PLTU Bolok Rusak, PLN Kupang Defisit Listrik

pltu-bolok

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bolok di Desa Bolok, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), rusak lagi. Akibatnya, PLN Kupang kehilangan daya sebesar 2,34 megawatt (MW) pada malam dari total beban puncak malam sebesar 54,09 MW. Adapun untuk beban daya siang hari terjadi defisit 6,15 MW dari beban puncak 57,90 MW.

General Manager PLN Wilayah NTT Richard Safkaur di Kupang, kemarin, mengatakan saat ini terjadi cacat pada komponen trust bearing PLTU Unit 1.

Kerusakan akibat gesekan dengan poros turbin/turbine shaft. “PLN membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk memperbaiki komponen PLTU yang rusak,” ujarnya.

Perbaikan komponen mesin PLTU yang rusak tersebut masih menunggu suku cadang yang didatangkan dari daerah lain.

Pada 13 Agustus 2015, terjadi kebakaran pada conveyor supply dan coal crusher batu bara PLTU Bolok. Lalu, pada 2 Desember 2015 terjadi kebakaran di turbin mesin unit 2.

Selain itu, lanjut dia, PLN telah mengupayakan menambah mesin diesel sewa berkapasitas 9 MW dari total 17 MW yang direncanakan sebelumnya. Hanya saja, mesin itu saat ini masih dalam perjalanan melalui jalur laut dan diperkirakan tiba pada 13 Februari.

Masyarakat yang bermukim di wilayah kepulauan Padaido dan Distrik Aimando, Kabupaten Biak Numfor, pada 2016 bakal bisa menikmati fasilitas listrik desa.

Manajer PLN (Persero) area Biak Salmon Karehth di Biak, mengatakan pembangunan fisik listrik desa sudah diprogramkan untuk direalisasikan pada 2016. Menurut dia, program itu ialah bagian dari komitmen program Papua dan Maluku terang 2020.

Info Terkait :   PLTU II Indramayu Groundbreaking 2016

Sumber : Media Indonesia 11 Februari 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *