PLTG Gorontalo yang Pertama Beroperasi dari Program 35 Ribu MW

pembangkit listrik tenaga gas

PT PLN (Persero) menyatakan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) Gorontalo berkapasitas 100 megawatt (MW) siap beroperasi pada Februari nanti. PLTG Gorontalo ini termasuk dalam proyek ketenagalistrikan nasional 35.000 MW.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengatakan, dengan beroperasinya PLTG ini, masyarakat Gorontalo tidak lagi mengalami pemadaman. “Ini hadiah bagi kami. Besok (16/1) kami empat tahun memimpin, ini (ketersediaan listrik) yang salah satu kami janjikan ke masyarakat,” kata Rusdi Gorontalo, Jumat (15/1).

Direktur PLN Bisnis Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara Machnizon Masri menuturkan, empat unit pembangkit berkapasitas masing-masing 25 MW telah berhasil dipasang. Dua mesin pembangkit diantaranya dalam proses diuji coba tegangan. Apabila hasilnya stabil, maka dalam 24 jam akan menambah 50 MW sistem kelistrikan Sulutgo.

Untuk tahap selanjutnya atau 2 unit mesin pembangkit lainnya akan segera masuk sistem listrik Sulutgo akhir Februari mendatang. Secara bersamaan PLN juga telah berhasil merampungkan, Gardu Induk PLTG Gorontalo, serta pembangunan 6 tower saluran udara tegangan tinggi (SUTT) PLTG Gorontalo-Gardu Induk Marisa berkapasitas 150 kilo Volt (kV) dengan panjang 1.4 kilo meter sirkuit (kms).

“Ini akan menjadi pembangkit pertama yang beroperasi dalam rangkaian program pembangkit 35.000 MW yang ditargetkan selesai dalam lima tahun ke depan,” kata dia.

Untuk saat ini beban puncak di Sulutgo pada malam hari mencapai 325 MW, sementara daya mampu pasok 320 MW. Khusus untuk Gorontalo daya mampu hanya sekitar 50 MW, sementara beban puncak mencapai 80-85 MW.

Info Terkait :   Porsi PLN di Proyek 35.000 MW Bisa Bertambah

“Dengan masuknya listrik dari PLTG Gorontalo ini, akan menjadi jawaban akan kurangnya listrik di wilayah Sulutgo,” ujarnya.

rasio-elektrifikasi

Sumber : Media Indonesia

Menurut Machnizon, kunci sukses pembangunan ini berkat dukungan seluruh pihak termasuk pemerintah daerah yang segera menerbitkan izin-izin yang diperlukan. Sejak peletakan batu pertama (groundbreaking) pada September 2015 lalu, dalam waktu kurang dari empat bulan, PLN bersama PT Pembangunan Perumahan (PP) berhasil merampungkan seluruh pengerjaan.

Baca Halaman:

2 thoughts on “PLTG Gorontalo yang Pertama Beroperasi dari Program 35 Ribu MW

  1. fahadd says:

    just info. saat ini sedang tahapan realibility run,mesin 2 trip dikarenakan fuel block high pressure, yg disebabkan kualitas solar yg tidak bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *