PLN Diperbolehkan Tunda Tarif Adjustment 1.300 VA dan 2.200 VA

listrik-rumah-tangga

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempersilahkan PT PLN (Persero) untuk menunda penerapan tariff adjustment (penyesuaian) untuk pelanggan golongan rumah tangga 1.300 volt ampere (VA) dan 2.200 VA.

Awalnya, tariff adjusment bagi kedua golongan itu mulai berlaku pada Mei mendatang. Hal itu berdasarkan kesepakatan dengan Komisi VII DPR RI dan sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No 9 Tahun 2015 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PLN.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman mengatakan, Permen 9/2015 Itu memang menyatakan pemberlakukan penyesuian tarif (tariff adjusment) dimulai pada Mei nanti. Hanya saja dia menyerahkan kepada PLN mengenai pemberlakuan penyesuaian tarif tersebut untuk pelanggan 1.300 VA dan 2.200 VA.

“Kalau PLN enggak melakukan itu (tariff adjusment) silakan saja, itu kan corporate action,” kata Jarman di Jakarta, Selasa (28/04).

Menurut Jarman, PLN tidak perlu minta persetujuan Kementerian ESDM untuk menunda penerapan tariff adjusment tersebut. Penundaan itu legal dilakukan PLN, sama ketika perseroan memberi diskon tarif kepada pelanggan. Penundaan penerapan penyesuaian tarif disebutnya tidak akan menambah subsidi listrik.

“Jadi tidak perlu izin DPR (terkait penundaan tariff adjusment) karena tidak ada perubahan atau penambahan subsidi,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengungkapkan penundaan penerapan tariff adjusment untuk pelanggan 1300 VA dan 2.200 VA hingga akhir Desember nanti. Dia menegaskan penundaan tarif itu tidak akan menambah beban subsidi listrik.

Info Terkait :   ESDM Yakinkan Investor Terkait Program 35000 MW

Pasalnya, PLN telah melakukan efisiensi sehingga bisa menekan biaya listrik. “Untuk daya 2.200 VA, 1.300 VA dah rakyat kecil (450 VA dan 900VA) tidak ada kenaikan tarif. Kami bisa tahan sampai Desember,” kata dia.

Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2015 ditetapkan subsidi untuk golongan 1.300 VA dan 2.200 VA sebesar Rp 1,3 triliun hingga April 2015. Pemerintah menunda penerapan kedua golongan tersebut pada awal 2015 dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Mulai awal Januari 2015, terdapat enam golongan pelanggan yang dikenakan tariff adjusment. Rincinya, yakni pelanggan rumah tangga R-2 dengan daya 3.500-5.500 VA, bisnis B-2 (6.600 VA-200 kVA), industri I-3 (di atas 200kVA), industri I-4 (di atas 30 JOOO kVA), pemerintahan P-2 (di atas 200 kVA), dan penerangan jalan umum.

Sementara pada tahun lalu, telah ada empat golongan pelanggan yang terlebih dulu dikenakan tariff adjusment. Keempat golongan itu pelanggan rumah tangga besar atau R-3 (6.600 VA ke atas), bisnis menengah B-2 (6.600 VA sampai 200 kVA), bisnis besar B-3 (di atas 200 kVA), serta kantor pemerin tahan sedang P-1 (6.600 VA sampai 200 kVA).

Sumber : Investor Daily 29 April 2015

Sakana Food Depok www.sakana.id

One thought on “PLN Diperbolehkan Tunda Tarif Adjustment 1.300 VA dan 2.200 VA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *