Rasio Elektrifikasi Indonesia Masih Tertinggal

pln-indonesia

Rasio elektrifikasi masih menjadi masalah di negeri ini. Dengan rasio elektrifikasi sebesar 84% yang dimiliki saat ini, Indonesia masih tertinggal dari negara-negara lain di ASEAN.

Pemerintah mesti melakukan upaya keras untuk mengejar Singapura yang sudah mencapai rasio elektrifikasi 100%, Brunei Darussalam 99,7%, Thailand 99,3%, Vietnam 98%, dan Malaysia 93%.

Belum lagi dengan persoalan kurangnya pasokan listrik yang ditandai dengan pemadaman listrik bergilir di kota-kota khususnya di luar Pulau Jawa yang seolah telah menjadi langganan sehari-hari. Masalah-masalah itu pada ujungnya juga akan mengurangi daya saing.

“Kurangnya pasokan listrik dapat mengancam daya saing industri di Indonesia,” kata Jim Schnieders, Country Manager & Senior Vice President Black & Veatch Indonesia, dalam keterangan persnya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Black & Veatch ialah lembaga global pembangunan critical human infrastructure di bidang energi, air, telekomunikasi, dan layanan pemerintah yang berdiri sejak 1915.

Menurut Schnieders, dukungan politis pemerintah Indonesia saat ini menjadi satu modal penting untuk mewujudkan kemandirian listrik di Indonesia, termasuk untuk menggapai rencana megaproyek 35 ribu MW yang kini tengah digeber.

“Berdasarkan rangkuman kami, sejumlah tantangan dan halangan yang terjadi pada 2015 akan tetap ada, seperti akuisisi tanah, ketergantungan pada pembiayaan dari luar negeri, dan keandalan teknik dan konstruksi proyek-proyek ini,” bebernya.

Dari semua sektor pengguna listrik, kata Schnieders, industri pertambangan dan manufaktur merupakan dua sektor yang rentan kehilangan pendapatan besar akibat pembangkit listrik yang tidak berfungsi dengan optimal. Padahal, kedua sektor tersebut merupakan pilar utama kegiatan ekonomi dan menjadi sektor prioritas bagi pertumbuhan pembangunan ekonomi.

Info Terkait :   Tarif Listrik Non-Subsidi Turun Agustus 2015

rasio-elektrifikasi

Sumber : Media Indonesia

“Karena itu, kapasitas dan keandalan harus tetap menjadi tujuan bagi pengembangan pembangkit listrik Indonesia saat ini untuk memenuhi kebutuhan sektor-sektor tersebut,” ucap Schnieders.

Tahun-tahun mendatang, kata dia, juga merupakan momen penting bagi Indonesia untuk memanfaatkan sumber daya alam yang besar tetapi masih perlu dikembangkan, seperti tenaga panas bumi, tenaga air, dan surya.

Sumber : Media Indonesia 21 Januari 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *