PLN Verifikasi Data Penerima Subsidi Listrik

listrik-rumah-tangga

PT PLN (persero) sedang melakukan penyesuaian data pelanggannya dengan data rumah tangga miskin dan rentan miskin. Hal ini terkait dengan kebijakan pemberian subsidi listrik bagi 24,7 juta rumah tangga miskin dan rentan miskin sesuai dengan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Kesepakatan Badan Anggaran DPR dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait subsidi listrik pada 2016 sebesar Rp 38,39 triliun hanya diberikan bagi 24,7 juta rumah tangga berdasarkan data TNP2K.

Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun mengatakan, subsidi listrik selama ini diberikan bagi pelanggan rumah tangga dengan daya 450 Volt Ampere (VA) dan 900VA. Tercatat ada sekitar 45 juta pelanggan PLN yang mendapat subsidi tersebut. Dengan rincian sebanyak 22,9 juta pelanggan dengan daya 450 VA dan 22,4 juta pelanggan dengan daya 900 VA.

“Kami memiliki waktu penyesuaian data pelanggan kami dengan TNP2K dalam dua bulan karena awal 2016 kebijakan subsidi itu sudah berlaku,” kata Benny dalam acara FGD PLN dengan Forum Pemred, di Jakarta, Kamis (22/10).

Benny menuturkan, pemasangan daya 450 VA dan 900 VA selama ini hanya berdasarkan kebutuhan setrum pelanggan. Bukan berdasarkan kategori kemampuan ekonomi masyarakat. Dia bilang penyesuaian data TNP2K dengan data pelanggan PLN tidak semudah yang dibayangkan.

Dia mengaku pihaknya sudah melakukan uji coba di beberapa wilayah dan hasilnya kurang memuaskan, tingkat kesuksesannya hanya 40%. “Penyebabnya itu nama data di PLN tidak sama dengan TNP2K. Alamat yang menurut TNP2K lengkap ternyata alamatnya tidak jelas. Kasus ini banyak terjadi,” jelas dia.

Info Terkait :   Cara Migrasi Tarif Listrik B1, Tarif Bisnis Lebih Murah

Di tempat yang sama, Kasubdit Pelayanan dan Bimbingan Usaha Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Djoko Widianto menerangkan, kebijakan ini bertujuan agar subsidi yang diberikan pemerintah tepat sasaran. Artinya, subsidi hanya diberikan kepada pelanggan rumah tangga miskin dan rentan miskin.

Djoko menjelaskan, data TNP2K itu berisi nama dan alamat jelas. Data tersebut kemudian disinkronkan dengan data pelanggan PLN. Jika kemudian ada perbedaan maka.perlu ada koordinasi lebih lanjut antarkedua pihak.

“Menteri ESDM menugaskan PLN agar data pelanggan 450 dan 900 VA bisa diverifikasi. DataTNP2Ksebagai dasar penerimaan subsidi listrik. Data itu diverifikasi, dipetakan per wilayah seperti apa,” ujar dia.

Kajian Opsi

Direktur Utama PLN Sofyan Basir menuturkan, pihaknya berencana melakukan penyesuaian secara bertahap yakni dengan menaikkan daya pelanggan 900 VA menjadi 1.300 VA. Artinya, tarif listrik yang dibayarkan masyarakat otomatis bertambah. Nantinya masyarakat yang menolak opsi itu diberi kesempatan untuk mengajukan keberatan. PLN bisa mengembalikan daya listrik tersebut menjadi 900 VA dengan syarat pelanggan itu bisa menunjukkan kartu keluarga miskin.

“Dinaikkan otomatis biar yang komplain datang kepada kami. Kalau memang berasal dari keluarga tidak mampu silakan tunjukkan kartu miskin,” ujar dia

Sofyan menjelaskan, pelanggan 900 VA menjadi prioritas lantaran pelanggan tersebut selama ini membayar tagihan sekitar Rp 70.000 per bulan. Jika subsidi dicabut maka mereka akan membayar sekitar Rp 200.000 per bulan. Sedangkan pelanggan 450 VA selama ini membayar Rp 36.000 per bulan. Apabila subsidi dicabut maka harus membayar sekitar Rp 72.000 per bulan. “Jadi tidak kami paksakan yang 450 VA dulu,” ujar dia.

Info Terkait :   BPP Turun, Penyediaan Listrik Semakin Efisien

Lebih lanjut Sofyan menuturkan dua bulan waktu tersisa ini juga dimanfaatkan bagi PLN untuk melakukan edukasi kepada masyarakat bahwa subsidi listrik hanya diberikan kepada keluarga tidak mampu.

Sumber : Investor Daily 23 Oktober 2015

Sakana Food Depok www.sakana.id

11 thoughts on “PLN Verifikasi Data Penerima Subsidi Listrik

  1. mega says:

    Kriteria masyarakat yg seperti apa yg mendapat listrik bersubsidi???
    Tolong dibuat yg lebih jls karena banyak masyarakat yg miskinpun tidak terdaftar di kriteria tersebut…

  2. Suhendar says:

    Org tua saya janda,biaya hidup sehari hari dari pemberian anak anak,tp tidak diberi surat miskin dari pemerintah.apa ini yg nama nya tepat sasaran

  3. jemi says:

    tarif listrik semakin naik, kita hanya bisa berkata, ya allah ujian apa lagi yang menimpa kami, pendapatan pas pasan, susah benar hidup di negara indonesia, gimana mau sejahtera, makan dan tidur aja tidak nyaman,..pejabatnya korupsi dan makan harta haram terus hidup tenang, saya doakan semoga pada mati semua. aamiin

  4. muhammad yani says:

    Tidak tepat pemberian subsidinya,saya saja punya rumah belum layak tidak di beri kartu miskin bagaimana mau urus subsidi listriknya,saya cuma punya kartu kis saja

  5. Laila says:

    Ada yg tau, website resmi mana yg bisa terima kritik dan saran ? Yg Tdk hanya dibaca lalu diabaikan ?

    Kategori tdk mampu itu didasarkan pada apa ? Jika ada, mohon share file ato surat kebijakannya, yg bisa diakses oleh siapapun ? Daftar penerima subsidi dn non subsidi mana ??
    Dr td sy baca, nggak jelas alasan kenaikkannya karna apa ? Ada solusi lain ndak selain ini ?

    Persentase yg dpt subsidi dn non subsidi itu dasarnya apa ?

    Org tua sy kelabakan kerja sana sini utk biayain anak2nya, sudh semakin tua, sy dr MI, SMP, SMA, bahkan kuliah mjd bgian dr anak yg mendapat beasiswa kurang mampu, karna org tua yg ndak mampu, begitu pula adik sy.. sy harud kerja dimasa2 skripsi sy hanya utk bantu keuangan keluarga.. Lalu kategori apa yg membuat keluarga sy menjadi golongan yg tdk mendapat subsidi ?????

    Mohon kaji ulang kebijakannya, jgn hanya percaya angka..

    Kalau seperti ini terus, lalu kapan rakyat menengah ke bawah bisa memperbaiki taraf hidupnya ??

  6. Annisa n.s says:

    sya punya krtu indonesia sejahtera tpi kta org pln kalo mau masang listrik g dpet subsidi..dah dicek…gmna c ini? listrik numpang ma orang byarnya mhal bget,mau usaha bli kilometer sndri tpi ktanya g dpet subsidi…atuh sama aja mahal2 juga…😢😢😢

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *