Subsidi Listrik akan Dialihkan Langsung ke Masyarakat

listrik-rumah-tangga

 

Pemerintah berencana mengalihkan subsidi listrik dari melalui PT PLN (Persero) ke masyarakat. Nantinya tarif listrik akan sesuai keekonomian, sementara masyarakat mendapatkan subsidi langsung.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said menekankan kebijakan ini bukan berarti subsidi listrik dihapus. Melalui kebijakan ini, pemerintah tidak lagi memberikan subsidi berupa tarif listrik yang rendah, tetapi langsung berupa dana ke masyarakat. Bersamaan dengan itu, harga listrik disesuaikan dengan keekonomian.

Kartu Subsidi Listrik

“Caranya, suatu ketika pengguna listrik dengan kilowatt hour (kWh) rendah mendapat kartu, uangnya sampai ke kartu itu. Kemudian uang dipakai untuk membeli listrik dengan harga keekonomian,” kata dia pada rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, kemarin.

Meski demikian, lanjut dia, pemerintah belum memastikan kebijakan ini dilaksanakan. Namun, kebijakan ini harus dilakukan guna meminimalkan penyimpangan penyaluran subsidi listrik ke masyarakat. Pasalnya, jumlah pelanggan rumah tangga 450-900 VA yang banyak menyerap subsidi jauh lebih besar dari jumlah rumah tangga miskin.

“Dalam enam bulan ke depan, semoga ditemukan pola yang baik sehingga subsidi langsung ke yang berhak,” tambah dia.

Secara fasilitas, tutur Sudirman, pemerintah sebenarnya telah siap membagikan kartu yang menjadi sarana subsidi langsung tersebut Pemerintah tengah membahas agar seluruh subsidi ke masyarakat kurang mampu bisa melalui single platform. Meski demikian, kebijakan listrik langsung itu nantinya dilakukan secara bertahap.

Info Terkait :   Mencari Skema Subsidi Listrik Langsung 450 VA dan 900 VA

Direktur PLN Nicke Widyawati membenarkan bahwa subsidi listrik kurang tepat sasaran. Menurut dia, jumlah pelanggan rumah tangga mencapai 46 juta pelanggan, di mana pelanggan rumah tangga 450 VA mencapai 22,5 juta pelanggan. Sementara itu, jumlah rumah tangga miskin sesuai data Kementerian Sosial hanya 15,5 juta.

“Pemerintah ingin, itu (subsidi) nanti diubah menjadi subsidi langsung ke masyarakat, tidak lagi lewat PLN,” ujar dia.

Jumlah Subsidi Listrik Rumah Tangga

Saat ini, Kepala Divisi Niaga PIN Benny Marbun memaparkan, jumlah subsidi yang dikucurkan untuk golongan rumah tangga 450-900 VA mencapai Rp 55 triliun dari total subsidi % 66 triliun. Masing-masing memperoleh subsidi Rp 1.085/kWh untuk pelanggan 450 VA dan Rp 895/kWh untuk pelanggan 900 VA

“Sisa subsidi Rp 11 triliun itu untuk golongan lainnya, seperti industri, bisnis, dan sosial,” tutur dia. Saat ini masih terdapat 25 golongan pelanggan yang menerima subsidi listrik.

Bagi perseroan, tutur Nicke, perubahan kebijakan ini diakuinya ada sisi positif dan negatifnya. Namun, sistem subsidi yang sekarang di mana PLN memperoleh margin 7%, disebutnya tidak mendorong perusahaan melakukan efisiensi secara optimal.

“Kalau diberikan langsung kepada masyarakat, kami dapat tantangan melakukan penghematan lebih optimal,” jelas dia.

Kenaikan Tarif Listrik Rumah Tangga Ditolak DPR

Dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, subsidi listrik tahun depan disepakati sebesar Rp 67,7-71 triliun. Angka subsidi ini dengan asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) US$ 60-70/barel, kurs Rp 13.000-13.200, pertumbuhan penjualan listrik 7,5%, volume penjualan listrik 232,62 TWh, dan susut jaringan 8%.

Info Terkait :   Tarif Listrik Non-Subsidi Turun Januari 2016

Bersamaan dengan itu, pemerintah sebenarnya mengusulkan adanya kenaikan tarif sebesar 5% tiap triwulan bagi pelanggan sebesar 5% tiap triwulan bagi pelanggan sosial dan rumah tangga 450 VA dan 950 VA Namun, kenaikan ini hanya diterapkan bagi pemakaian listrik di atas 60 kWh. Kenaikan ini diklaim bisa menghemat subsidi Rp 4,1 triliun.

Alasan kenaikan ini sejalan dengan kebijakan pengalihan subsidi menjadi subsidi langsung. Dengan kenaikan 5% ini, pemerintah mengklaim dampaknya tidak akan terlalu signifikan bagi masyarakat. Apalagi, tutur Sudirman, pemerintah akan menggantinya dengan subsidi langsung.

“Jumlah total penghematannya signifikan karena jumlah pelanggan rumah tangga ini banyak sekali,” ujar dia.

Meski demikian, Komisi VII menolak usulan pemerintah. Kenaikan ini dinilai akan menambah beban masyarakat Selain itu, subsidi langsung dinilai belum tentu bisa menjadi solusi lantaran bisa saja terpakai untuk kebutuhan lainnya.

“Mempertimbangkan bahwa kondisi rakyat sedang tidak begitu baik, maka Komisi VII tidak bisa menyetujui adanya kenaikan tarif listrik untuk golongan 450 VA dan 950 VA,” kata Ketua Komisi VII Kardaya Warnika.

Sumber : Investor Daily 25 Juni 2015

Sakana Food Depok www.sakana.id

3 thoughts on “Subsidi Listrik akan Dialihkan Langsung ke Masyarakat

  1. andra says:

    saya setuju kalo subsidi listrik ditiadakan, tapi untuk kreteria tertentu, khususnya untuk konglomerat,untuk PEGAWAI NEGERI,untuk PEJABAT NEGARA, (ALASAN SAYA KARENA MEREKA TIAP BULAN BERPENGHASILAN TETAP, GAJINYA PUN TINGGI,) BEDA DENGAN WIRASWASTA PENGHASILAN TIDAK TETAP, ITU PUN PASPASAN, BELUM TENTU TIAP HARI DAPAT UANG(PENGHASILAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *