Tarif Listrik Non-Subsidi Stabil pada April-Juni 2017

listrik-non-subsidi

Tarif listrik kategori non-subsidi dipastikan tidak akan naik pada periode April sampai Juni 2017. Kebijakan itu dilakukan pemerintah agar harga listrik semakin terjangkau bagi seluruh masyarakat.

“Agar harga listrik semakin murah, pemerintah akan melakukan serangkaian program yang bisa menekan harga listrik,” sebut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dalam acara Economic Challenges, Special Energy Outlook Series, di Energy Building, Jakarta, kemarin. Acara itu bakal tayang di Metro TV pada 28 Maret mendatang.

Sejumlah cara, lanjut Jonan, telah dilakukan pemerintah untuk menekan harga listrik. Salah satu cara ialah menerapkan harga listrik pembangkit dengan tenaga uap batu bara (PLTU) sesuai dengan biaya pokok penyediaan (BPP) secara nasional. Pengaturan harga listrik PLTU akan membuat BPP lebih efisien dan efektif. Dengan begitu, tarif listrik bisa lebih kompetitif untuk masyarakat.

Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM No 19 Tahun 2017 untuk menetapkan harga listrik PLTU batu bara maksimal sesuai dengan biaya pokok penyediaan atau BPP secara nasional.

Menurut Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman, pengaturan harga listrik PLTU tersebut akan membuat BPP pembangkit lebih efisien sehingga tarif listrik menjadi kompetitif.

Jarman menambahkan Permen ESDM 19/2017 membagi harga listrik PLTU menjadi dua bagian, yakni mulut tambang dan nonmulut tambang. Untuk PLTU mulut tambang, jika BPP setempat lebih rendah daripada BPP nasional, harga patokan tertinggi mengacu ke 75% BPP setempat. Jika BPP setempat lebih tinggi daripada nasional, harga patokan tertinggi mengacu ke 75% BPP nasional.

Info Terkait :   Tarif Listrik Non-Subsidi Turun Oktober 2015

Untuk harga listrik PLTU nonmulut tambang, permen membaginya lagi dalam dua bagian, yakni di atas dan di bawah 100 Mw. Harga listrik PLTU nonmulut tambang dengan kapasitas di atas 100 Mw ditetapkan jika BPP setempat lebih rendah daripada nasional, harga patokan tertinggi mengacu ke BPP setempat.

Sumber : Media Indonesia 25 Maret 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *