Subsidi Listrik 900 VA Dicabut, Naik Bertahap Hingga Juli 2017

listrik-rumah-tangga

Pemerintah memastikan akan mencabut subsidi listrik yang selama ini dinikmati oleh 18,94 juta pelanggan berdaya 900 Volt Ampere (VA) terhitung mulai 1 Januari 2017.

Subsidi Listrik 900 VA Dicabut

Subsidi listrik yang akan dicabut itu berkisar 82,2 persen dari total jumlah pengguna listrik 900 VA yang sebanyak 23,04 juta pelanggan.

PT PLN (Persero) mulai 1 Januari 2017 memberlakukan kenaikan tarif listrik secara bertahap bagi rumah tangga golongan mampu dengan daya 900 VA. Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprateka mengatakan, kenaikan tarif tersebut merupakan kebijakan pemerintah memberikan subsidi secara tepat sasaran.

“Mulai 1 Januari 2017, pelanggan listrik rumah tangga mampu berdaya 900 VA dikenakan kenaikan tarif secara bertahap,” katanya.

Menurut dia, pelanggan rumah tangga mampu 900 VA tersebut akan dikenakan kenaikan tarif dari sebelumnya bersubsidi menjadi keekonomian atau nonsubsidi secara bertahap. Kenaikan tarif dilakukan setiap dua bulan sekali yakni 1 Januari 2017, 1 Maret 2017, dan 1 Mei 2017.

“Kenaikannya sekitar 30 persen di tiap tahap,” kata Jarman, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM.

Dengan skenario tersebut, lanjutnya, maka secara bertahap tarif pelanggan rumah tangga mampu 900 VA akan mengalami kenaikan dari Rp605 menjadi Rp791 per 1 Januari 2017, Rp1.034 mulai 1 Maret 2017, dan Rp1.352/kWh per 1 Mei 2017. Lalu, mulai 1 Juli 2017, pelanggan rumah tangga mampu 900 VA itu akan dikenakan penyesuaian tarif otomatis setiap bulan seperti 12 golongan tarif nonsubsidi lainnya.

Info Terkait :   PLN Diperbolehkan Tunda Tarif Adjustment 1.300 VA dan 2.200 VA

Jika mengikuti tarif listrik 12 golongan tarif nonsubsidi per 1 Januari 2017, maka tarifnya sebesar Rp1.467,28/kWh. Dengan demikian, menurut dia, per 1 Juli 2017 akan terdapat 13 golongan nonsubsidi yang mengalami penyesuaian tarif setiap bulan.

“Mulai 1 Juli 2017, tarif listrik 900 VA akan sama dengan 1.300 VA, ikut dalam mekanisme tariff adjustment, naik turun mengikuti fluktuasi harga minyak atau Indonesian Crude Price (ICP) dan kurs dolar Amerika Serikat (AS),” ujar Jarman.

Pelanggan rumah tangga mampu yang sebelumnya tergabung dalam golongan rumah tangga 900 VA itu, juga menjadi golongan baru, sehingga total golongan PLN bertambah satu dari sebelumnya 37 menjadi 38.

Kenaikan Tarif 900 VA Berlanjut

Tarif tenaga listrik untuk 18,7 juta pelanggan daya 900 VA yang tergolong rumah tangga mampu (RTM) kembali naik 30% mulai hari ini. “Dicabut lagi subsidinya sebagian (Maret) tahap kedua, naiknya 30%,” kata Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman. Penyesuaian tarif bertahap sejak Januari itu sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No 28/2016.

Dengan penaikan itu, tarif listrik 900 VA RTM untuk Maret-April 2017 menjadi Rp1.034/kWh dari Rp791/kWh.

Sejauh ini, lanjut Jarman, beberapa pelanggan 900 VA yang mengalami pencabutan subsidi sudah menjalani prosesnya. Mereka mengklaim sebagai kelompok pelanggan tidak mampu sehingga berhak atas subsidi. Sementara itu, 4,1 juta pelanggan 900 VA yang memang rumah tangga tidak mampu tidak mengalami perubahan tarif apa pun.

Info Terkait :   Pemerintah Pangkas Subsidi Listrik 2016

Pulsa Listrik 100 ribu berapa kWh untuk 900 VA?

PeriodeKondisiTarifkWh yang didapat
Sebelum 2017Subsidi605160.5
Januari-Februari 2017Naik 30% Tahap 1791122.7
Maret-April 2017Naik 30% Tahap 2103493.9
Mei-Juni 2017Naik 30% Tahap 3135271.8
Juli 2017 dstTanpa Subsisi (fluktuatif)146766.2

Sebagai gambaran, untuk pembelian listrik voucher sebesar Rp 100 ribu, pelanggan 900VA mendapatkan kWh sesuai estimasi di atas. Angka kWh adalah estimasi dikarenakan perubahan kebijakan admin bank dan pajak PPJ yang berbeda tiap daerah.

Sumber : berbagai media

Sakana Food Depok www.sakana.id

62 thoughts on “Subsidi Listrik 900 VA Dicabut, Naik Bertahap Hingga Juli 2017

  1. Redi nurcahyono says:

    Kami PNS Golongan 2a sangat terbebani dg kenaikan tarif dasar listrik.
    Apalagi dg kanaikan yg tiap 2 bln sekali naik 30% sangat berat buat kami.

  2. Redi nurcahyono says:

    Tarif dasar listrik 900 VA dicabut kami PNS Gol 2 dan 1 yg ada di dareah tambah susah, apalagi yg PNS Struktural tak ada tambahan apapun…

  3. Ferry Stanlay says:

    sy berstatus PNS gol. III, tp ttp jg merasa sangat terbeban dgn kenaikan tarif dasar listrik. sbgai bahan analisa, sepanjang tahun 2016 (kecuali bulan nov-des), tagihan listrik sy antara 120rban-150rban/bulan. nov-des jadi 300rban/bln. jan-feb 2017 jadi 400rban/bln. maret-april jadi 500rban/bln. hitungan itu blm sampai pada titik akhir dr fenomena “penyiksaan” tagihan PLN, krn akan berubah mjd nonsubsidi per bulan juli.
    kalau kita banding2kan tagihan PLN sy dgn angsuran konsumtif masyarakat pd umumnya, berarti pengeluaran bulanan sy sama saja mengangsur 1 unit motor (DP rendah) seumur hidup sy “hanya” utk bayar listrik. semoga pengorbananku itu tdk sia2, bangsa kita bisa maju dan sukses kelak. Amin.

  4. Ayi Darajat says:

    Home industri mikro yang omzetnya aja ga nyampe 15 juta/ bulan ko tarif listriknya di samain sama orang golongan menengah atas ya… Jadi pening pala ane.
    Gimana ya solusinya..?????????????
    bayar listrik tadinya 100 ribu/bulan, sekarang jadi 250 ribu/ bulan

      1. @nw@r says:

        Bpk PLN kenapa jadi aneh begitu ya….?!
        Yg punya usaha kecil disuruh migrasi tarif yg msh subsidi, lambat laun subsidinya di cabut lg…
        Itu mah bukan solusi pak, itu mah cuma mengulur waktu saja…
        Nah…klo yg g punya usaha kecil berarti harus gigit jari mengikuti tarif yg ada, begitu y pak PLN ???

  5. Kelik says:

    Saya PNS Gol III/d eselon IV masa kerja 25 tahun. Gaji plus tunjangan jabatan saya 4,9jt.
    Anak I kuliah di fak teknik UGM dengan pengeluaran:
    Disetor ke UGM rata2 500rb/bln
    Uang saku 700rb
    Buku dan fotocopy rata2 870rb
    Praktek rata2 450rb.
    Total : 2,520.000/bulan

    Anak II kuliah di swasta terkenal di jogja dengan pengeluaran :
    SPP dirata-rata 1,8jt/bln
    Uang saku 700rb.
    Buku/literatur/penggandaan 160rb
    Kegiatan kampus peningkatan intelektual 100/bln
    Total 2.760.000,-
    Total biaya pendidikan Rp. 5.080.000,- plus hutang bank untuk 2 motor anak2 880rb/bln Harus ada 5.960.000 (cari tambahan 1.960.000)
    Makan, listrik, pendidikan, sumbangan sana-sini harus ditutup dengan jualan angkringan malam hari dan honor tim/perjalanan dinas dengan pemasukan bersih dan halal rata2 90rb.
    Tidak ada tabungan sama sekali.
    Apakah saya harus korupsi agar bisa menutup kekurangan pengeluaran?
    Hebatnya negriku… hebatnya Indonesiaku.
    Tapi… jangan khawatir. Saya akan bayar listrik dengan mengubah pola makan dari 3x sehari menjadi 2x sehari.
    JAYALAH INDONESIAKU!!!!

  6. Rangga says:

    Udah mah yg tinggal di rmh ga ada yg kerja alias pengangguran smua, za nyari krja susah, malah sekarang di bebani hrus byar listrik yg tadi.a 200/bln jadi 560/bln…
    pada kemana subsidi nyasar.a..
    indonesia…indonesia…indonesia…indonesia…
    TRIMAKASIH BANYAK

  7. anton cuute says:

    Terima kasih kepada bapak presiden kita yg didukung dan dicintai pemilihnya, mungkin baru dijaman ini listrik naik sampai 3x lipat karena rakyat yg memilih dia yg dibilang wong cilik sudah pada kaya mungkin, yah namanya juga politik terima aja apalagi mau kampanye lagi ntar juga turun lagi harganya itu sudah biasa itu disebut juga? pendukungnya udah tau…
    Pemakai daya 900va itu yg tidak mampu ada yg 1 rumah bisa 2 keluaraga atau lebih tp dianggap sudah pada kaya mungkin menurut lembaga survey pendukung, klo mampu pasti naik jadi 1300va pakai ac dll…

    Kalian tidak usah mengemis minta dikasihani, percuma…
    Mending pake lilin kaya pendukungnya ahok lebih hemat…

    Hidup Indonesia semoga semakin Sabar rakyatnya dan mendapatkan pemimpin yg lebih mengerti rakyatnya…

  8. nanang rustiawan says:

    Pak untuk bapak saya yg status kerja kuli gajih knek rata rata 60 ribu/ hari
    Punya motor 1 itupun di kasih kakak dari ibu saya apa kelyarga atau rumah saya listrik nya akan di naikan atau tidk

  9. Rjt says:

    saya pensiunan perusahaan swasta dengan situasi sekarang ini tinggal narimo wae lah apa yang dibuat oleh pemerintah kita yang sedang hebat-hebatnya membangun yang penting anak cucu kedepan akan lebih makmur merdeka Indonesia Jaya.

  10. Didi says:

    Rumah mampu + buka toko : di subsidi
    Rumah mampu x buka toko karna sibuk kerja : tidak disubsidi.
    Lucu ya…konsep negara maju diterapin di negara berkembang…. nanti saya buka toko beras, tetangga buka toko alt tulis kantor, ttngga satunya jualan pulsa. Trus ada mini market kembar dibuka. Trus tutup. Trus subsidinya dicabut. Memang semua petinggi2 negara kita kong kalikong maling singkong siang bolong.

  11. tias says:

    Luar biasa naik listrik nya!
    Biasa bayar 150rb skrg jadi 350 rb
    Saya cuma ibu rumah tangga dan suami kerja freelance penghasilan gak menentu.
    Semoga ada kebijakan baru dari pemerintah

  12. Melfin Hendri says:

    Mohon untuk semua pejabat di PT PLN melakukan survey segera dengan teliti dengan di bantu perangkat desa ( RT, RW dan Lurah ). Mereka wajib di perhatikan dan di penuhi kebutuhan dasarnya. jadilah pelopor Perusahaan Negara yang memenuhi sila ke 5 PANCASILA. Terima kasih atas perhatian dan bantuan Bapak Ibu Pejabat PT PLN.

  13. La Ode Fridi says:

    Berharap Pemerintah dapat memahami perasaan & beban rakyat miskin yang tidak mampu bayar tagihan listrik tiap bulan. Perlu solusi yang tepat & cepat untuk mengatasinya. Salah satunya adalah perlu bantuan listrik tenaga surya untuk setiap Rumah Tangga yang benar-benar tidak mampu (fakir).

  14. uki says:

    Harusnya menaikan tarif listrik atas persetujuan DPR, sama seperti halnya kenaikan BBM, karena ini untuk hajat hidup masyarakat. Saat ini untuk masalah BBM dikuasai Negara yang intinya untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dimana masyarakat mendapat kesejahteraan dari semua itu? DPR dan YLKI koq diam saja yaa.

