PT Bukit Energi Investama, Lini Bisnis PLTU dari Bukit Asam

PT Bukit Asam

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) resmi membentuk anak usaha baru di sektor energi, yaitu PT Bukit Energi Investama (BEI). Perseroan membentuk anak usaha baru untuk pengembangan bisnis.

Bisnis PLTU, EPC, O&M

Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Joko Pramono mengungkapkan, pembentukan anak usaha tersebut merupakan bagian dari diversifikasi usaha perseroan. Nantinya, perseroan akan masuk dalam sektor bisnis pengembangan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), kontraktor engineering procurement construction (EPC), serta kontraktor pengoperasian dan pemeliharaan.

“Termasuk juga pengolahan hasil pertambangan, industri kimia, dan barang-barang dari bahan kimia, seperti pengolahan, pembuatan, dan pemrosesan bahan kimia,” jelas Joko dalam keterangan resminya, Rabu (15/4).

Dia melanjutkan, dengan pembentukan anak usaha tersebut perseroan dapat mengembangkan masing-masing peluang bisnis lebih fokus dan profesional. Dengan demikian, keberadaan anak usaha dan perusahaan terafiliasi mendukung kinerja perseroan sebagai perusahaan holding.

Proyek PLTU yang Dikerjakan

Saat ini, Bukit Asam telah mengoperasikan PLTU 3X10 megawatt (MW) di mulut tambang di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Perseroan juga mengoperasikan PLTU 2X8 MW di Pelabuhan Tarahan, Bandar Lampung.

Sedangkan PLTU Banjarsari 2×110 MW di mulut tambang Lahat, Sumatera Selatan statusnya saat ini menunggu tersambung dengan jaringan interoneksi Sumatera bagian Selatan milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) .

Sementara itu, pada semester II tahun ini, perseroan akan mulai membangun konstruksi PLTU Banko Tengah sebesar 2×620 MW. Perseroan juga akan mulai mengembangkan PLTU Peranap berkapasitas 800 MW – 1.200 MW di mulut tambang di Indragiri Hulu Riau, dan PLTU Inalum berkapasitas 1.000 MW di Sumatera Utara.

Info Terkait :   Bosowa Energi Membangun PLTU Tahap I dan II

Sumber : Investor Daily 16 April 2015

Sakana Food Depok www.sakana.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *