PPA Proyek Listrik Capai 13 Ribu MW Akhir 2015

program-35000-MW

Pemerintah masih optimis, hingga akhir tahun 2015, proyek pembangkit listrik yang telah memiliki kontrak dengan PT PLN (Persero) akan mencapai 13 ribu MW.

Wakil Ketua Unit Pelaksana Program Pembangunan Ketenagalistrikan (UP3K) Agung Wicaksono mengatakan, kontrak yang dimaksud yakni kontrak rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC) untuk pengembang proyek PT PLN (Persero) dan perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) untuk produsen listrik swasta (independent power producer/IPP). Saat ini yang sudah terkontrak tercatat baru 5.900 MW.

“Sampai akhir tahun ini, targetnya sudah ada 13 ribu MW yang sudah tanda tangan PPA dan EPC,” kata dia di Jakarta, Selasa (29/9).

Agung masih optimistis target tersebut akan tercapai. Pasalnya, pada kuartal terakhir tahun ini, akan ada beberapa proyek besar yang kontraknya diteken. Beberapa proyek itu adalah PLTU Jawa 5 dan 7 yang masing-masing berkapasitas 2×1.000 MW, serta PLTU Cirebon Ekspansi 1.000 MW. “Itu kan besar-besar kapasitasnya,” ujar dia.

Kalaupun akhirnya target tak tercapai, lanjut dia, pemerintah setiap akhir tahun akan mengkaji kembali rencana umum penyediaan tenaga listrik (RUPTL). Pengkajian itu bukan untuk merevisi target 35 ribu MW, melainkan untuk menambah porsi pembangkit listrik energi baru terbarukan.

“Kemudian kan ada rencana PLN hanya akan bangun 5.000 MW, itu juga nanti akan dibahas dalam kajian ini,” jelas Agung.

Info Terkait :   35000 MW untuk Indonesia

PPA yang Sudah Ada

Beberapa proyek yang telah memiliki PPA dengan PLN yakni PLTA Batang Toru 510 MW, PLTA Hasang 3×13 MW, PLTB Sidrap 70 MW, PLTB Samas 50 MW, PLTS Gorontalo 2 MWp, dan PLTS Sumba Timur 1 MWp. Selain itu proyek lainnya adalah PLTU Kendari-3 2×50 MW, PLTU Jeneponto Ekspansi 2×125 MW, dan PLTU Malea 2×45 MW.

Sementara untuk pengembang yang telah memiliki kontrak EPC adalah PT PP (Persero) untuk PLTG Gorontalo, Konsorsium Samsung, Lotte, dan PT Hutama Karya (Persero) untuk PLTU Grati, serta PT Black & Vetch dan PT SSP General Engineering & Construction untuk PLTU Lontar.

Proyek 35 ribu MW terdiri dari 291 proyek pembangkit listrik. Hingga saat ini, proyek yang telah masuk tahap konstruksi yakni 15% atau 5.317 MW, pengadaan 80% atau 28.397 MW, dan perencanaan 5% atau 1.815 MW.

Sementara untuk tambahan 7.411 MW sisa proyek percepatan 10 ribu MW tahap pertama, hingga saat ini yang baru beroperasi sebesar 1.449 MW atau sebesar 19,5% dari total proyek.

Sementara berdasarkan roadmap, pembangkit proyek 35 ribu MW yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ini sebesar 3.793 MW. Selanjutnya, pembangkit sebesar 4.213 MW ditargetkan beroperasi pada 2016, 6.379 MW pada 2017,9.238 pada 2018, dan 19.319 MW pada 2019.

Sumber : Investor Daily 1 Oktober 2015

Info Terkait :   Peluncuran Program 35.000 MW, PLN Teken PPA 490 MW
Sakana Food Depok www.sakana.id
Updated on     Info Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *