Waduk Jatigede Mulai Digenangi

waduk-jatigede-digenangi

waduk-jatigede-digenangi

Pemerintah memulai penggenangan awal (initial impounding) Waduk Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, pada Senin (31/8). Pengisian waduk akan dilakukan bertahap selama 60 hari untuk memberikan kesempatan kepada tim monitoring dan tim evaluasi mengamati perilaku bendungan melalui instrumentasi yang telah terpasang.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, dengan dilakukannya pengisian awal waduk ini menandai berakhirnya proses pembangunan Waduk Jatigede.

“Waduk ini merupakan waduk ke-231 di Indonesia, tetapi satu-satunya di Sungai Cimanuk. Karena itu nantinya di sungai Cimanuk akan dibangun reservoir lainnya, yaitu Bendung Beureum Beunget dan Rengrang,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (31/8).

Pengisian awal Waduk Jatigede yang ditandai dengan penurunan atau penutupan pintu diversion tunnel (saluran pengelak). Prosesi pengisian awal ini juga dihadiri oleh anggota Komisi V DPR RI Nusyirwan Soedjono, Minister Counsellor of Economic arid Commercial of Embassy of People Republic of China in Indonesia Sun We De, sebagai pihak donor melalui Loan sejak tahun 2007, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dan Pit Bupati Sumedang Eka Setiawan.

Kendati sudah mulai diairi, Basuki menambahkan, waduk ini masih menyisakan permasalahan sosial yang belum selesai 100%. Namun, pemerintah berkomitmen menyelesaikan semua masalah tersebut. “Ini komitmen dan perintah Presiden, tidak ada niat pemerintah untuk menyengsarakan rakyatnya dan pembangunan waduk ini semata-mata untuk kesejahteraan rakyat,” tegas dia.

Info Terkait :   Dampak Kemarau, Waduk Kering dan Produksi PLTA Turun

Pemerintah akan menangani dampak sosial kemasyarakatan akibat proyek dengan sesuai dengan Perpres No 1/2015 sebagai payung hukum untuk melakukan pembayaran berupa nang tunai untuk rumah pengganti dan uang santunan. Ptoses pembayaran dilakukan oleh tim fasilitasi dimulai sejak 26 Juni 2015 di tiga kecamatan yaitu Jatigede, Jatinunggal, dan Wado. Selanjutnya itu akan dilakukan pembayaran di Kecamatan Darmaraja.

Sudah 95%

Berdasarkan perpres tersebut, pemerintah akan membayar kompensasi senilai Rp 741 miliar untuk 11.469 kepala keluarga (KK). Dari jumlah KK itu, pembayaran dibagi menjadi dua kategori. Pertama sebanyak 4.514 KK adalah penerima santunan berdasarkan Permendagri No 15/1975 tentang Ketentuan-Ketentuan Tatacara Pembebasan Lahan, sedangkan kategori kedua sebanyak 6.955 KK adalah penduduk lainnya di luar Permendagri tersebut.

Adapun besaran ganti rugi untuk kelompok I sebanyak 4.514 KK mendapatkan Rp 122,59 juta. Besaran ini berubah dari perhitungan Juni 2014 lalu yang hanya mendapatkan Rp 108,19 juta. Sementara, untuk kelompok II yang sebelumnya sudah mendapatkan ganti rugi secara penuh nilai santunan diberikan sebesar Rp 29,36 juta.

“Kalau dari data Samsat Jatigede ada 95% lebih yang sudah terbayar. Untuk menutup daerah yang paling bawah itu butuh waktu 55 hari. Ini akan kami selesaikan, akan terus berjalan,” kata Basuki.

Menurut dia, permasalahan antara warga dengan pemerintah dalam pembangunan tersebut hingga saat ini masih terjadi seperti sampai hari masih saja ada yang bertahan. Jadi terkait itu, saat ini sedang disisir juga, termasuk oleh TNI. Apa pun masalahnya pasti akan diselesaikan. Itu komitmen saya,” kata dia.

Info Terkait :   PLTA Musi - Bengkulu

Lebih lanjut, Basuki mengatakan, pihaknya akan mengusulkan kepada Presiden untuk mengubah nama waduk ini menjadi Waduk Tembong Agung. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh wilayah tersebut yang dulunya adalah wilayah kerajaan Tembong Agung.

Sementara itu, Kepala Satker Pembangunan Waduk Jatigede Airlangga Mardjono mengatakan, untuk tahap awal, waduk akan diisi air sampai elevasi 204 meter selama 12 hari. Tahap kedua, dari 204-221 meter selama 48 hari. “Pada penggenangan tahap awal, air akan mencapai wilayah permukiman penduduk di Desa Jemah, Kecamatan Jatigede, dalam 14 hari dan kemudian air akan menggenangi Desa Cipaku, Kecamatan Darmaraja dalam 50 hari,” tambah Airlangga.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung Trisasongko Widianto mengatakan, Waduk Jatigede yang akan mempunyai kapasitas tampungan sebesar 979,5 juta m3. Keberadaan waduk ini akan memberikan manfaat untuk mengairi Daerah Irigasi Rentang di Kabupaten Indramayu seluas lebih kurang 90.000 ha, menyediakan air baku sebesar 3.500 liter per detik, PLTA 110 MW, pengendalian banjir, pariwisata dan perikanan tangkapan.

“Untuk mempertahankan usia guna waduk, kami akan membuat sabo dam dan check dam di Sungai Cimanuk hulu dan anak sungainya,” jelas Trisasongko.

Sumber : Investor Daily 1 September 2015

Sakana Food Depok www.sakana.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *