pertimbangan

Sebagai umat Islam, sebelum memutuskan untuk menikahi seseorang wanita yang akan dijadikan istrinya alangkah baiknya untuk meminta pertimbangan dari kerabat dekat wanita tersebut yang baik agamanya.

Dalam memilih pasangan hidup sebaiknya kita memilih yang soleh dan solehah yang akan dijadikan sebagi pendamping hidup didunia dan diakhirat. Jangan sampai ketika kita memilih pendamping hidup menjadi salah demi masa depan kita.

Syaikhona K.H Maimun Zubair mengatakan:

Kalau memilih istri itu jangan yang terlalu mengerti dunia (materi), Karena seberapa soleh anakmu tergantung sesholehah apa ibunya.

Baca JugaSejarah Islam di Indonesia

2. Shalat Istikharah

Setelah dirasa sudah mendapat pertimbangan tentang bagaimana calon istrinya, alangkah baiknya untuk melakukan shalat istikharah sampai dengan hatinya diberi kemantapan oleh Allah SWT dalam mengambil keputusan.

Shalat istikharah dilakukan adalah untuk meminta kepada Allah SWT agar diberi petunjuk dan tidak sampai salah dalam mengambil keputusan, dan diberikan pilihan yang tepat untuknya.

Shalat istikharah tidak dilakukan untuk mencari jodoh saja, shalat ini bisa dilakukan ketika kita bimbang dalam memikirkan sebuah pilihan. Dengan melakukan shalat istikharah Insyallah lebih mudah lagi untuk memilih suatu keputusan.

3. Khitbah (meminang)

Setelah sudah dirasa mendapatkan kemantapan dalam memilih calon istri, maka sebaiknya segera melakukan  peminangan (khitbah). Seorang pria tersebut harus menghadap orangtua/wali dari wanita yang akan dijadikan istrinya, dengan tujuan untuk menyampaikan isi hatinya untuk meminta restu atau izin untuk menikahi anaknya.

Ada dua syarat wanita yang diharamkan untuk dipinang, antara lain:

  1. Pada saat dipinang, tidak ada halangan-halangan syar'i yang menjadikan laki-laki dilarang memperistrinya saat itu. Seperti ketika ada suatu hal sehingga wanita tersebut haram dinikahi selamanya (masih mahram) atau sementara (masa iddah/ditinggal suami atau ipar, dan lain-lain).
  2. Belum dipinang orang lain secara sah, sebab agama Islam mengharamkan seseorang meminang pinangan saudaranya.

4. Melihat Wanita Pinangan

Agama Islam adalah agama yang hanif, mensyariatkan pelamar untuk melihat wanita yang dilamar dan mensyariatkan wanita yang dilamar untuk melihat laki-laki yang melamarnya. Tujuannya adalah agar kedua belah pihak benar-benar mendapatkan kejelasan pada saat menjatuhkan pilihan pasangan hidupnya.

Rasulluah SAW bersabda:

“Apabila salah seorang di antara kalian meminang seorang wanita, maka apabila ia mampu hendaknya ia melihat kepada apa yang mendorongnya untuk menikahinya.”

Untuk pembahasan dalam melihat wanita ada anjuran yang dilakukan pada saat proses ini, lebih baik tidak dilakukan jika merugikan pihak wanita.

Agama Islam memberi ketentuan hukum pada saat peminangan diantaranya adalah dilarang berkhalwat dengan laki-laki peminang tanpa disertai mahram dari wanita dan  yang dipinang tidak boleh berjabat tangan dengan laki-laki peminang.

5. Akad Nikah

Proses selanjutnya adalah akad nikah yang dilakukan setelah melaksanakan khitbah (peminangan). Dalam hal ini sudah saya jelaskan diatas tentang syarat dan rukun dalam pernikahan.

6. Walimatul Ursy

Pada walimatul ursy hukumnya wajib, karena Rasulluah SAW pernah berkata pada Abdurrahaman bin Auf "Adakanlah walimah sekalipun hanya dengan seekor kambing.” (HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh Al-Alabni dalam Shahih Sunan Abu Dawud no. 1854).

Tapi ada hal yang perlu diperhatikan, tidak wajib menghadiri undangan yang didalamnya terdapat maksiat kepada Allah SWT dan Rasul-nya, kecuali dengan maksud akan merubah atau menggagalkannya. Apabila sudah terlanjur hadir, tetapi tidak mampu untuk merubah atau menggagalkannya, maka wajib untuk meninggalkan tempat itu.

Baca JugaCara Mendidik Anak Menurut Islam

Hikmah Pernikahan

hikmah dari pernikahan
perpuskampus.com
  • Menghindarkan dari perzinaan.
  • Dapat mempererat tali silaturahim.
  • Melaksanakan tuntutan syari'at agama Islam.
  • Mendapat ketenangan hidup dan kasih sayang.
  • Sebagai suatu media pendidikan.
  • Dapat terjaga kesucian diri.
  • Menghasilkan keturunan yang bisa berguna bagi agama, bangsa, dan negara.
  • Mewujudkan sikap kerjasama dan tanggungjawab.

Penutup

Nah. mungkin itu saja yang dapat saya bagikan kepada sobat ilmunik tentang pengertian pernikahan, cara, dan hukumnya. Semoga dengan sedikit informasi ini bisa menambah pengetahuan dan semakin membuat kuat keimanan kita. Jika sobat ilmunik ingin mencari informasi tentang agama lainnya bisa mengunjungi blog dakwahsahabat.com, sebab banyak penjelasan masalah agama di dalamnya.