Tarif Listrik Non-Subsidi Turun Januari 2016

listrik-non-subsidi

PT PLN (Persero) juga mengumumkan penurunan tarif listrik non-subsidi yang cukup signifikan mulai Januari ini. Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun menuturkan, tarif listrik bisa diturunkan berkat keberhasilan perseroan melakukan efisiensi operasi yang memangkas biaya pokok penyediaan (BPP) listrik.

Selain itu, tarif yang lebih rendah ini juga didorong oleh melemahnya harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) dan menguatnya nilai tukar Rupiah pada November 2015. Rincinya, ICP turun menjadi US$ 41,44 per barel, nilai tukar menguat menjadi Rp 13.673, dan inflasi naik menjadi 0,21%. Sementara pada Oktober 2015, ICP tercatat sebesar US$ 43,68 per barel, nilai tukar kurs Rp 13.796, dan deflasi 0,08%.

“Tarif listrik yang mengikuti mekanisme tarif adjustment pada 2016 turun banyak dibanding tarif listrik Desember 2015,” kata Benny.

Dia mengungkapkan, tarif listrik di tegangan rendah untuk pelanggan Rumah Tangga, Bisnis skala menengah, dan Kantor Pemerintah skala menengah, turun dari Rp 1509,38 per kilowatt hour (kWh) menjadi Rp 1409,16 per kWh. Berdasarkan tiga faktor tarif adjusment, tarif golongan ini turun Rp 12,3 per kWh, sementara dari pemangkasan BPP Rp 87,92 per kWh. Dengan begitu total penurunan tarif lintuk golongan pelanggan tegangan rendah sebesar Rp 100,22 per kWh.

Sedangkan untuk tarif listrik di tegangan menengah bagi pelanggan Bisnis skala besar, kantor Pemerintah skala besar, industri skala menengah turun dari Rp 1104,73 per kWh menjadi Rp 1007,15 per kWh. Penurunan sebesar Rp 9,01 per kWh lantaran perubahan tiga faktor tarif adjustment, sementara Rp 88,75 per kWh dari efisiensi BPP. Sehingga total penurunan tarif yakni Rp 97,58 per kWh.

Info Terkait :   Tarif Listrik Nonsubsidi Naik April 2015

Untuk tarif listrik di tegangan tinggi bagi pelanggan Industri skala besar, turun dari Rp 1059,99 per kWh menjadi Rp 970,35 per kWh. Penurunan tarif merujuk tiga faktor tarif adjustment sebesar Rp 8,64 per kWh, sedangkan dari efisiensi BPP Rp 81,0 per kWh. Dengan begitu total penurunan tarif bagi pelanggan tegangan tinggi sebesar Rp 89,64 per kWh.

Sumber : Investor Daily 4 Januari 2015

One thought on “Tarif Listrik Non-Subsidi Turun Januari 2016

  1. ivan says:

    ahh yang bener?
    baru saja tagihan listrik saya januari (penggunaan des) malah naik. kwh lebih dikit dari penggunaan november tetapi tagihannya naik. akan saya pantau tagihan feb (penggunaan jan) kalau tetep naik berarti PLN Omdo…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *