Ideologi Fasisme | Pengertian, Sejarah, Ciri, Tokoh, Unsur, Sifat (Lengkap)

Ideologi Fasisme | Pengertian, Sejarah, Ciri, Tokoh, Unsur, Sifat (Lengkap)

Ideologi Fasisme - Setiap negara pastinya mempunyai paham ideologi yang berbeda-beda, salah satunya seperti ideologi fasisme yang akan kita bahas kali ini. Ideologi fasisme merupakan paham yang tidak mengakui adanya hak individualis, sebab pada dasarnya setiap masyarakat bertindak sesuai dengan tujuan pemimpinnya.

Bisa juga dikatakan bahwa ideologi fasisme mengutamakan prinsip kepemimpinan dengan otoritas yang mutlak, tanpa adanya pengecualian. Di dalam paham ideologi ini, massa tidak boleh memiliki identitas yang beragam, namun harus sama dan seragam.

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan memberikan sedikit penjelasan tentang ideologi fasisme untuk sobat ilmunik mulai dari pengertian, sejarah, ciri-ciri dan juga contohnya. Oke sobat ilmunik langsung saja kita masuk ke pembahasannya di mulai dari pengertian terlebih dulu.

Pengertian Ideologi Fasisme

Pengertian Ideologi Fasisme
Pengertian Ideologi Fasisme

Apa sih ideologi fasisme itu? Mungkin pertanyaan ini yang sedang sobat ilmunik pikirkan, secara mudahnya, ideologi fasisme merupakan gerakan ideologi radikal nasionalis otoriter politik. Ideologi ini berusaha untuk memberikan aturan kepada rakyat berdasarkan perspektif korporatis, nilai, dan sistem termasuk politik dan ekonomi.

Tujuan dari ideologi fasisme adalah membuat individu dan masyarakat berpikir dan bertindak secara sama dan seragam. Para tokoh fasisme menggunakan kekuatan dan kekerasan bersama semua metode adu domba, bahkan genosida untuk meraih tujuannya.

Sejarah Ideologi Fasisme

Sejarah Ideologi Fasisme
Sejarah Ideologi Fasisme

Ideologi fasisme pertama kali timbul sebab adanya gerakan politik eksploitasi yang terus meningkat di negara Italia sesudah tahun 1919. Gerakan ini timbul sebab adanya reaksi perusahaan sosial pasca terjadinya Perang Dunia I.

Sekitar tahun 1922, pemerintahan Italia yang dipegang oleh Benito Mussolini memakai fasisme sebagai ideologinya.

Simbol yang digunakan oleh ideologi ini adalah berupa tangkai-tangkai dari rerumpunan yang diikat pada kapak. Arti dari lambang tersebut adalah apabila dia sendirian, maka akan dengan mudah tumbang, namun jika menjadi satu pasti akan sulit untuk dipatahkan.

Selanjutnya kemunculan negara-negara lain yang menerapkan ideologi ini seperti Jerman tahun 1933 dan Spanyol 1939. Lalu pasca terjadinya Perang Dunia ke-2, semua pemerintahan yang hadir di Amerika dan negara lain yang dideskripsikan sebagai fasis.

Walaupun ada pandangan tersebut, negara Italia masih dianggap sebagai wakil fasisme yang mana ketika itu dipimpin oleh Mussolini dan Hilter (Nazisme) pemimpin Jerman.

Dengan adanya Perang Dunia ke-2 disebut sebagai sebab lahirnya ideologi fasisme. Akan tetapi sebab adanya kekalahan dari negara-negara yang memakai ideologi ini, akhirnya paham ini secara perlahan hilang.

Selama kondisi masih objektif yang membentuknya, ideologi ini akan tetap ada.

Baca Juga Ideologi Liberalisme

Ciri-Ciri Ideologi Fasisme

Ciri-Ciri Ideologi Fasisme
Ciri-Ciri Ideologi Fasisme

Ciri-ciri umum dari ideologi ini antara lain:

  1. Tidak adanya kebebasan dan kemerdekaan untuk individu.
  2. Pihak pemerintah bersifat diktatorial dengan kekuasaan absolut dari pemimpin.
  3. Ideologi ini mempunyai sistem pemerintahan dengan satu partai saja.
  4. Masyarakat dan negara hanya dipakai untuk menggapai sebuah tujuan belaka.
  5. Persamaan derajat antar manusia ditiadakan serta ada yang namanya orang diperintah dan memerintah.
  6. Ideologi ini membutuhkan adanya gerakan militer bagi suatu negara.

Unsur-Unsur Ideologi Fasisme

Unsur-Unsur Ideologi Fasisme
Unsur-Unsur Ideologi Fasisme

Selain ciri-cirinya, ideologi fasisme juga mempunyai unsur-unsur sebagai berikut:

  1. Ketidakpercayaan pada kemampuan nalar.
  2. Penghianatan derajat kemanusiaan.
  3. Kode perilaku yang berlandaskan pada kekerasan dan kebohongan.
  4. Pemerintahan di pegang oleh kelompok elit.
  5. Totaliterisme.
  6. Adanya rasisme dan imperialisme.
  7. Fasisme mempunyai unsur untuk menentang hukum dan ketertiban internasional.

Sifat Ideologi Fasisme

Sifat Ideologi Fasisme
Sifat Ideologi Fasisme

Ideologi fasisme mengutamakan sifat sebagai berikut:

  • Rasisme

Rasisme adalah paham yang menggunakan penggolongan atau pembedaan ciri-ciri fisik (seperti warna kulit) di dalam kalangan masyarakat. Bisa juga diartikan sebagai ideologi yang mendiskriminisasi suku, agama, ras, golongan untuk mencapai tujuan tertentu.

  • Militerisme

Militerisme adalah sistem pemerintahan yang dilandasi jaminan keamanan pada kekuatan militer. Menganggap bahwa perkembangan dengan pemeliharaan militer merupakan tujuan terpenting dari masyarakat.

  • Ultra Nasionalis

Adalah sikap dalam membanggakan suatu negara (negaranya sendiri) secara berlebih-lebihan serta sangat memandang rendah negara lain. Oleh sebab itu, akan mudah sekali menimbulkan pertengkaran atau peperangan.

  • Imperialisme

Imperalisme adalah politik untuk menguasai seluruh dunia (dengan sistem paksa) untuk kepentingan diri sendiri yang dibentuk sebagai imperium (hak memerintahnya).

Tokoh Fasisme

Tokoh Fasisme
Tokoh Fasisme

Tokoh-tokoh yang menganut ideologi ini antara lain.

  • Adlof Hilter (20 April 1889-30 April 1945)

Adolf Hilter adalah seorang politisi Jerman dan ketua partai Nazi yang menjabat diktator negara Jerman pada tahun 1933 hingga 1945.

  • Benito Mussolini (29 Juli 1883-28 April 1945)

Benito adalah diktator negara Italia yang mengikuti ideologi fasisme mulai tahun 1922 hingga 1943.

  • Kaisar Hirohito

Pada masa pemerintahan Kaisar Hirohito, ideologi fasisme dipelopori oleh Menteri Tanaka dan dikembangkan oleh Perdana Menteri Hideki Tojo.

Baca Juga Ideologi Sosialisme

Kelebihan Dan Kekurangan Ideologi Fasisme

Kelebihan dan Kekurangan Ideologi Fasisme
Kelebihan dan Kekurangan Ideologi Fasisme

Suatu ideologi, pastinya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kelebihan dan kekurangan ideologi fasisme antara lain;

1. Kelebihan Ideologi Fasisme

  1. Di dalam memberikan keputusan sesuatu bisa sangat cepat.
  2. Terdapat pengawasan dan kedisiplinan yang tinggi dalam ideologi ini.
  3. Mempunyai rasa persatuan nasional yang sangat kuat.
  4. Negara yang menerapkan ideologi ini akan lebih mudah dalam mengatur rakyatnya, sebab setiap individu dianggap sama.
  5. Sistem pemerintahan dikendalikan oleh ahlinya, sehingga sistemnya akan menjadi kuat.

2. Kekurangan Ideologi Fasisme

  1. Setiap orang tidak mempunyai kebebasan dalam menentukan sesuatu.
  2. Rakyat akan diperlakukan secara seenaknya sendiri dan selalu ditindas dengan tidak manusiawi.
  3. Rakyat tunduk sebab adanya rasa takut terhadap pemerintahan bukan sebab rasa kecintaan terhadap negara.
  4. Kekuasaan secara penuh dipegang oleh pemimpin negara, sebab negara dijalankan bukan untuk kepentingan bersama, namun hanya berdasarkan kepentingan kolektif saja.
  5. Di dalam memerintah rakyat, pihak pemerintah memakai jalur kekerasan, pertumpahan darah dan sangat agresif.

Contoh Negara Yang Menganut Ideologi Fasisme

Contoh Negara Yang Menganut Ideologi Fasisme
Contoh Negara Yang Menganut Ideologi Fasisme

Negara-negara yang pernah menerapkan sistem ideologi fasisme antara lain:

  • Jerman

Ideologi ini di negara Jerman dibentuk oleh Naziisme dengan bertujuan berupa kejayaan negara Jerman. Ideologi ini di negara Jerman dipelopori oleh tokoh yang telah saya sebutkan diatas, yakni Adolf Hitler dengan menganggap dirinya sebagai Fuhrer yanh (pemimpin).

  • Italia

Negara Italia menerapkan ideologi ini pada awalnya disebabkan oleh keadaan dalam negeri yang memburuk, walaupun termasuk pemenang dalam Perang Dunia 1. Ideologi ini berkembang di negara Italia sebab dipelopori oleh Benito Musollini yang ahli dalam berpidato dan menarik banyak pengikut.

  • Jepang

Jepang menerapkan ideologi fasisme sebab terbentuk dari militerisme yang dipelopori oleh Mutsuhito. Ia melakukan inovasi dalam bidang militer dengan pembaharuan susunan angkatan darat dan laut dengan meniru negara Jerman.

Baca Juga Ideologi Pancasila

Penutup

Jika kita perbandingkan ideologi pancasila dengan ideologi fasisme sangatlah jauh berbeda, sebab ideologi pancasila sangat menjunjung tinggi hak asasi manusia. Bukan hanya itu saja, ideologi pancasila juga sangat menghormati adanya keberagaman seperti ras, suku, agama dan budaya di negara Indonesia.

Oleh sebab itu, ideologi fasisme sangat tidak cocok jika diterapkan di negara Indonesia yang multikultural.

Nah, mungkin hanya itu saja penjelasan yang bisa saya berikan untuk sobat ilmunik mulai dari pengertian, sejarah, ciri-ciri, kelebihan dan kekurangannya. Semoga dengan sedikit penjelasan ini bisa menjadi referensi dan membantu untuk mempermudah belajar Anda.