PLTP Ulubelu Pasok Setrum 220 MW Tahun 2017

PLTP-Ulubelu-Lampung

PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) bakal menambah pasokan setrum dari pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Ulubelu sebesar 200 megawatt (MW) pada 2017. Pasokan setrum itu setara dengan penggantian minyak 9.570 barel per hari (bph).

Direktur Utama PGE Irfan Zainuddin mengatakan, tambahan pasokan setrum dari PLTP Ulubelu ini diperoleh setelah Unit 3 dan 4 beroperasi secara komersil (commercial on date/COD) pada 2017. Pembangunan pembangkit ini telah mencapai 79,65% dan lebih cepat Satu bulan dari yang direncanakan.

“PLTP Ulubelu Unit 3 diharapkan mulai COD pada pertengahan triwulan ketiga tahun ini, sementara Unit 4 pada Juni 2017,” kata dia dalam keterangan resminya, Kamis (10/3). Investasi proyek pembangkit listrik tersebut mencapai US$ 397 juta yang berasal dari perusahaan dan Bank Dunia.

Saat ini, lanjut dia, PLTP Ulubelu sebenarnya telah memasok listrik untuk Lampung dari Unit 1 dan 2 yang sudah beroperasi. Pasokan setrum sebesar 110 MW ini menapai 12,8% dari total kebutuhan listrik di Lampung. Jika Unit 3 dan 4 beroperasi, maka PLTP Ulubelu dapat mengalirkan listrik hingga 200 MW.

“Setelah Unit 3 dan 4 sudah beroperasi, maka PLTP Ulubelu akan memenuhi 25% dari total kebutuhan listrik di Lampung,” ujar Irfan.

Menurut Irfan, PGE berkomitmen mendukung program pemerintah untuk mengembangkan energi bersih yang ramah lingkungan. Hal ini diharapkan mampu membantu mengurangi emisi karbon secara berkesinambung. Untuk itu, saat ini PGE tengah merampungkan sebanyak 11 proyek PLTP dengan total kapasitas 510 MW, termasuk Ulubelu Unit 3 dan 4.

Info Terkait :   Rekind Dukung Pembangunan Pembangkit Listrik Panas Bumi

“PGE mencanangkan target installed capacity di atas 1.000 MW pada 2021 dan diharapkan mencapai 2.700 MW pada 2030,” tegasnya.

Dari kesebelas proyek tersebut, empat proyek ditargetkan beroperasi pada tahun ini. Rincinya, Lahendong Unit 5 berkapasitas 20 MW, Karaha Unit 1 30 MW, dan Lumutbalai Unit 1 55 MW yang ketiganya beroperasi pada Desember tahun ini, serta PLTP Ulubelu Unit 3. Selanjutnya dua proyek akan beroperasi pada 2017 yakni PLTP Lahendong Unit 6 20 MW dan Ulubelu Unit 4.

Dua proyek berikutnya yakni PLTP Hululais Unit 1 berkapasitas 55 MW akan beroperasi pada Januari 2018 dan Lumutbalai Unit 2 55 MW pada Juni 2018. Sisanya PLTP Sungai Penuhi Unit 1 dengan kapasitas 55 MW akan beroperasi pada Juni 2019, Lumutbalai Unit 3 55 MW pada 2022, dan Lumutbalai Unit 4 55 MW pada 2023. Namun untuk pengembangan awal Hululais dan Sungai Penuh, PGE hanya menjual uap ke PT PLN (Persero).

Selain itu, PGE baru saja memenangkan wilayah kerja panas bumi (WKP) Gunung Lawu. Sesuai dengan pengumuman lelang, WKP Gunung Lawu memiliki luas 60.030 hektar. Cadangan terduga uap panas bumi di wilayah ini tercatat sebesar 195 MW. Namun, rencana kapasitas pengembangannya hanya 165 MW. Proyek ini ditargetkan bisa beroperasi pada 2022.

Sementara itu, PGE kini secara keseluruhan telah menyalurkan setrum sebesar 437 MW, termasuk dari Ulubelu. Sumber pasokan listrik lainnya berasal dari Kamojang sebesar 235 MW, Lahendong 80 MW, dan Sibayak 12 MW.

Info Terkait :   Dana Energi Panas Bumi Rp 5 Triliun Khusus untuk BUMN

Sumber : Investor Daily 11 Maret 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *