Tarif PLTB US$ 10-15 sen per kWh

pembangkit-listrik-tenaga-bayu

Pemerintah segera menerbitkan peraturan menteri (Permen) tentang harga tarif listrik pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB). Harga listrik dari pembangkit ini akan sekitar US$ 10-15 sen per kilowatt hour (kWh).

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan, tarif PLTB ini akan ditetapkan untuk semua kapasitas. Rencananya, Permen harga listrik ini akan diterbitkan pada akhir September atau awal Oktober.

“Ini akan menarik investasi untuk pembangunan PLTB, harganya akan belasan sen, yakni sekitar US$ 10-15 sen per kWh,” kata dia di Jakarta, kemarin.

Menurut Rida, Permen harga tarif listrik tenaga angin ini memang sudah ditunggu-tunggu oleh investor. Pihaknya juga sudah melakukan survei terhadap harga listrik yang akan ditetapkan dalam Permen. “Setelah disurvei, harganya sudah sangat menjanjikan bagi investor,” ujarnya.

Meski baru akan diterbitkan, lanjut dia, PT PLN (Persero) sebelumnya telah menekan perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) untuk dua pembangkit PLTB. Pertama, PLTB Samas di Yogyakarta berkapasitas 50 megawatt (MW) yang digarap PT UPC Yogyakarta Bayu Energi. Kedua, PLTB Siderap 70 MW di Sulawesi Selatan yang dikerjakan oleh perusahaan asal Amerika Serikat, UPC Energy Group.

Rida juga melaporkan bahwa negosiasi harga listrik untuk pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) dengan PLN sudah kembali jalan. Diakuinya, negosiasi harga listrik ini sempat berhenti lantaran adanya peraturan Bank Indonesia yang mengatur transaksi harus dalam Rupiah. Padahal, harga listrik PLTMH ditetapkan dalam dolar.

Info Terkait :   PLTB Nusa Penida - Bali

“Tetapi kemarin sudah ada endorsement dari Bank Indonesia diperbolehkan memakai dolar dalam kontrak tetapi transaksinya dalam rupiah,” jelas dia.

Karenanya, negosiasi PPA untuk PLTMH ini sudah kembali jalan. Jika negosiasi ini rampung, maka dalam dua tahun mendatang bakal ada investasi US$ 1-2 miliar untuk pembangunan PLTMH 750 MW. “Dan PLTMH ini tersebar di daerah-daerah, jadi bagus untuk pertumbuhan daerah,” ujar Rida.

Harga listrik PLTMH naik cukup signifikan sesuai Permen ESDM no 19 2015. Untuk tenaga listrik bertegangan rendah 250 kilowatt (KW), harga listrik ditetapkan sebesar US$ 14,40 sen per kWh untuk delapan tahun pertama. Harga listrik selanjutnya turun menjadi US$ 9 sen per kWh untuk tahun ke sembilan hingga ke-20.

Sementara untuk tenaga listrik bertegangan tinggi 250 KW, saat ini harga listriknya dinaikkan menjadi US$ 12 sen per kWh untuk delapan tahun pertama. Selanjutnya untuk tahun ke sembilan hingga ke-20, harga listrik turun menjadi US$ 9 sen per kWh. Namun, baik untuk tegangan rendah maupun tinggi, masih akan dikalikan faktor inseiltif yang berbeda tergantung lokasi pembangkit.

Indonesia memiliki sumber daya energi angin dan air yang cukup besar. Menurut data Kementerian ESDM, potensi sumber daya energi angin di Indonesia yakni 3-6 meter per detik, sementara sumber daya energi air menyentuh 75 ribu MW. Namun, pemanfaatannya masih cukup minim, yakni hanya 3,07 MW untuk angin dan 8.111,55 MW untuk air.

Info Terkait :   Peluncuran Program 35.000 MW, PLN Teken PPA 490 MW

Sumber : Investor Daily 14 September 2015

Updated on     Info Tags: ,

2 thoughts on “Tarif PLTB US$ 10-15 sen per kWh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *