Pengalaman Belajar Di MEC (Mandiri Enterpreneur Center)

Pengalaman Belajar Di MEC (Mandiri Enterpreneur Center)

hay gusy... apakah dari kalian pernah mendapatkan pengalaman yang masih kamu ingat sampai sekarng waktu di skolahan maupun di kampus?.

masih ingatkah dengan prestasi-prestasi yang kamu dapat dalam proses mencari ilmu?.

ya, saya akan berbagi cerita sedikit untuk kalian, barangkali bisa menambah inspirasi belajar kalian.

Ini salah satu pengalaman saya ketika menimba ilmu di salah satu LKP di Surabaya. Mari kita simak dan semoga bisa menambah semangat kalian dalam mencari ilmu.

 

okee lest go...... simak gays.

Proses daftar MEC tahun 2017

belajar

Pada tahun 2017 saya mendaftar pelatihan atau LKP di Surabaya. Yaitu pelatihan yang di khususkan untuk anak-anaka yatim yang bernama Mandiri Enterpreneur Center atau yang lebih di kenal dengan nama (MEC). Dibawah naungan badan amil zakat nasional(BAZNAS) Yatim Mandiri.

Di sana saya belajar banyak hal mulai dari ilmu umum, ilmu agama, dan mendapatkan banyak teman. Bukan dari satu daerah saja tapi dari seluruh penjuru Nusantara.

Adat merekapun berbagai macam, bahasanya pun bermacam-macam.

Dapat Info Tentang MEC

Awal pertama saya kenal dengan MEC, itu tidak sengaja dan saya pun belum pernah mendengar LKP yang bernama MEC sebelumnya.

Pertama saya dapat informasi  dari bulek saya. Istilah jawanya, lebih terkenal kalau di kota-kota namanya bibi, dia sudah lama tinggal di Surabya kurang lebih 5 tahunan.

Saya di kasih tau tentang apa itu MEC dan apa saja yang di ajarkan di sana. Mulai dari jurusan apa saja yg ada dalam LKP MEC, hingga sampai kegiatan agama.

 

Proses pendaftaran

ketika saya telah mendapatkan informasi dari bibi. Saya pun di suruh mengisi formulir pendaftaran untuk di setorkan kepada panitia pendaftaran MEC, agar nanti nama saya ada ketika di panggil saat mulai tes.

Saya pun mulai mengisi formulir, tentang biodata diri saya, orang tua dan kebiasaan saya.

Setelah saya mengisi formulir pendaftaran, bibi saya pun membawa ke surabaya untuk di setorkan pada panitia penerimaan peserta didik baru.

 

Setelah kurang lebih satu bulan. Tiba waktunya untuk proses tes tulis dan wawancara, dan tes baca Al-qur’an, saya berangkat dari Bojonegoro ke Surabaya dua hari sebelum, acara tes di mulai.

 

Saya berpamitan kepada ibu saya, karna doa ibu bagaikan pedang yang sangat tajam karena ridho Allah tergantung ridho orang tua, seperti dalam hadist Nabi Saw, yang berbunyi:

رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ

Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka           orang tua” (Hasan. at-Tirmidzi : 1899,  HR. al-Hakim : 7249, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabiir : 14368, al-Bazzar : 2394).

 

  Tes Seleksi

Saya berangkat naik Bus dari Bojonegoro ke Surabaya kira-kira jam 13;00, dalam perjalanan yang lumayan jauh itu saya di suguhkan dengan pemandangan-pemandangan yang cukup indah dengan taman-taman di samping jalan raya .

 

 

Sampai tak terasa saya pun tertidur pulas di dalam bus, hehe

 

Tak terasa waktu pun sudah menunjukan pukul 15;30, dan baru saya sadari bahwa Bus yang saya naiki sudah sampai di Termial OSOWILANGUN, sampai di sana saya turun untuk menghubungi  kerabat saya yang berada di Surabaya untuk menjemput saya.

 

Setelah saya menghubungi kerabat saya, sembari menunggu kerabat saya datang, saya menunaikan solat ashar terlebih dahulu agar  tidak kehabisan waktu solat ashar.

 

Setelah saya selesai solat ashar saya lihat kerabat saya sudah ada didepan menunggu saya, saya pun berangkat ke rumahnya untuk tinggal sementara sambil menunggu  jadwal tes.

 

Tiba waktu untuk seleksi, saya diantar kerabat saya ketempat tes yang sudah di arahkan oleh panitia tes.

 

Saat saya datang ke tempat tes, ternyata sudah banyak peserta lain yang sudah datang, saya pun berkata kepada kerabat saya agar untuk di tinggal saja, saya minta jemput kalo sudah selesai waktu tes, agar tidak menunngu lama kerabat saya.

 

Tes seleksi akan di mulai, semua peserta di duruh untuk masuk kedalam ruangan yang sudah disiapkan.

 

Tes pertama, adalah tes tulis terdiri dari berbagai macam soal, ada psikotes, matematika dan sebagian sisanya ilmu umum.

 

Tes demi tes saya lewati dengan lancar, Alhamdulillah, hehehe.

 

Giliran tes wawancara, pada saat tes wawancara banyak pertanyaan yang di ajukan kepada saya, mulai dari kebiasaan, kebenaran biodata, wawasan umum dan baca Al-qur’an.

 

Pada tes kebiasaan ada salah satu pertanyaan yang di ajukan pada saya, saya di tanya “apakah sebelumnya pernah merokok?” saya jawab saja, “pernah cuman pas waktu kecil" penasaran, lalu mencoba, tapi rasanya tidak enak langsung saya buang dan alhamdulillah sampai sekarang saya tidak merokok, hehehe

 

Dan setelah semua proses tes saya lalui, tiba waktunya saya pulang kembali ke rumah kerabat saya, dan minta agar di jemput dan sekalian di antarkan ke Teminal OSOWILANGON, untuk kembali pulang ke Bojonegoro.

 

Prose Pengumuman Hasil Tes

Setelah jeda, waktu kurang lebih satu bulan tiba saatnya untuk pengumuman hasil tes seleksi di bagikan.

Hasil tes di bagikan lewat akun emai masing-masing peserta didik, dan pas waktu sekitar pukul 15;00 saya mendapatka email LKP MEC, saya lihat hasil tes mulai dari atas sampai bawah dan ternyata nama saya ada diantara nama-nama itu, Alhamdulillah.

Di bagian emailnya pun ada syarat apa sja yang harus di bawa saat mengkitu proses pelatihan selama satu tahun, banyak syaratnya yg harus saya penuhi, mulai dari baju, ijazah, dll.

 

Keputusan Untuk Tidak Jadi Masuk MEC

Pada akhirnya, jelang satu hari sebelum berangkat ke MEC, hati saya bimbang karena ada syarat yang belum saya penuhi, yaitu ijazah saya belum keluar, dan di tambah lagi saya masih belum bisa meninggalkan ibu saya, soalnya disana syaratnya harus satu tahun dan cuman dikasih waktu pulang satu minggu dalam setahun.

 

Akhirnya, saya memutuskan tidak jadi memasuki MEC dan saya ingin bekerja membantu saudara-saudara saya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sambil menunggu ijazah saya keluar.

Ibu saya pun memaklumi saya, dan semua keputusan diserahkan pada saya.

 

Proses Daftar Kedua 2018

 

Setelah sebelunya saya tidak jadi masuk ke MEC, saya pun mencoba daftar lagi, bedanya saya langsung daftar sendiri di Surabaya, dan mengisi data-datanya disana, untungnya orang-orangnya tidak ingat dengan saya, hehehe, dan saat itu data-data saya sudah lengkap mulai ijazah, dll.

 

Prosesnya pun hampir sama dengan proses daftar pertama, mulai tes wawancar, dll, tidak ada bedanya.

 

Saya daftar sendiri karena setelah ijiazah saya keluar saya bekerja di Surabaya, saya memutuskan untuk merantau karna saya ingin lebih bnyak mencari pengalaman lagi.

 

Setelah tes saya lakukan, sama dengan sebelumnya,  ada jeda waktu satu bulan untuk pengumuman hasil tes.

 

Sampai pada hari pengumuman, disitu saya cek semua daftar nama dari atas sampai bawah. Ternyata Alhamdulillah ada nama saya lagi, hehehehe.

 

Pada kesempatan kali ini,saya tidak ingin membuang kesempatan yang kedua kalinya. Niat saya sudah bulat untuk masuk dan bergabung ke dalam LKP MEC.

 

Saya mengambil jurusan Otomotif dan Desain Grafis pada waktu tes, dan Alhamdulillah saya di terima untuk jurusan Otomotif.

 

Saya berangkat pulang ke Bojonegoro untuk mengambil baju. Untuk melengkapi syarat yang diajukan dan meminta izin kepada orang tua saya. Agar diberikan kelancaran menuntut ilmu dan menjadikan ilmu yang barokah.

 

 

Suasana Ketika Adaptasi

proses

Setelah semua calon peserta didik datang ke LKP MEC. Pesrta wajib mengisi absensi dan menyetorkan syarat-syarat yang telah di berikan sebelumnya.

 

Tak menunggu waktu lama, saya pun ikut mengantri untuk mengumpulkan persyaratan. Tiba saatnya giliran saya untuk mengumpulkan dan check in barang bawaan. Satu persatu barang bawaan dilihat dan semuanya pun aman, setelah itu diarahkan untuk beristirahat ditempat yang sudah disediakan.

 

Di situ saya kenalan dengan anak dari berbagai daerah, dan mereka pun unik-unik, keberagaman Indonesia berada di situ.

Dari jumlah awal calon peserta didik ada pula yang terkena seleksi alam, atau tidak kuat lalu mengundurkan diri.

mungkin karna belum saatnya saja mereka mendapatkan ilmu dari MEC. Mungkin ada tempat belajar yang lain diluar sana yang lebih baik lagi.

Proses Belajar

proses

Setelah proses adaptasi yang di sebut MOPD (masa orientasi peserta didik), tiba saatnya kegiatan belajar mengajar.

 

Tempat belajar jurusan Otomotif paling beda sendiri. Tempatnya tidak satu area di dalam kampus melainkan harus menempuh perjalanan kira-kira dua kilo.

 

Kami menempuh perjalanan bukan memakai sepeda motor. Tapi kami menempuh perjalanan dengan menggunakan sepeda onthel, atau pit onthel, bisa juga di katakan yamancal, hehehe.

 

Suatu sensasi yang berbeda, biasanya kemana-mana naik sepeda motor. Disitu kami bisa keliling kota Surabya dengan yamancal, hehe, itung-itung sambil olahraga.

 

Itu kami lalui kurang lebih selama satu tahun, badan terasa sehat, karena setiap hari di pakai  olahraga dengan yamancal.

 

 

 

Prosesi Wisuda Dan Mendapatkan Amanah

wisuda

Setelah proses belajar selama kurang lebih satu tahun, tiba saatnya giliran penghujung kegiatan yaitu wisuda.

 

Pada saat itu, adalah waktu yang sangat membahgiakan bagi kami. Para peserta didik yang tersisa, karena ada yang tidak kuat karena seleksi alam dan ada faktor yang lainya.

 

Pada prosesi wisuda itu setiap jurusan di ambil peserta didik yang terbaik selama pembelajaran.

 

Pada waktu proses pemanggilan peserta didik yang terbaik, semua peserta didik pun deg-degan. Apakah bisa mendapatkan predikat terbaik atau tidak, satu persatu peserta didik dari masing-masing jurusan di panggil. Untuk naik ke panggung wisuda.

 

Waktu giliran peserta didik terbaik dari Otomotif dipanggil. Deg-degan rasanya penasaran siapa yg terbaik dari jurusan Otomotif, saya pun tak menyangka bahwa yang di panggil itu adalah nama saya.

 

Alhamdulillah, Hati pun rasanya sangat bahgia, bisa mengulang masuk jajaran peserta didik terbaik seperti waktu sekolah Madrasah Aliyah (MA).

 

 

Saya sangat bersyukur, dan yang saya yakin itu adalah hasil perjuangan saya, doa dan keridhoan orang tua saya.

 

Tak cukup sampai di situ, saya pun di panggil bapak kepala asrama. Awalnya  saya pun agak berprasangka negatif dalam hati, “kenek masalah opo yo aku kok di celuk”, dalam hati berkata.

 

Saya kira kena masalah, malah saya di suruh mengabdi untuk mendampingi adik-adik saya angkatan 14. Saya pun menerima amanah itu sebagai balas budi selama saya berada di LKP MEC (Mandiri Entrepreneur Center).

 

Sekian sedikit cerita pengalaman saya, semoga bermanfaat bagi kalian, hehe.