10+ Motif Batik Cirebon, Sejarah, Filosofi Dan Penjelasannya (Lengkap)

10+ Motif Batik Cirebon, Sejarah, Filosofi Dan Penjelasannya (Lengkap)

Motif batik Cirebon - batik daerah ini tidak bisa dilepaskan dari peran salah satu murid dari Sunan Gunung Jati yaitu Ki Gede Trusmi, yang sekarang dijadikan nama salah satu Desa di Kota Cirebon. Belau merupakan anggota kelompok tarekat dari Sunan Gunung Jati. Motif yang paling terkenal dari Cirebon adalah motif batik mega mendung yang menjadi ikon dari kota ini.

Pada artikel ini saya bahas tentang sejarah, filosofi, dan macam-macam motif batik yang ada di kota Cirebon. Bagaimanakah penjelasan yang akan saya berikan?

Yuk langsung saja kita masuk ke pembahasan mulai dari sejarahnya dulu.

Sejarah Motif Batik Cirebon

sejarah batik cirebon
dictio.id

Batik Cirebon pada zaman dahulu banyak di gunakan oleh Sultan keraton, namun dengan semakin lama batik berkembang di kalangan masyarakat biasa. Pada awalnya motif-motif batik Cirebon muncul di kalangan masyarakat Cirebon melalui lingkungan keraton oleh abdi dalem. Penyebaran batik di daerah Cirebon hampir sama dengan batik Solo dan Jogja.

Sebelumnya, batik Cirebon hanya di pelajari untuk puteri keraton saja sebagai sarana untuk mengisi waktu luang mereka. Pembuatan batik pada masa itu menggunakan ornamen-ornamen yaitu, ornamen paksi naga liman, siti inggil, kanoman, taman kasepuluh dan taman sunyaragi. Jenis-jenis ornamen atau motif ini disebut dengan batik bergaya keraton.

Masyarakat Cirebon pada awalnya mempelajari batik untuk kegiatan berdagang. Seiring dengan berkembangnya zaman, semakin populer motif batik Cirebon sebagai ikon kebudayaan masyarakat Cirebon sendiri.

Batik Cirebon adalah batik yang menggunakan motif yang unik dan khas, yang tergolong dalam kelompok batik pesisiran. Namun, ada beberapa batik Cirebon yang tergolong kelompok batik keraton, Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman.

Jika kalian ingin mempelajari cara untuk membatik kenali dulu alat-alatnya melalui artikel ini.

Filosofi Motif Batik Cirebon

filosofi batik cirebon
indonesiakaya.com

Filosofi motif batik khas Cirebon tidak lepas dari sejarahnya. Banyak cerita yang beredar bahwa munculnya batik Cirebon awal mulanya di pengaruhi oleh peranan Ki Gede Trusmi, beliau adalah pengikut setia Sunan Gunung Jati. Salah satu metode dakwah Sunan Gunung Jati melalui kegiatan membatik.

Pada masa itu, kegiatan membatik juga dilakukan oleh anggota tarekat yang mengabdi di keraton Cirebon, serta anggota tarekat tersebut tinggal di Desa Trusmi dan sekitarnya. Kegiatan membatik digunakan sebagai sumber pendapatan kelompok tarekat tersebut. Kelompok tarekat pada masa itu berada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Menurut cerita yang beredar, perkembangan motif batik Cirebon memiliki hubungan erat dengan perkembangan kelompok taerekat tersebut.

Motif-Motif Batik Cirebon

Model batik Cirebon pada umumnya mempunyai 10 motif yang sering dijumpai. Tapi harus kalian ketahui motif Cirebon masih banyak lagi tidak hanya yang saya sebutkan saja, karena proses berkembangnya zaman juga mempengaruhi munculnya motif-motif baru. Akan saya jelaskan 10 motif dari batik Cirebon ini sebagai berikut:

1. Motif Batik Mega Mendung

motif batik mega mendung 2
suara.com

Motif batik yang terkenal dari kota cirebon adalah motif mega mendung ini yang menjadi ikon dari Kota Cirebon. Motif mega mendung mempunyai ciri khas yang berbeda dengan daerah-daerah lain. Ciri khas dari motif batik ini yaitu motifnya yang berupa gambar yang menyerupai awan dengan warna tegas, serta nilai-nilai filosofi yang terkandung berkaitan dengan sejarah lahirnya batik Cirebon secara keseluruhan.

Motif batik ini terinspirasi oleh garis-garis awan dengan bentuk lancip, lonjong dan segitiga. Bentuk ini juga terpengaruh oleh unsur-unsur Cina, tetapi yang membedakannya adalah bentuk Cina mempunyai bentuk awan yang bulat sedangkan motif mega mendung berbentuk lancip dan lonjong.

Motif batik mega mendung ini akan di daftarkan ke UNESCO untuk mendapat pengakuan sebagai salah satu warisan dunia. Bahkan, motif mega mendung sempat digunakan sebagai cover sebuah buku yang berjudul "Batik Design" merupakan buku terbitan luar negeri.

Buku tersebut adalah sebuah karya dari Pepin Van Roojen, asal negara Belanda. Bapak H. Komarudin Kudiya S.IP, M.DS sebagai Ketua harian yayasan batik Jawa Barat (YBJB) berpendapat, bahwa motif batik mega mendung merupakan karya yang sangat luhur dan penuh makna sehingga penggunaan motif ini sebaiknya di jaga baik dan ditempatkan sebagai semestinya. Jika kalian ingin mempelajari kebudayaan batik lebih dalam, pelajari dulu teknik pembuatannya.

2. Motif batik Paksinaga Liman

motif batik paksinaga liman
bukalapak.com

Motif batik paksi nagaliman adalah batik asal Cirebon yang mempunyai motif kereta kencana paksinaga liman. Bentuk paksinaga liman merupakan gabungan antara 3 binatang yaitu paksi (garuda), naga (ular) dan liman (gajah).

Warna batik ini dengan latar putih dan motif cokelat sangat keraton sekali.

Paksinaga liman merupakan simbol kekuatan kerajaan Cirebon, yaitu udara (paksi), laut (naga) serta Darat (liman). Motif batik ini sering dipesan oleh turis mancanegara (khususnya Jepang) untuk dijadikan sebagai bahan kimono.

3. Motif Batik Singa Payung

motif batik
batik-tulis.com

Motif batik singa payung tidak bisa lepas dari pengaruh keraton. Motif singa payung merupakan salah satu batik yang ide pembuatannya berdasarkan lingkungan Keraton Kanoman. Pada batik ini mempunyai berbagai arti yang terkandung dalam motifnya, antara lain:

  1. Wit-Wit, merupakan motif garis halus dan tipis yang merupakan ciri khas batik Cirebonan. Wit mempunyai makna kesabaran para perajin saat proses membatik.
  2. Gunungan, mempunyai arti perjalanan atau kisah para raja dari awal sampai akhir hayatnya.
  3. Gerbang Kraton, memiliki arti keterbukaannya keraton bagi masyarakat.
  4. Rucukbung, adalah ujung bambu yang merupakan motif penghias pinggiran yang terdapat pada batik singa payung.
  5. Wadasan, adalah batu cadas yang memiliki arti kekokohan keraton sebagai pusat kerajaan yang kekuatannya diibaratkan seperti batu cadas.
  6. Daun Pandan, mempunyai arti keharuman nama keraton atau kerajaan di mata masyarakat.
  7. Pohon Beringin, memiliki arti bahwa keraton merupakan tempat berlindungnya masyarakat dari ancaman atau bahaya.
  8. Singa, memiliki arti raja sebagai pemimpin dan memiliki kekuasaan.
  9. Paksinaga Liman, untuk pengertiannya sama seperti yang sudah saya jelaskan diatas.
  10. Payung Sultan, memiliki arti bahwa keraton atau kerajaan merupakan pengayom bagi masyarakatnya.
  11. Bata Tumpuk, merupakan ciri khas bangunan di daerah Cirebon. Biasanya bata tumpuk ini sering dijumpai pada gapura atau gerbang-gerbang pusat pemerintahan kabupaten Cirebon dan di keraton-keraton yang terdapat di daerah Cirebon.

4. Motif batik Patran Keris

Motif batik Patran Keris
Ilmunik.com

Motif patran keris merupakan motif batik Cirebon dengan bentuk masih klasik. Batik motif ini juga sering dipesan oleh orang Jepang sama seperti motif batik paksinaga liman.

Motif paksinaga liman, motif ini juga dipesan untuk bahan pembuatan kimono. Hal ini juga membuktikan bahwa batik Cirebon sudah dikenal dan digemari oleh mancanegara. Untuk menambah pengetahuan motif lainnya, silahkan baca motif-motif batik yang ada di Pulau Kalimantan pada artikel ini.

5. Motif Batik Cirebon Kompeni

motif batik kompeni
batik-tulis.com

Motif batik kompeni berbeda dengan motif batik lain. Untuk motif batik lain , umumnya mengutamakan ornament flora dan fauna serta berbagai bentuk simbol tertentu. Namun, pada batik kompeni ini mempunyai motif berupa gambar yang bercerita.

Motif batik kompeni menggambarkan perang pada zaman kolonial Belanda. Motif-Motif yang ada berupa gambar meriam, tank, truck, bambu runcing dan senapan.

Ciri khas dari batik kompeni adalah menggambarkan tentara VOC dan kondisi penduduk pada masa kerajaan. Untuk tentara VOC biasanya digambarkan dengan senapan laras panjang dan meriam. Sedangkan untuk penduduk, digambarkan melalui kehidupan petani, nelayan, dan pedagang.

Warna latar untuk motif batik kompeni biasanya dibiarkan berwarna putih, serta menjadi ciri khas dari batik kompeni ini,. Tetapi, dijumpai juga motif batik kompeni yang latarnya diberi warna.

6. Motif Batik Cirebon Singo Barong

motif singo barong
www.pinterest.com

Kendaraan mobil merupakan salah satu alat transportasi masa kini yang sering dijumpai. Tetapi pada zaman dahulu, kesultanan Cirebon telah mempunyai kendaraan yang hampir mirip bentuknya dengan mobil canggih.

Kendaraan tersebut sering dikatakan dengan nama kereta singa barong. Sebab, kereta singa barong ditarik oleh empat ekor kerbau, dan digunakan sebagai kendaraan sultan. Pada saat sekarang, kereta tersebut tersimpan di salah satu museum di Kesultanan Kasepuhan Cirebon.

Sebab inilah yang mengilhami para pengrajin batik untuk mengabadikannya dalam motif batik Cirebon dengan nama batik singo barong dimana ornamen utama pada motif batik bergambarkan kereta singo barong.

7. Motif Batik Cirebon Naga Silam

Motif Batik Cirebon Naga Silam
Ilmunik.com

Motif naga silam ini perpaduan dengan latar motif mega mendung dan ada naga silam di atasnya. Dari perpaduan keduanya tercipta motif ini, yang mempunyai keindahan tersendiri pada ornamentnya. Gambar naga disini terinspirasi dari negeri Tiongkok dengan paduan India yang memiliki filosofi yang baik melawan kejahatan.

8. Motif Batik Taman Teratai

Motif Batik Taman Teratai
Ilmunik.com

Motif batik Cirebon taman teratai  ini awalnya terinspirasi dari bunga teratai yang indah dengan daun-daun yang menjulang. Filosofi yang ada motif ini adalah menunjukkan keindahan kota Cirebon dengan bunga-bunga.

9. Motif Batik Cirebon Wedasan

Motif Batik Cirebon Wedasan
Ilmunik.com

Motif batik wadesan adalah motif batik yang terinspirasi dari ranting, daun yang lebih cenderung pada nuansa alam. Motif batik ini masih tergolong aliran nuansa keraton sekali dengan corak coklat dengan latar putih.

10. Motif Batik Sawat Pengantin

motif sawat pengantin
perlupiknik.com

Istilah kata sawat berarti sayap, atau dalam bahasa Cirebon disebut Lar. Ada sebuah pendapat bahwa kata sawat berasal dari kata sahwat. Motif batik yang satu ini merupakan salah motif batik khas Trusmi. Motif batik ini sering digunakan pasangan pengantin dalam acara prosesi pernikahan, karena terdapat filosofi, yakni dipercaya bisa melindungi kehidupan pemakainya.

Kita sebut saja ini batik pengantin yang menurut sejarah merupakan motif batik yang sering dipakai oleh para keluarga keraton Cirebon. Misalnya, Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan dan Keraton Keprabonan.  oleh sebab itulah, motif batik pengantin menjadi masuk dalam jenis batik larangan atau hanya boleh dikenakan oleh kalangan tertentu saja.

Penutup

Mungkin hanya itu saja keterangan yang dapat saya berikan untuk para sobat ilmunik semua tentang motif batik cirebon diantaranya motif mega mendung, dan lain-lain. Semoga dengan sedikit informasi ini bisa membantu dan menambah pengetahuan Anda.