PLTU Batang Mulai Dibangun

jokowi-pltu-batang

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Batang di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dengan kapasitas 2 x 1.000 megawatt (MW) akhirnya dimulai pembangunannya, setelah sekian lama pembebasan lahannya menuai masalah. Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir untuk meresmikan secara simbolis pembangunan pembangkit listrik bernilai US$ 4 miliar tersebut, sekaligus mencanangkan program elektrifikasi untuk 50 lokasi di pulau-pulau terdepan serta daerah perbatasan.

Presiden Joko Widodo menuturkan, sering terjadinya pemadaman listrik masih menjadi keluhan rutin masyarakat di kabupaten dan provinsi manapun yang dikunjunginya. Karenanya, dengan dibangunnya PLTU ini, diharapkan seluruh penjuru Pulau Jawa dan Bali dapat dialiri setrum. Sehingga, perekonomian nasional pada umumnya dan Batang pada khususnya, dapat tumbuh.

PLTU Batang Tertunda 4 Tahun

“Oleh sebab itu, proyek yang sudah empat tahun tertunda ini, saya dorong terus untuk segera diselesaikan dan sekarang sudah bisa konstruksi,” kata dia saat meresmikan Construction Kick Off PLTU Batang di Batang, Jawa Tengah, Jumat (28/8).

Diakuinya, memang belum seluruh lahan yang diperlukan untuk pembangunan PLTU telah dibebaskan. Namun, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo disebutnya akan merampungkan pembebasan lahan ini dalam satu bulan ke depan. Kerja sama pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten merupakan kunci sukses mengatasi hambatan investasi tersebut.

Ke depannya, Kepala Negara menegaskan, pihaknya tidak ingin ada lagi proyek yang mangkrak lantaran masalah perizinan ataupun pembebasan lahan. Dimulainya konstruksi PLTU Jawa Tengah ini merupakan bukti pemerintah dalam membantu investor menyelesaikan persoalan investasi. “Optimislah bahwa semua problem investasi bisa diselesaikan. Investor jangan ragu lagi,” tegas dia.

Kepada PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) selaku pengembang PLTU Jawa Tengah, Presiden meminta untuk bekerja seoptimal mungkin. Dirinya akan secara mendadak mengecek kemajuan dari pengerjaan proyek pembangkit listrik ini. “Saya akan tagih kesanggupan proyek ini diselesaikan dalam 40 bulan dan selesai 2018,” ujamya.

Info Terkait :   PT Indo Tambangraya Megah Tbk Bangun Pembangkit 1.000 MW

Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir mengatakan, PLTU Jawa Tengah atau PLTU Batang merupakan proyek kerja sama pemerintah swasta (KPS) pertama dengan nilai investasi mencapai US$ 4 miliar. Proyek dibangun dengan skema Build-Operate-Transfer (BOT). “Proyek ini ditargetkan bisa beroperasi secara komersial pada akhir 2019,” kata Sofyan.

jokowi-kunjungi-lokasi-pltu-batang

Pembebasan Lahan PLTU Batang

Terkait pembebasan lahan, lanjut dia, sisa lahan yang masih menjadi sengketa seluas 9 hektar kini tengah diproses di pengadilan. Sejauh ini tidak ada masalah atau keberatan dari sebagian besar masyarakat yang lahannya dijadikan lokasi PLTU. “Memang ada satu orang yang menggugat, dia bilang lokasinya tidak tepat. Tetapi satu orang ini hanya satu bidang dibanding 220 hektar, ini kan tidak masuk akal. Asumsi saya, ini hanya persaingan bisnis,” kata dia.

Masyarakat yang lahannya dipakai pun, tambah dia, juga mendapat ganti rugi. Tanah warga dihargai rata-rata Rp 100 ribu per meter. Dengan begitu, dana untuk pembebasan 9 hektare (ha) lahan itu sebesar Rp 9 miliar.

Finansial PLTU Batang

Direktur Utamo PT Bhimasena Power Indonesia Mohammad Effendi mengatakan, proyek PLTU Jawa Tengah ini didanai ekuitas BPI dan Japan Bank for International Cooperation. Jangka waktu perjanjian jual beli listrik adalah 25 tahun dengan harga listrik US$ 5,79 per kilowatt hour (kWh). Nantinya, pembangkit ini akan menggunakan teknologi Ultra Super Critical (USC) yang merupakan teknologi mutakhir dan saat ini terbesar di Asia Tenggara. Teknologi USC ini memberikan tingkat efisiensi yang tinggi, sekaligus memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah dibandingkan dengan teknologi PLTU sebelumnya. Kebutuhan batubara pembangkit juga bisa ditekan jika memakai teknologi ini. PLTU Jawa Tengah akan menjadi pembangkit pertama yang memakai teknologi ini. Sesuai arahan Presiden, pihaknya akan merampungkan pembangkit ini dalam 48 bulan atau sampai 2019. “Percepatan dilakukan pada tahap land cleaning dan pemasangan tiang. Kemudian pembuatan alat juga akan dilakukan secara paralel,” tutur Efendi.

Info Terkait :   Bangun Pembangkit, Bukit Asam Kaji Kenaikan Capex

Konsorsium BPI terdiri atas PT Adaro Energy (34%), J-Power (34%), dan Itochu (32%). Konsorsium memenangkan lelang proyek kerja sama swasta pemerintah ini pada Juni 2011.

Peresmian PLTD di Pulau Terdepan

Pada saat yang sama, Presiden sekaligus meresmikan pengoperasi 50 PLTD di daerah manpun pulau terdepan Indonesia. Menurut Kepala Negara, proyek PLTD ini sangat berarti bagi masyarakat walaupun secara kapasitas cukup kecil. “Dari listrik itu anak-anak bisa belajar di malam hari setiap hari, nelayan bisa membeli freezer untuk menyimpan ikannya, dan ibu-ibu bisa membuka jasa jahit. Ini. yang sering kita lupakan,” kata Jokowi.

Untuk melistriki 50 lokasi itu, PLN menghidupkan 149 unit mesin diesel. Dengan total kapasitas listrik yang dihasilkan sebesar 67,8 MW mampu melistriki sebanyak 35.468 pelanggan baru yang berada di pulau-pulau terluar dan daerah-daerah perbatasan. PLTD ini tersebar di 13 provinsi, yakni Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

Sumber : Investor Daily 29 Agustus 2015

One thought on “PLTU Batang Mulai Dibangun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *