PLTA Jatigede Akan Beroperasi 2019

pembangkit-listrik-tenaga-air

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menargetkan proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Jatigede senilai Rp 2 triliun rampung pada 2019, sehingga dapat beroperasi memenuhi kebutuhan energi dan irigasi di Jawa Barat.

Dikerjakan Sinohydro

General Manager PT PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) VI Anang Yahmadi mengatakan proyek tersebut akan dikerjakan perusahaan asal China, Sinohydro Corporation Limited, yang memenangi lelang akhir tahun lalu. Sinohydro telah membentuk konsorsium dengan perusahaan milik negara yakni PT Pembangunan Perumahan Tbk.

Sejauh ini, progres pembangunan PLTA Jatigede yang berlokasi di Desa Cijeunjing, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat itu telah dimulai dengan pengembangan akses jalan air dan pendirian pembangkit.

“Pendanaan berasal dari pinjaman dengan skema ekspor kredit,” katanya kepada Bisnis, Jumat kemarin.

Anang menjelaskan skema pinjaman ekspor kredit disiapkan oleh pemenang lelang. Saat ini, Sinohydro telah menyiapkan sumber pendanaan dari Bank Dunia.

Untuk Bendungan dan Irigasi

Kendati PLTA Jatigede belum efektif beroperasi, menurutnya, waduk yang telah digagas sejak 1963 itu sudah bisa dialiri air dalam waktu dekat. Pasalnya, Jatigede didesain untuk irigasi atau bendungan.

“Jadi, kalau pembangkitnya belum siap, air yang telah ada mengalir lewat jalur irigasi sehingga bisa digunakan untuk kepentingan pertanian,” ujarnya.

Dengan begitu, keberadaan PLTA akan menambah fungsi dan kegunaan bendungan ketimbang hanya digunakan untuk satu fungsi, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik.

Info Terkait :   Urusan Lahan PLTA Cisokan Tuntas Mei 2015

“Sejauh ini, kami tidak menemukan kendala berarti selain urusan perizinan, setelah adanya perubahan UU Sumber Daya Air. Tapi, berbagai proses perizinan kini sudah ada di kementerian terkait,” paparnya.

Terkena Dampak Kerusakan Hutan

Secara terpisah, Pemprov Jabar mengkhawatirkan debit air Sungai Cimanuk yang menurun hingga 60% dari 100 liter menjadi 40 liter per detik. Kondisi itu terjadi karena kerusakan hutan yang semakin masif di 10 lokasi di Garut.

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan penurunan debit air Cimanuk dikhawatirkan akan berdampak terhadap penggenangan Waduk Jatigede.

“Ini barangkali berkaitan dengan kepentingan nasional karena penggenangan Waduk Jatigede kan dari Cimanuk,” katanya.

Keberadaan waduk Jatigede sangat dibutuhkan untuk menggenangi sawah di daerah sekitar Indramayu dan Cirebon.

Sumber : Bisnis Indonesia

Sakana Food Depok www.sakana.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *