Per September, 15 Pembangkit Listrik Mulai Operasi

program-35000-MW

Sampai September 2015, jumlah pembangkit listrik yang sudah beroperasi tahun ini mencapai 15 unit dengan total kapasitas 1.500 megawatt (MW). Pembangkit ini bagian dari target penambahan kapasitas pembangkit Proyek 35 Ribu MW ditambah sisa program percepatan 10 ribu MW sebesar 7.000 MW.

“Hingga sekarang ada 1.500 MW yang sudah selesai dibangun. Lokasinya tersebar di seluruh Indonesia,” kata Wakil Ketua Unit Pelaksana Program Pembangunan Ketenagalistrikan (UP3K) Agung Wicaksono di Jakarta, awal pekan ini.

Tambahan sebesar 1.500 MW itu disebutnya terdiri atas 15 pembangkit, termasuk yang berkapasitas kecil. Beberapa pembangkit besar yang telah beroperasi adalah PLTU Pangkalan Susu di Sumatera Utara 2×220 MW, PLTU Celukan Bawang di Bali 3×130 MW, PLTG Pesanggaran di Bali 200 MW, PLTU Banjarsari di Lahat 2×110 MW, PLTP Kamojang 5 di Jawa Barat 30 MW, dan PLTG Senipah di Kalimantan Timur 2×40 MW.”Selain itu, juga ada PLTG daerah perbatasan dan pulau terdepan sebanyak 68 MW di 50 lokasi,” tambah Agung.

Sementara itu, dari 291 pembangkit lainnya yang masuk dalam Proyek 35 Ribu MW, baru sebesar 5.317 MW atau sekitar 15% yang masuk tahap konstruksi. Selanjutnya, proyek yang dalam tahap pengadaan sebesar 28.397 MW atau 80% dan tahap perencanaan 1.815 MW atau tinggal 5%.

Sampai akhir tahun nanti, lanjut Agung, pemerintah optimistis bisa meneken kontrak rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC) untuk pengembang proyek PT PLN (Persero) dan perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) untuk produsen listrik swasta (independent power producer/IPP) sebanyak 13 ribu MW.

Info Terkait :   APPI Ingin Lebih Dilibatkan dalam Infrastruktur Kelistrikan

“Saat ini yang sudah terkontrak tercatat baru 5.900 MW,” ujarnya. Tetapi dalam waktu dekat akan ada tambahan cukup besar dari beberapaproyekbesar. Beberapan diantaranya adalah PLTU Jawa 5 dan 7 yang masing-masing berkapasitas 2×1.000MW, serta PLTU Cirebon Ekspansi 1.000 MW. “Itu kan besar-besar kapasitasnya,” tambahnya dia.

Beberapa proyek yang telah memiliki PPA dengan PLN yakni PLTA Batang Toru 510 MW, PLTA Hasang 3×13 MW, PLTB Sidrap 70 MW, PLTB Samas 50 MW, PLTS Gorontalo 2 MWp, dan PLTS Sumba Timur 1 MWp. Selain itu proyek lainnya adalah PLTU Kendari-3 2×50 MW, PLTU Jeneponto Ekspansi 2×125 MW, dan PLTU Malea 2×45 MW.

Sementara untuk pengembang yang telah memiliki kontrak EPC adalah PT PP (Persero) untuk PLTG Gorontalo, Konsorsium Samsung, Lotte, dan PT Hutama Karya (Persero) untuk PLTU Grati, serta PT Black & Vetch dan PT SSP General Engineering & Construction untuk PLTU Lontar.

Berdasarkan roadmap, pembangkit proyek 35 ribu MW yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ini sebesar 3.793 MW. Selanjutnya, pembangkit sebesar 4.213 MW ditargetkan beroperasi pada 2016, 6.379 MW pada 2017, 9.238 pada 2018, dan 19.319 MW pada 2019.

Program 35 Ribu MW diperlukan guna memenuhi kebutuhan listrik di masa mendatang. Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 5-6%, selama 2015-2019 dibutuhkan tambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 7 ribu MW per tahun. Karenanya di luar pembangkit yang telah dikonstruksi sebesar 7 ribu MW, Indonesia masih harus membangun pembangkit baru dengan total kapasitas 35 ribu MW. Total investasi yang dibutuhkan mencapai lebih dari Rp 1.100 triliun.

Info Terkait :   Amerika Serikat Minat Proyek 35.000 MW

Untuk memastikan penambahan kapasitas terpasang merata, proyek 35 ribu MW disebar di seluruh Indonesia. Rincinya, Jawa-Bali terdapat proyek pembangkit berkapasitas 18.697 MW, Sumatera 10.090 MW, Sulawesi 3.470 MW, Kalimantan 2.635 MW, Nusa Tenggara 670 MW, Maluku 272 MW, dan Papua 220 MW. Jika seluruh proyek selesai, rasio elektrifikasi nasional ditargetkan naik menjadi 97% pada 2019 dari posisi saat ini 84%.

Sakana Food Depok www.sakana.id

Baca Halaman:

Updated on     Info Tags:

One thought on “Per September, 15 Pembangkit Listrik Mulai Operasi

  1. Arnold says:

    Mas barang kali bisa cocok, partner sy sangat berminat utk bekerja sama dgn IPP yang sudah memiliki PPA dgn PLN, untuk kapasitas antara 50-200 MW, apakah bisa di email IPP mana saja, lokasi, kapasitas dan Contact Person

    Wass

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *