Tanya Jawab Program 35000 MW

35000-MW-untuk-indonesia

Ada beberapa pertanyaan muncul mengenai Proyek Pembangkit Listrik 35000 MW. Silakan disimak beberapa pertanyaan dan jawaban mengenai program 35000 MW ini.

T : Mengapa kita butuh proyek 35.000 MW dalam lima tahun?
J : Proyek tersebut mutlak dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Sebagaimana tertuang di RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) 2015-2024, setiap tahunnya dibutuhkan tambahan kapasitas 7.000 MW.

T : Apakah Pemerintah dan PLN mampu merealisasikan program yang terkesan ambisius ini?
J : Ini bukan proyek ambisius, tapi suatu kebutuhan yang harus direalisasikan. Angka 35.000 MW didasarkan pada pertumbuhan kebutuhan listrik.

Permasalahan-permasalahan yang ada selama ini pun telah diantisipasi secara saksama, seperti: pendanaan, perizinan, pembebasan lahan, hingga prosedur pengadaan.

T : Bagaimana PLN dapat mengelola proyek sebesar ini secara transparan, tidak ada konflik kepentingan, serta melibatkan segenap pemangku kepentingan?
J : PLN menerapkan prinsip-prinsip good governance, mulai dari proses perencanaan, pengadaan, pendanaan, hingga pelaksanaan konstruksi. Pada setiap tahapan prosesnya pun PLN mengundang dan melibatkan partisipasi seluruh pemangku kepentingan terkait secara terbuka.

T : Bagaimana PLN mampu mendanai proyek senilai lebih dari Rp 1.100 triliun? Apakah keuangan PLN saat ini memungkinkan?
J : Dari total 35.000 MW, PLN membangun 10.000 MW berikut seluruh infrastruktur transmisi distribusinya. Sisanya, 25.000 MW, dibangun swasta. Terkait keuangan PLN saat ini, kondisinya cukup untuk mendanai proyek tersebut. PLN juga telah memperoleh komitmen pendanaan dari sejumlah perbankan (nasional maupun internasional). Ditambah lagi, pemerintah telah berkomitmen untuk menambah penyertaaan modal negara (PMN) kepada PLN.

Info Terkait :   ESDM Canangkan Program Indonesia Terang

T : Apa dampak dari program pembangunan proyek kelistrikan 35.000 MW bagi negara dan masyarakat Indonesia?
J : Dengan tambahan kapasitas pembangkit beserta jaringan transmisi pendukungnya, kebutuhan listrik nasional akan tercukupi dan merata sedemikian rupa hingga rasio elektrifikasi pada 2019 dapat menyentuh 97%. Kesuksesan proyek ini, selain akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan keterserapan tenaga kerja baru.

T : Apa persyaratan untuk dapat berpartisipasi dalam membangun proyek 35000 MW?
J : Badan usaha swasta nasional/asing maupun BUMN yang memiliki kemampuan keuangan dan reputasi bagus diberi kesempatan selebar-lebarnya, baik sebagai pembangun proyek maupun sebagai pengembang swasta.

T : PLN membutuhkan peran swasta dalam penyediaan tenaga listrik, apakah bisa badan usaha atau pengembang membangun pembangkit listrik atas inisiatifnya sendiri kemudian menjual listriknya ke PLN?
J : PLN menyambut baik inisiatif dan partisipasi pihak swasta dalam usaha penyediaan tenaga listrik. Usulan tersebut akan dievaluasi melalui proses pembahasan RUPTL nasional.

Sakana Food Depok www.sakana.id

2 thoughts on “Tanya Jawab Program 35000 MW

  1. frist marbun says:

    Bagaimana caranya untuk mengikuti pembangunan IPP di Indonesia untuk investor asing (china) yang punya partner pengusaha Indonesia, untuk lokasi di Dumai, dengan modal dari china dan modal lahan/areal milik partner Indonesia di Dumai sekitar 200 Ha
    Apa saja syart dan prosedur yang harus diikuti ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *