Tarif Listrik Nonsubsidi Naik Juli 2015 (Lagi)

listrik-non-subsidi

Tarif listrik 10 pelanggan komersil atau nonsubsidi yang telah diterapkan skema tarif penyesuaian (adjustment tariff) kembali naik pada juli 2015.

Kepala Divisi Niaga PT PLN (Persero) Benny Marbun menuturkan, revisi tarif listrik bagi pelanggan komersil dilakukan setiap bulan. “Seperti biasa, kali ini tarif listrik golongan ini naik mengikuti ICP (Indonesian Crude Price/harga minyak mentah Indonesia) dan kurs,” kata dia di Jakarta, Kamis (2/7). tarif ditentukan dengan asumsi kurs Rp 13.141 per US Dollar, harga ICP US$ 61,86 dan inflasi 0,5%. Menurut dia, tarif listrik di Indonesia masih tetap kompetitif dibanding negara-negara tetangga.

Per Juli ini, tarif listrik nonsubsidi lima golongan ditetapkan sebesar Rp 1.547,94 per kilowatt hour (kWh) atau dari bulan lalu yang sebesar Rp 1.524,24/kWh. Kelima golongan ini adalah rumah tangga menengah R2 dengan daya 3500-5.500 VA, rumah tangga besar R3 dengan daya 6.600 VA ke atas, bisnis menengah B2 6.600-200 kVA, kantor pemerintah P1 6.600-200 kVA dan penerangan jalan umum P3.

Selanjutnya, untuk pelanggan bisnis besar B3 di atas 200kVA, industri besar 13 di atas 200 kVA, dan pemerintah P2 di atas 200 kVA ditetapkan sebesar Rp
1,219,31/kWh. Angka ini naik tarif Juni lalu yang sebesar Rp 1.200,65/kWh.

Sementara tarif pelanggan industri besar 14 berdaya 30 MVA ke atas naik dari Rp 1.070,42/kWh pada Juni menjadi Rp 1.087,07/kWh pada Juli 2015. Terakhir, tarif golongan khusus L/TR, TM, dan TT naik menjadi Rp 1.686,83/ kWh pada Juli dari Rp 1.661,01 /kWh pada Juni 2015.

Info Terkait :   Kalkulator Hitung kWh Listrik Prabayar

Tarif listrik nonsubsidi ini mulai merangkak naik pada April lalu. Sebelumnya, sejak September 2014, tarif listrik nonsubsidi mengalami penurunan setelah naik pada Agustus 2014. Dengan diterapkan tariff adjustment, tarif listrik nonsubsidi ini berfluktuasi mengikuti perkembangan harga minyak, kurs, dan inflasi dua bulan sebelumnya. Sehingga, tarif listrik nonsubsidi pada Juli 2015 berdasarkan acuan realisasi ketiga indikator pada Mei 2015.

PLN sebelumnya telah memastikan tarif rumah tangga 1.300 VA dan 2.200 VA batal diterapkan tariff adjustment PLN juga bertekad untuk menurunkan tarif listrik industri pada tahun depan. Penurunan tarif bukan dengan pemberian subsidi melainkan efisiensi. Rincinya yakni dengan menekan BPP melalui pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di pembangkit listrik.

Sakana Food Depok www.sakana.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *