Mencari Skema Subsidi Listrik Langsung 450 VA dan 900 VA

listrik-rumah-tangga

Pemerintah memastikan adanya subsidi listrik untuk pelanggan golongan 450 volt ampere (VA) dan 900 VA pada 2016, yang akan langsung diberikan kepada masyarakat (targeted), bukan kepada tarif (barang). Untuk itu, pemerintah tengah mencari skema yang tepat untuk penyaluran subsidi listrik langsung tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara menuturkan, salah satu skema yang bisa diandalkan pemerintah, yaitu melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), sehingga bisa terdeteksi langsung masyarakat yang disasar.

Tapi, lanjut dia, pemerintah harus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyelesaikan persoalan data penduduk miskin dan rentan terlebih dahulu.

Sementara dalam rapat kerja (raker) Komisi VII dengan pemerintah sebelumnya sudah disepakati range subsidi listrik sebesar Rp 67-71 triliun pada 2016.

Skema Pengganti Subsidi 450 VA dan 900 VA

“Jadi, kita cari skemanya, sudah pasti data harus diperbaiki. Mekanisme tentang bagaimana Perusahaan listrik Negara (PLN) memberi sambungan kalau orang minta sambungan 450 VA dan 900 VA, itu dia langsung beri atau bagaimana (bisa ketahuan jumlah data pelanggan),” ungkap Suahasil usai mengikuti rapat panitia kerja (panja) di Banggar DPR, Jakarta, Selasa (30/6).

Sedangkan terkait data, lanjut Suahasil, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan 29 juta orang hidup di bawah garis kemiskinan. Artinya, bila dibagi anggota keluarga berjumlah lima orang, maka sekitar 6 juta rumah tangga di bawah garis kemiskinan. Sementara berdasarkan data Direktorat Kelistrikan Kementerian ESDM, sampai dengan Mei 2015 terdapat 44 juta pelanggan, gabungan golongan 450VA dan 900VA.

Info Terkait :   Subsidi Dicabut Jokowi : Perlu Rekonsiliasi Data Keluarga Miskin

Dengan posisi data yang ada, apabila 44 juta pelanggan kedua golongan tersebut dikurangi 6 juta RT yang hidup di bawah garis kemiskinan, didapati sebanyak 38 juta RT miksin dan rentan yang bisa disasar untuk mendapatkan subsidi listrik. Namun, Suahasil belum memberikan kepastian berapa jumlah targeted subsidi dari total 44 juta pelanggan yang ada.

Sementara itu Dirjen Kelistrikan Kementerian ESDM Jarman menyebutkan, jumlah pelanggan golongan 450 VA mencapai 22,7 juta, sedangkan golongan 900 VA mencapai 21,9 juta. Terkait penetapan pelanggan yang akan mendapatkan subsidi, pihaknya masih akan bekonsolidasi dengan BPS dan instansi lainnya. Namun, skema baru, pasti akan diterapkan pada 2016.

“Kalau dari jumlah pelanggan sekarang 44 juta RT. Golongan 450 VA itu hampir 22 juta lebih pelanggan (22,7 juta). Dari data itu harus diseleksi kembali (mana yang harus menerima subsidi),” kata Jarman.

Butuh Data Orang Miskin Valid

Pada kesempatan yang sama, Dirut PLN Sofyan Basir menjelaskan, pihaknya membutuhkan data valid terkait orang miskin yang layak menerima sambungan 450 VA untuk mendukung subsidi langsung. Untuk itu, PLN pun akan menunggu perbaikan data penduduk miskin dan rentan yang akan disiapkan pemerintah.

“Jadi bukan yang minta pasang 450 VA lalu saya kasih subsidi. Atau kamu datang ke orang PLN minta pasang daya 900VA kan sama saja menerima subsidi, padahal kamu tidak miskin,” ujarnya.

Info Terkait :   PLN Janjikan Tarif Listrik Industri Turun 2016

Sementara itu, Anggota Banggar dari Fraksi PKS Ecky Awal Muharam meminta pemerintah benar-benar mendapatkan data yang valid. Pasalnya, bisa saja dalam 44 juta pelanggan tersebut masih layak menerima subsidi langsung tersebut

Selanjutnya, adanya perubahan skema pun dinilai dapat mendorong inflasi dan memperlambat daya beli masyarakat sehingga konsumsi menurun. Hal ini tidak baik di tengah adanya keterlambatan ekonomi.

“Ketika terjadi kenaikan listrik pada golongan 450 dan 900 VA itu adalah masyarakat bawah. Langsung memukul daya beli mereka, tetapi skema subsidi langsung belum bisa diyakini kalau pun bisa diperbaiki, memerlukan pembenahan database yang berlaku,” ujarnya.

Ketua Banggar Ahmadi Noor Supit pun menambahkan, apabila ada pelanggan yang tidak tergolong miskin dan rentan miskin menggunakan daya 450 VA atau 900 VA harus segera dicabut oleh PLN, kemudian digantikan dengan daya 1200 atau 2300 VA.

Pengalihan subsidi listrik langsung ini bertentangan dengan rencana pemerintah untuk tidak menaikkan tarif listrik rumah tangga April lalu.

Sumber : Investor Daily 1 Juli 2015

Sakana Food Depok www.sakana.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *