Proyek Pembangkit 10 Ribu MW Mulai Konstruksi 2016

pembangkit-listrik-tenaga-uap

PT PLN (Persero) menargetkan bakal ada groundbreaking pengerjaan pembangkit listrik dengan total kapasitas sekitar 10 ribu megawatt (MW) pada tahun ini. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, PLN sudah menandatangani perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) dan kontrak konstruksi (rekayasa, pengadaan, dan konstruksi/engineering, procurement, and construction/EPC) untuk pembangkit berkapasitas total 19 ribu MW. Angka ini naik dari tahun lalu di mana kontrak yang diteken baru 17 ribu MW.

Jadi ada progres dalam 2 bulan ini 2 ribu MW. Ini berarti Program 35 Ribu MW terus berjalan,” kata dia dalam jumpa pers di Kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Kamis (3/3).

Pasca penandatanganan PPA, PT PLN (Persero) dan produsen listrik swasta (independent power producer/IPP) akan masuk ke tahap berikutnya, yakni pendanaan (financial close), pembebasan lahan, dan konstruksi. Saat ini terdapat 91 IPP yang telah meneken PPA dengan PLN. Sementara kontrak EPC yang sudah diteken 2.920 MW. “Saat ini yang sudah financial closing 5329 MW yang terdiri dari 24 IPP,” ujar Sudirman.

Menurut Direktur Pengadaan PLN Supangkat Iwan Santosa, sebagian besar pembangkit yang sudah terkontrak akan mulai konstruksi (groundbreaking), utamanya pembangkit-pembangkit berkapasitas besar. “Pada tahun ini pembangkit yang besar-besar akan groundbreaking. Sekitar lebih dari 10 ribu MW bisa groundbreaking,” kata dia.

Info Terkait :   PLN Akan Ubah Haluan Bisnis, Pembangkit Listrik Dibangun Swasta

Beberapa pembangkit yang akan dimulai pengerjaan lapangannya pada tahun ini, di antaranya PLTU Jawa 7 di Serang, Banten dengan kapasitas 2×1.000 MW dan PLTU Cilacap Ekspansi 1×1.000 MW. Dua lainnya adalah PLTU Cirebon Ekspansi 1×1.000 MW serta Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa Bali 3 di Banten dengan kapasitas 500 MW.

Meski sudah groundbreaking, lanjut dia, bukan berarti pembangkit akan mulai operasi dalam waktu dekat. Sebagian besar pembangkit Program 35 Ribu MW baru akan mulai beroperasi pada 2018-2019. Pihaknya optimis Program 35 Ribu MW akan selesai sesuai target pemerintah pada 2019. “Kami optimis pada 2019 sudah selesai, terutama yang kontraknya sudah ditandatangan,” ujar Iwan.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Sudirman Said. Menurutnya, terlalu dini untuk menyatakan Program 35 Ribu MW ini tidak bisa terwujud. Apalagi pihaknya terus bekerja keras memantau progres program ini. “Dulu 10 ribu MW bisa groundbreaking tahun ini juga orang tidak menyangka. Kalau kerja serius, progres pasti bisa,” tegas dia.

Selanjutnya pada tahun ini, PLN menargetkan bisa meneken kontrak baru sebesar 15.533 MW. PLN telah menyiapkan 37 proyek pembangkit listrik untuk ditawarkan kepada investor dalam enam bulan ke depan. Rincinya, sebanyak 19 proyek berkapasitas 8.368 MW dalam proses lelang dan 18 proyek sisanya sebesar 7.165 MW pada tahap pengadaan. Lokasi seluruh pembangkit listrik tersebut tersebar di seluruh Indonesia.

Info Terkait :   PLN Siap Turunkan Biaya Administrasi Listrik Prabayar

Sumber : Investor Daily 4 Maret 2016

Sakana Food Depok www.sakana.id
Updated on     Info Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *