Pancasila Sebagai Ideologi Negara | Pengertian, Fungsi, Makna (Lengkap)

Pancasila Sebagai Ideologi Negara | Pengertian, Fungsi, Makna (Lengkap)

Pancasila Sebagai Ideologi Negara - Pancasila secara formal katakan sebagai dasar negara yang merupakan landasan atau fundamental menjadi pijakan dan memberikan kekuatan untuk berdirinya sebuah negara besar.

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia adalah landasan kaidah yang mengatur Negara Kesatuan Republik Indonesia. Termasuk juga seluruh unsur yang ada di dalam negara Indonesia, serta memiliki makna tersendiri.

Pada artikel ini, akan saya jelaskan pengertian pancasila sebagai ideologi negara untuk sobat ilmunik semua, sebagai sarana tambahan ilmu. Yuk langsung saja kita simak pembahasannya.

Pengertian Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Pengertian pancasila sebagai ideologi negara
Pengertian pancasila sebagai ideologi negara

Sebelumnya kita perhatikan terlebih dahulu arti dari ideologi secara luasnya. Kata ideologi sendiri berasal dari dua suku kata, yakni berupa "ideas" yang artinya gagasan atau konsep, dan "logos" yang berarti ilmu.

Oleh sebab itu. secara umumnya ideologi bisa diterjemahkan sebagai sekumpulan ide, gagasan, kepercayaan, keyakinan yang menyeluruh dan sistematis. Semua itu termasuk di dalam bidang politik, sosial, budaya, ekonomi dan keagamaan.

Ideologi bisa disebut sebagai ajaran atau ilmu dan buah pikiran. Pancasila menjadi ideologi negara ialah berupa kesatuan dari berbagai gagasan dasar yang sangat sistematis dan menyeluruh tentang berbagai kehidupan dan manusia. Baik secara individual ataupun sosial di dalam kehidupan bernegara.

Pancasila sebagai ideologi negara artinya sebagai cita-cita yang menjadi basis untuk suatu teori atau sistem kenegaraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Bukan hanya itu saja, ideologi pancasila juga bisa menjadi tujuan hidup berbangsa dan bernegara.

Fungsi Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Fungsi Pancasila Sebagai Ideologi Negara
Fungsi Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Pancasila menjadi ideologi negara bangsa Indonesia pastinya memiliki fungsi tersendiri. Secara garis besarnya, terdapat empat fungsi yang ada di dalam pancasila, antara lain:

  1. Pancasila berperan untuk saran pemersatu masyarakat dan bertindak sebagai pemelihara persatuan dan kesatuan bangsa.
  2. Untuk mengarahkan dan memotivasi bangsa untuk bisa mencapai cita-citanya.
  3. Pancasila adalah identitas bangsa, ia juga ikut berperan dalam memelihara dan mengembangkan identitas tersebut.
  4. Pancasila juga berfungsi sebagai kontrol sosial. Dalam artian, pancasila dapat menjadi tolak ukur sejauh mana negara kita sudah meraih cita-citanya.

Baca Juga Ideologi Pancasila

Makna Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Makna Pancasila Sebagai Ideologi Negara
Makna Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Seperti yang telah sedikit saya jelaskan diatas, bahwa pancasila bisa di jadikan sebagai ideologi bangsa Indonesia pastinya memiliki makna yang terkandung. Makna yang terdapat di dalam ideologi pancasila adalah sebagai berikut:

1. Sebagai Cita-Cita Negara

Dalam hal ini memiliki artian bahwa nilai-nilai yang ada di dalam pancasila akan diimplementasikan sebagai bentuk tujuan atau cita-cita dari penyelenggara pemerintahan.

Bisa juga diartikan dalam makna luasnya, yakni pancasila sebagai ideologi negara ialah sebagai visi dari adanya kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh sebab itulah, maka sudah sepantasnya apabila pancasila diamalkan di dalam seluruh aspek kehidupan.

2. Sebagai Nilai Integratif Bangsa Dan Negara

Pancasila menjadi sarana untuk bisa mempersatukan perbedaan yang ada di Indonesia. Sebab Indonesia memiliki banyak sekali keberagaman, mulai dari perbedaan suku, rasa, agama, kebudayaan dan lain-lain.

Jika tidak ada sarana yang bisa menyatukannya, maka kesatuan dan persatuan akan sulit terwujud. Oleh sebab itu, disinilah peran penting pancasila sebagai wujud bersama dalam menyatukan dan menyetarakan kesenjangan masyarakat Indonesia.

Landasan Pokok Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Landasan Pokok Pancasila Sebagai Ideologi Negara
Landasan Pokok Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Landasan pokok pancasila sebagai dasar negara ditetapkan dan dikokohkan dengan konstitusi tertulis yakni Ketetapan MPR no 17 tahun 1998.

Ketetapan yang dikeluarkan MPR tersebut berupa pencabutan Ketetapan MPR tentang pancasila sebelumnya. Yakni Ketetapan No/II/MPR/1978 yang berbunyi pengamalan pancasila dan sanksi hukum mengikat bagi yang tidak mengamalkan pancasila.

Sebab dikeluarkannya Tap MPR no. 17 tahun 1998, maka Tap MPR no.2 tahun 1978 tentang P4 itu dicabut dan Indonesia kemudian menetapkan bahwa pancasila sama seperti yang terdapat di dalam pembukaan UUD 1945. Yakni berupa sebagai dasar negara dan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketetapan yang dikeluarkan MPR tersebut menjelaskan bahwa ideologi negara merupakan tujuan atau cita-cita nasional Indonesia.

Baca Juga Pengertian Ideologi

Pandangan Ahli Tentang Makna Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Pandangan Ahli Tentang Makna Pancasila Sebagai Ideologi Negara
Pandangan Ahli Tentang Makna Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Berbagai pandangan dari para ahli tentang makan pancasila yang menjadi ideologi negara adalah sebagai berikut:

  • Menurut Ir. Soekarno

Beliau berpendapat bahwa pancasila merupakan asas bersama yang bisa menjadikan semua kelompok masyarakat Indonesia bersatu dan menerima asas tersebut.

  • Adam Buyung Nasution

Pendapat ini diungkapkannya sekitar tahun 1995 yang berbunyi bahwa telah terjadi perubahan dari fungsi pancasila. Meskipun pancasila memperoleh julukan sebagai filsafat yang mendalam, akan tetapi pancasila sebenarnya dimaksudkan sebagai sebuah sarana demokrasi untuk seluruh rakyat Indonesia.

Maka sebab itu, seiring dengan perkembangannya, pancasila menjadi ideologi untuk yang hanya dimiliki oleh negara Indonesia.

  • Notonegoro

Beliau berpendapat bahwa pancasila sebagai filsafat, artinya adalah ideologi yang bersifat komprehesif dan bisa mencakup semua aspek. Maka dari itu, bisa menggambarkan pancasila memiliki sifat masif dan bisa diinteroretasikan di dalam berbagai bentuk.

Di dalam masa kepemimpinan orde baru, pancasila digunakan sebagai monopoli politik.

Ideologi Terbuka Dan Tertutup

Ideologi Terbuka Dan Tertutup
Ideologi Terbuka Dan Tertutup

Ideologi terbuka bisa diterjemahkan sebagai ideologi yang bisa mengikuti perkembangan zaman dan bersifat dinamis. Bisa juga diterjemahkan sebagai suatu pemikiran terbuka yang berupa hasil konsensus dari masyarakat.

Beragam nilai dari cita-cita yang tidak ada paksaan dari luar, namun lebih dicari dan digali dari keyakinan, moral, budaya, rohani dari masyarakat itu sendiri.

Ideologi tertutup, merupakan suatu ajaran atau pandangan dunia, filsafat yang memberikan titik tujuan dan norma politik dan sosial yang telah ditetapkan. Maka dari itu, menjadi sebuah kebenaran yang tidak boleh dipersoalkan kembali. Akan tetapi harus bisa diterima sebagai sesuatu yang harus dipatuhi dan dijalankan.

Kedua ideologi ini memiliki beberapa ciri-ciri singkat sebagai berikut:

1. Ciri-Ciri Ideologi Terbuka

  • Berisi tentang nilai-nilai dan cita-cita yang bersumber dari dalam masyarakat itu sendiri, tanpa adanya paksaan dari pihak luar.
  • Adalah cita-cita yang telah hidup di kehidupan masyarakat.
  • Berupa hasil musyawarah dan konsensus masyarakat di dalam suatu negara.
  • Sifatnya reformis, dinamis, tidak kaku dan terbuka. Artinya, ideologi selalu bersifat aktual, inisiatif, serta senantiasa bisa menyamakan dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembangan.
  • Tidak menyita tanggung jawab dan kebebasan masyarakat, namun malah menjadi inspirasi masyarakat untuk bisa hidup bertanggung jawab sesuai falsafah yang ada.

2. Ciri-Ciri Ideologi Tertutup

  • Berisikan bukan tentang nilai-nilai dan cita-cita suatu masyarakat.
  • Bukan berupa cita-cita yang sudah hidup di dalam masyarakat itu sendiri, namun berupa cita-cita dari sebuah kelompok yang difungsikan sebagai dasar untuk merubah suatu masyarakat.
  • Ideologi tertutup sendiri terdiri dari tuntutan konkret dan operasional yang diajukan secara mutlak dan tidak bisa dirubah.
  • Kepercayaan dan kesetiaan ideologi cenderung bersifat kaku.
  • Pluralisme sudut pandang dan kebudayaan tidak boleh ada.
  • Ideologi tertutup tidak mengakui hak-hak setiap orang untuk bisa mempunyai keyakinan dan pertimbangan masing-masing.

Baca Juga Ciri-Ciri Ideologi Pancasila

Penutup

Nah, mungkin hanya itu sedikit rangkuman pancasila sebagai ideologi negara yang dapat saya berikan untuk sobat ilmunik sebagai rujukan belajar. Semoga dengan sedikit tulisan ini bisa membantu dan menambah lagi pengetahuan Anda, cukup sekian dan terima kasih.