Tarif Listrik Turun Februari 2016, Biaya Produksi Efisien

listrik-non-subsidi

Turunnya tarif listrik yang diumumkan PT Perusahaan Listrik Negara (persero) efektif berlaku sejak 1 Februari lalu diperkirakan akan mengefisienkan biaya produksi industri. “Walaupun memang tidak banyak sih, hanya 1%-2% dari total biaya produksi,” ungkap Ketua Umum Asosiasi Mainan Indonesia Sutjiadi Lukas saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Per 1 Februari 2016, PLN menurunkan tarif listrik untuk 12 golongan tarif nonsubsidi.

Industri mainan yang diketuai Sutjiadi pada umumnya merupakan industri kecil dan menengah yang memperoleh reduksi tarif listrik Rp13 per kWh (skala menengah) dan Rp17 per kWh (tegangan rendah).

Meski cukup mengena, penurunan itu diakui Sutjiadi hanya mengompensasi peningkatan biaya produksi akibat meningkatnya harga bahan baku. Akibatnya, efisiensi tersebut sulit mendorong turunnya harga barang. “Bijih plastik harganya, bahan baku kemasan juga naik. Upah juga naik. Dari industri mainan tidak ada penurunan harga, yang ada malah kenaikan,” kata dia.

Hal senada juga dikemukakan industri tekstil yang mengaku banyak menanggung kerugian akibat inflasi nilai tukar rupiah terhadap dolar. “Kalau untuk tekstil tidak banyak pengaruh. Turunnya tidak signifi kan, sama saja dengan dua tahun lalu,” ungkap Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ade Sudrajat Usman.

Di sisi lain, riset Edelman Trust Barometer 2016 menunjukkan masyarakat Indonesia secara mayoritas mengatakan mereka berharap perusahaan dapat menciptakan tenaga kerja guna mengatasi persoalan sosial di masyarakat. Salah satunya ialah untuk mengurangi kemiskinan dan menjadi motor penggerak di tengah periode ketidakpastian.

Info Terkait :   PLN Berikan Keringanan Tagihan Listrik Industri Padat Karya

“Hasil tahun ini mengindikasikan bahwa masyarakat Indonesia memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap bisnis, terlepas dari rata-rata penurunan kepercayaan di institusi lainnya,” ungkap CEO of Edelman Indonesia Raymond Siva di Jakarta, kemarin.

Sumber : Media Indonesia 3 Februari 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *