PLTB Berbahan Bakar Sawit 8 MW di Kutai Kartanegara

Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTB) berbahan bakar limbah sawit berkapasitas 8 MW, yang dibangun oleh PT Rea Kaltim. Ini merupakan pembangkit berbahan bakar biogas terbesar di Indonesia.

PLTB Terbesar di Indonesia

“Menurut PLN Kaltim Kaltara, ini. merupakan pembangkit listrik terbesar di Indonesia untuk bahan bakar biogas, sebelumnya di Babel berkapasitas 1 MW. Dengan adanya proyek ini masyarakat saya bisa menikmati listrik 24 jam, tadinya cuma malam saja,” kata Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, Kamis (16/4).

Menurut Rita, pembangunan pembangkit listrik yang dirintis sejak 2013 ini, dilatarbelakangi adanya penelitian dari PT Rea Kaltim Plantation (Reakap), sebuah perusahaan yang bergerak di usaha perkebunan dan pengolahan minyak kelapa sawit. “Semula mereka mencoba untuk kebutuhan listrik di site kelapa sawitnya dengan kapasitas 4×1 MW. Lalu mereka menghadap saya untuk diperbolehkan setahun 3 kali melewati jalan yang kami bangun. Saya beri syarat boleh asal bangunkan powerplant lagi yang bisa memenuhi desa sekitarnya, sehingga mereka bangun satu lagi 4×1 sehingga total total 8 MW,” jelas Rita.

Kerjasama PLN dalam Transmisi

Rita mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan PLN untuk pemasangan jaringan. Dari rencana untuk 21 desa, namun terjangkau 17 desa di tiga kecamatan. “Pemda dalam hal ini tidak mengeluarkan dana. Tapi kami berjanji kepada masyarakat untuk membayarkan biaya pemasangan di tiap rumah. Kira-kira memakan biaya Rp 9 miliar,” kata Rita.

Info Terkait :   PLTB Nusa Penida - Bali

Sebelumnya, Biogas Plant Project Senior Assistant Erik Kosasi ST didampingi Head of HRD and GA PT Reakap Zuledy Ersada Ginting mengatakan pembangkit listrik berbasis biogas hasil limbah kelapa sawit belum dikenal sebagai pembangkit listrik di Indonesia. Padahal, katanya, listrik berbasis biogas ramah lingkungan dan mampu mencegah efek rumah kaca serta biaya dalam operasionalnya murah.

Sumber : Investor Daily 17 April 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *