PLTP Jaboi Mulai Dibor 2017

energi panas bumi geothermal

PT Sabang Geotermal Energi (SGE) mulai melakukan kegiatan pengeboran sumur panas bumi Sabang (LMS1-1). Pengeboran pertama Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Jaboi itu diresmikan oleh Plt Wali Kota Sabang, Drs Zulkifli HS, Jumat (3/2) sore di Wellpad atau lokasi pengeboran panas bumi di Keunekai.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua DPRK Sabang Muhammad Nasir, Dandim 0112 Letkol Inf Parsaoran Sirait, Direktur Utama PT SGE Sayogi Sudarman, serta sejumlah unsur Forkopimda lainnya. Hadir juga dalam kesempatan itu, calon wali kota Sabang, H Zulkifli H Adam, dan Nazaruddin.

Plt Wali Kota Sabang Zulkifli HS dalam sambutannya mengatakan panas bumi Jaboi sangat potensial menjadi salah satu energi alternatif yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan energi. Berdasarkan hasil survei Tim Badan Geologi pada 2005 ditemukan potensi panas bui di daerah Jaboi, Kecamatan Suka Jaya berkisar 50 MW.

Rencana pemanfaatan potensi panas bumi Jaboi ini telah melalui proses panjang dan akhirnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menerbitkan wilayah kerja pertambangan tertuang dalam keputusan Menteri Energi Daya Mineral Nomor 1514 K/30/MEM/2008.

Luas panas bumi Jaboi mencapai 6.898 hertare dengan 42 titik koordinat penambangan (WKP). Panas bumi Jaboi ini diserahkan kepada PT Sabang Geotermal Energi selaku pemenang lelang yang ditetapkan dengan keputusan Wali Kota Sabang Nomor 39 tahun 2010 tentang Pemberian izin Usaha Pertambangan Panas Bumi Jaboi.

Info Terkait :   PLTP Jaboi - Aceh

“Sumber panas bumi kita butuhkan dalam rangka memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Sabang. Insya Allah dengan adanya ketersediaan tenaga listrik yang memadai akan semakin meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Sabang ke depannya,” katanya.

Target 2019 PLTP Jaboi Beroperasi

Sementara itu, Direktur Utama PT SGE, Sayogi Sudarman, kepada wartawan mengatakan pengeboran tersebut merupakan tahap pertama dan diupayakan secepatnya selesai. Kemudian energinya bisa segera disalurkan kepada PT PLN (Persero), selanjutnya PLN yang menyuplainya kepada pelanggan.

Sayogi menargetkan pembangunan PLTP Jaboi ramah lingkungan yang menelan dana sekitar Rp 45 miliar itu rampung 2018 dan tahun 2019 energi listrik tersebut sudah bisa dikirim ke PLN Banda Aceh. “Potensialnya 80 MW. Kalau ini berhasil, kita akan kirim energi panas bumi Jaboi kepada PT PLN Persero di Banda Aceh melalui kabel bawah laut,” katanya.

Sumber : aceh.tribunnews.com 4 Februari 2017

Sakana Food Depok www.sakana.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *