Rumah Bisa Jual Listrik Tenaga Surya ke PLN

rumah-tenaga-surya

Dalam waktu dekat pemerintah berencana mengeluarkan peraturan yang memperbolehkan rumah tangga menjual listrik ke PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

Peluang itu terbuka setelah pemerintah mengizinkan rumah tangga untuk menghasilkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), terutama yang dibangun di rooftop masing-masing rumah tangga.

Program ini dilakukan untuk mendukung pengadaan energi listrik menggunakan tenaga surya. Menurut data statistik. Indonesia memiliki potensi pengembangan 50.000 MW melalui PLTS dengan intensitas cahaya matahari di Indonesia yang rata-rata 4.8 kilo-watt/jam (KWH) per meter persegi.

Harga Jual Sedang Dikaji

Menurut Kepala Pusat Komunikasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana pihaknya kini sedang mengkaji beberapa hal yang akan mendukung terwujudnya program tersebut

“Masih dikaji regulasi, teknisnya serta harga dan insentif. Kami mengharapkan regulasi penjualan listrik dari rumah tangga itu bisa keluar tahun ini,” kata nya di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (8/5).

Namun, menurutnya Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM sudah akan fokus untuk mengembangkan PLTS ini mengingat kebutuhan listrik yang semakin meningkat.

Nantinya, kapasitas listrik yang dapat dibangun untuk pemasangan awal adalah 2.000 –
4.000 watt. Sementara itu, untuk harga pemasangan panel surya akan memakan biaya US$3 – US$5.

Penghematan dari Tenaga Surya Cukup Besar

Menurut Dadan, meskipun biaya yang dibutuhkan untuk membangun PLTS di atap rumah cukup besar, tetapi bisa digunakan untuk jangka panjang lantaran umur opera PLTS ini dapat bertahan hingga 25 tahun. Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan untuk memberikan insentif kepada warga yang ingin membangun PLTS di rooftop tersebut.

Info Terkait :   Perpres Kelistrikan Dinanti

Saat ini, menurutnya sudah ada beberapa negara yang menerapkan program tersebut di antaranya Jepang dan Thailand.

PLTS merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kekurangan pasokan listrik, terutama di daerah terpencil. Sebelumnya ESDM juga menargetkan bahwa pembangunan PLTS ini bukan hanya semata-mata memenuhi target mega proyek listrik yang digadang-gadang pemerintah selama lima tahun ke depan.

Ketua World Renewable Energy Network Prof. Ali Sayigh mengatakan bahwa saat ini untuk penghematan dan pasokan energi, tenaga matahari merupakan kunci yang paling tepat. Mengingat tidak terbatasnya pasokan energi yang didapat dari tenaga tersebut.

“PLTS adalah kuncinya, coba katakanlah kalau 20% pasokan listrik dari tenaga surya, berapa penghematan yang bisa dilakukan dari situ. Cukup besar,” katanya beberapa waktu lalu.

Sumber : Bisnis Indonesia 9 Mei 2015

18 thoughts on “Rumah Bisa Jual Listrik Tenaga Surya ke PLN

  1. Didik suprayitno says:

    Malaysia sudah menerapkan sejak 2011. Kita terlambat. Harusnya sudah dari dulu. Kan energi matahari luar biasa banyak di Indonesia. Saya sudah pakai sejak th 2005 dengan sistem off grid.

    1. stevan says:

      sekarang aja surya panel masih terasa mahal lo pak..
      apalagi di taun 2005..
      cuma orang mampu yang bisa beli..
      belum lagi anak2 kampung yg suka nyambit layang2 nyangkut pake batu&benang

  2. stevan says:

    setau saya sekarang sudah ada beberapa yang memakai panel surya dengan sistem on-grid. mungkin listrik.org bisa memberikan informasi tata cara pengajuan & biaya untuk mengganti meter dengan yang sistem ekspor-impor? thanks.

        1. Santosa says:

          Sepemahaman saya, pemerintah belum mengatur jual beli listrik untuk rumah (feed in tarrif). Yang sudah mulai digunakan baru net metering, yang hanya mengkonversi produksi kWh dari PV untuk dikreditkan pada bulan berikutnya.

          Tapi semoga aturan Fit juga cepat diputuskan, dengan harga beli listrik PLN yang Rp. 1.300,- pun masih cukup seksi jika dibayarkan untuk produksi PV rumah tangga.

  3. aditya says:

    Permen esdm 3 / 2015 belum mengatur mengenai jual beli PLTS. Karena untuk IPP sangat potensial untuk building PLTS asal harga beli bisa keren dari PLN dan lebih realis ketimbamg ipp bangun PLT yang lain cost nya >>>>

    Kita tunggu saja update harga beli plts ipp nya. Semoga pemerintah juga realis menghadapi 35gw yang setara dengan 1200 T.

  4. Didik suprayitno says:

    Sampai sekarang kok belum kelar ya peraturan menterinya? Kapan mau keluarnya. Sudah ngebet. Bye di bogor sudah ada yang pake sistem expor impor rumahan. Semoga seluruh indonesia bisa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>