  15. Ginanjar says:

    Selamat Malam PLN 🙂
    Saya mau curhat, keluarga saya kalangan orang Kurang mampu saya pedagang Tahu, penghasilan saya Alhdulillah 40 ribu rata2, nah yang saya tanyakan: dulu waktu saya bisa berdagang, Listrik dirumah saya berdaya 450 W, karena saya bisa menabung sedikit2 saya mencoba ingin dinaikan Daya dari 450 VA ke Daya 900 VA, karena sering Padam, nah saat saya minta naik daya 900VA ke Perantara di desa kami, katanya 900VA Gak ada,,, yg ada hanya 1300VA, karena terpaksa tidak ada yg 900VA akhirnya saya pake yg 1300VA agak sedikit kecewa… karena tarif 1300VA mahal.. padahal kami keluarga Biasa, rumahpun jelek, lantaipun masih tanah. tolong bantuanya pak, karena yg 1300VA tokenya cepat habis.. Terima kasih.

      1. Saya sdh mengajukan permohonan perubahan daya tgl 15/07/2017 soalnya kami memiliki usaha Toko dan sudah mendapatkan no registrasi 5180137002068 dan sdh melakukan pembayaran IDFEL; 518012023758 tarif lama: R1MT tarif baru: B1T. tp kenyataannya sampai skrg usulan kami belum terealisasi. peraturan manager pln area bojonegoro untuk rubah daya R1M 900 menjadi B1 900 tidak bisa harus daya 1300 yg bs dirubah bisnis. kenapa wil. bojonegoro ada 3 area. area bojonegoro tidak bisa sedangkan area padangan dan sumberjo bisa tarif R1M 900 menjadi B1 900 (punya Usaha)…jika manager area bojonegoro membuat aturan sendiri tolong diklarifikasi atau ganti managernya kami jg WNI.

      2. @nw@r says:

        Yg punya usaha kecil disuruh migrasi tarif yg msh subsidi, lambat laun subsidinya di cabut lg…
        Itu mah bukan solusi pak, itu mah cuma mengulur waktu saja…
        Nah…klo yg g punya usaha kecil berarti harus gigit jari mengikuti tarif yg ada, begitu y pak PLN ???

  16. tolib says:

    Saya hanya seorang buruh pabrik memiliki anggota keluarga istri dan 2 anak, penghasilan hnya dari gaji saya istri saya mengasuh anak saya usia 5 tahun dan 7 bulan,tidak bisa membantu mencari tambahan penghasilan
    Dengan cuma mengandalkan penghasilan buruh pabrik saya merasa sangat keberatan dengan kenaikan TDL saat ini sedangkan untuk migrasi ke tarif bisnis saya tidak memiliki usaha
    Bagaimana y pak solusinya agar saya bisa mendapat keringana biaya listrik saya?

  17. toni says:

    Ini yg malah kurang aj*r dikampung saya listrik nya kadang2 padam lamaaaaaa eh malah taripnya kadang naik atau hampir sama spt bulan2 sebelumnya, yg parah saya coba2 tes nunggak wah surat pencabutan lebih kencang dr pada pelayanan…..
    Negara2 ..?. cobalah yg koruptor itu dananya dipake untuk subsidi rakyat kecil, dasarrr negara ini sdh tdk sek3ncang jaman jadi macan asia

  18. Rudi says:

    Boleh tanya admin yg terhormat ”
    saya pingin tau input data nya darimana? dari R-1/900 VA subsidi tiba2 pindah ke R-1/900 VA-RTM.apakah petugas PLN datang langsung kelapangan sehingga begituh mudah nya rakyat miskin yg harus dapat subsidi jadi tidak dapat malah di cekik
    10 tahun silam di daerah kami sulit sekali untuk pasang KWH dengan daya 450VA, Yg ada 900VA , MASARAKAT MISKIN mau tidak mau pasng yg 900VA , dan sekarang tanpa survey lokasi PLN dengan sepihak mencabut subsid nya, pertanyaan apakah bsa TDL 900VA NON SUBSIDI menjadi SUBSIDI Kembali , kasian masyarakat miskin yang cuman kuli buruh harian harus bayar mahal & saya lihat yang mampu tapi TDL nya masih di subsdi , mohon koreksi kembali, dan layanan di aderah kami sangat buruk sekali arus nya serin drop lebih parah sering mati aliran listrik nya ” trimaksih , admin sebelom nya”

  19. Rimba adhidan says:

    PLN gak turun langsung ke lapangan. Se. Enak nya ajha naik kan.. aq sbh anak kasihan liat ortu yg kerja nya borongan tiba2 tarif nya naik. 2x lipat biasa nya 150 sekarang 350rb.. bangsat lah PLN.. hemat apbn tapi rugiin wong cilik

  20. Setiawan says:

    Saya tinggal di RUMAH SUSUN sejak thn 1990 pakai PLN 900VA, pensiunan bumn dgn manfaat pensiun tiap bulan Rp. 2.400.000, di rumah susun hidup bersama istri, kebutuhan listrik yg rutin pakai AC 1/2 pk karena kami butuh utk mengatasi vertigo yg kami derita, kebutuhan bulanan hidup di SURABAYA tentunya beda dengan seperti di Pacitan……apakah tidak ada pembagian ZONE 900VA diperumahan biasa dengan ZONE di rumah susun , mohon PETUNJUK dan KATA BIJAK

    1. Setiawan says:

      Saya tinggal di RUMAH SUSUN sejak thn 1988 pakai PLN 900VA, pensiunan bumn dgn manfaat pensiun tiap bulan Rp. 2.400.000, di rumah susun hidup bersama istri, kebutuhan listrik yg rutin pakai AC 1/2 pk karena kami butuh utk mengatasi vertigo yg kami derita, kebutuhan bulanan hidup di SURABAYA tentunya beda dengan seperti di Pacitan……apakah tidak ada pembagian ZONE 900VA diperumahan biasa dengan ZONE di rumah susun , mohon PETUNJUK dan KATA BIJAK

  21. Yoga says:

    Itu kebijakan pemerintah, kita sebagai rakyat kecil harus bijak pula memilih pemimpin dan begitu pula memilih partai, kesempatan ada pada pemilu 2019, hanya saja pada pada waktu itu kita masih mampu makan 3 kali sehari atau tinggal 1 kali sehari, jadi nikmati saja hasil pemilu 2014

  22. Ani says:

    Dasarnya dari mana pemerintah bisa langsung menentukan pelanggan listrik 900 VA itu keluarga mampu ?
    Tolong diteliti kembali, jangan sampai rakyat kecil sudah sulit, semakin sulit lagi. Terimskasih

  23. ari says:

    harusnya menaikan listrik itu 30 % dari harga subsidinya. bukan dari harga yg sudah dinaikan. kalo di hitung2 bukannya 90% naiknya. tp lebih dari 110%.padahal saya tinggal dirumah kontrakan yg tp mana yg disebut tepat sasaran. harusnya ada tim yg turun kelapangan untuk menyeleksi siapa yg layak untuk disubsidi atau yg di cabut subsidinya. jelas ini sangat membebani rakyat kecil kayak saya yg penghasilannya saja ngga menentu dengan biaya pengeluaran yg saat ini 100 rb aja ngga cukup untuk biaya belanja dan anak sekolah. ditambah lagi bayar kontrakan dan bayar listrik yg cukup tinggi. saya harap pemerintah bisa menyeleksi ulang bagi yg mampu dan ngga mampu. kalo begini terus bagaimana mau menanggulangi kemiskinan di indonesia. beban rakyat kecila makin mari makin berat dengan pengeluaran yg begitu besar. yang mau gak mau harus dijalani. sementara pemasukan tudak meningkat. bahkan malah menurun!!!

  24. cunay says:

    Tolong ..untuk pihak PLN. BERLAKU ADIL.. jangan seenak nya aj.. nyabut subsidi.. liat.. dan terjun ke lapangan.. dong.. masa rumah gubuk..dri bambu.. usaha cuma buruh tani.. di masukin katogori mampu… liat pake mata.. pak.. jng asal nebak.. aj. Dong..

  25. john leonas says:

    Salam pak Mentri, pak kepala PLN Persero, saya kepala rumah tangga(4 org tanggungan) penghasilan 1,9 JT/bln. Biasanya uang Rp.300 rbu bisa bayar SPP anak dan listrik ,tapi setelah kenaikan TDL ,uang tersebut hanya utk byr listrik bahkan sampai rp.391 rbu/ bln. Kami hanya mengontrak di rumah ibu tersebut. pemerintah harus bijak dlm pemberian subsidi dan akurat. No KKN

  26. ABDUL EM says:

    MOHON SURVEY ULANG.KINDISI RUMAH DAN JANDA TUAHIDUP SENDIRI DI KAMPUNG KWAGEAN PARE KEDIRI JAWATIMUR YANG SAAT INI DENGAN DAYA 900VA/R1M…IDPEL 514060401791 NO KTP 3506184507560001….SEMOGA ADIL DAN MERATA BAGI KAMI RAKYAT KECIL

  27. Didalam Permen ESDM No. 28 tahun 2016 Lampiran III. tentang: Tarif Tenaga Listrik yang disediakan Oleh PT. PLN ( Persero) Tarif Tenaga Listrik untuk keperluan Bisnis
    1. B-1/TR daya 450 VA
    2. B-1/TR daya 900 VA
    3. B-1/TR daya 1.300 VA
    dst dr daya 2.200 s/d 6.600 VA…
    Biar lbh faham mohon pada admin utk Kab. Bojonegoro khususnya manager Area Bojonegoro yang aturannya yang bisa dirubah bisnis hnya daya 1.300 VA…Manager PLN yang kurang ajar kelakuan Oknum.

    1. Saran kami ikuti saja pak kebijakan PLN setempat, karena memang setiap daerah memiliki kebijakan sendiri. Silakan naik daya mumpung diskon 50%. Baru kemudian migrasi. Toh tarif 900VA non subsidi juga mahal sekali.

  28. budi says:

    http://nasional.kompas.com/read/2017/06/14/14313311/dirut.pln.isu.kenaikan.tarif.listrik.untuk.mendiskreditkan.pemerintah
    tu katanya..tapi kenyataan apa?? skrg pejabat2 matanya udah pada katarak ya? ga liat ekonomi dulunya masyarakat menengah, skrg udah jadi org kere, gara2 kebijakan2 yg sering dibuat ngakunya utk mensejahterakan rakyat ato yg dibuat utk mensejahterakan sang pembuat kebijakan itu?
    Dulu aja sering promosi kampanye turun ke daerah org miskin…skrg aduh…bisa diliat sendiri dah kelakuannya
    untung ane golput dulu ga milih siapa2…mudahan pemilu berikutnya jgn ada yg milih soalnya dah diatur sm partainya sendiri dan diatur sm pihak2 luar utk kepentingan mereka

  29. Name *daimadim says:

    apalagi saya pak karyawan swasta biasanya bayar 150/bulan sekarang jadi 300 /bulan aduh ripuh aing euy rex sejahtera kumaha boro boro sejahtera nu puguhmah kacekek wee nu aya cing bijak atuh bikin kebijakanteh iyeu mah kalah nincak

  30. andreas says:

    yang berkuasa semakin berkuasa yang kaya semakin kaya….yang miskin smakin miskin..jangan dipaksa maju negara ini kalau belum siap..ini bukan pembelajaran untuuk maju tapi pembelajaran untuk cepat mampus

  31. andreas says:

    negara ini kalau ingin maju….buang saja semua orang menengah kebawah sampai yang miskin biar tidak menjadi batu pengganjal negara ini untuk maju….termasuk kami

  32. Intan says:

    Saya pakai yg 900VA bisanya tagihan per bulan hanya 120rb sekarang naik sampai 300rb apakah wajar? Saya sbg rakyat merasa sangat tercekik dgn kebijakan ini. Gaji PT hanya UMK loh ya biaya hidup semakin mahal dan harus nafkahin keluarga ditambah kenaikan tarif 3x lipat Masha Allah.. semoga pemerintah membuka mata untuk rakyat bukan hanya buka mata untuk uang. Uang rakyat itu uang amanah loh apa jadinya kalo masuk kantong para koruptor? Hidupnya tidak berkah dan dipenuhi rasa gelisah. Sebelum dimintai pertanggung jawaban di akhirat khususnya pak presiden tolong jadilah pemimpin yg amanah

  33. Heri hary says:

    Tidak ada kata lain,selain nerima dan pasrah..setiap bulan harus nyisihkan lebih dari 300 ribu buat beli token listrik..padahal penghasilan dari gaji UMR yg pas2san….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *