PLN Teken Kontrak PLTU Cilacap Ekspansi 1000 MW

pembangkit-listrik-tenaga-uap

JAKARTA PT PLN (Persero) baru saja meneken perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) untuk PLTU Cilacap Ekspansi Fase II 1×1.000 megawatt (MW). Pembangkit ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2020.

Penandatanganan kontrak tersebut dilaknkan oleh Direktur Utama PLN Sofyan Basir dan Direktur Utama PT Sumber Segara Primadaya Mohamad Rasul pada akhir pekan lalu. PT Sumber Segara Primadaya (S2P) merupakan produsen listrik swasta (independent power producer/IPP) yang menggarap PLTU Cilacap Ekspansi Fase II ini.

Bagian dari 10.000 MW

Sofyan menuturkan, penandatanganan kontrak PLTU Cilacap Ekspansi ini merupakan bagian dan target PPA 10 ribu MW yang harus selesai tahun ini. Saat ini, PLN telah merampungkan PPA untuk pembangkit listrik berkapasitas total sekitar 5.900 MW. Baru-baru ini, perseroan juga meneken PPA untuk PLTU Cirebon Ekspansi.

“Dengan apa yang telah ditandatangani ini, merupakan langkah positif dan mudah-mudahan akan diikuti oleh yang lainnya,” kata dia.

PLTU Cilacap Ekspansi dibangun oleh S2P dengan para sponsor PT Sumber Energi Sakti Prima (51%) dan PT Pembangkitan Jawa Bali (49%). Metode pengadaan dilakukan dengan skema ekspansi berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No 03 Tahun 2015, dimana penambahan kapasitas pembangkit tenaga listrik pada pusat pembangkit tenaga listrik yang telah beroperasi di lokasi yang sama dilakukan penunjukkan langsung.

PT Sumber Segara Primadaya

S2P sebelumnya telah mengoperasikan PLTU Cilacap 2x 300 MW. S2P saat ini juga sedang mengembangkan PLTU Cilacap ekspansi fase pertama sebesar 1 x 660 MW yang akan selesai tahun ini. Untuk PLTU Cilacap Ekspansi akan dibangun di lokasi yang bersebelahan dengan PLTU Cilacap (eksisting) kapasitas sekitar 1.200 MW, di desa Karang Kandri, kecamatan Kesugihan, JawaTengah.

Info Terkait :   Bosowa Energi Membangun PLTU Tahap I dan II

Direktur Utama S2P Mohamad Rasul optimistis pengerjaan proyek bisa selesai sesuai dengan perjanjian. “Mudah-mudahan proyek ini bisa kami selesaikan sesuai janji (perjanjian). Dan kami akan bekerja dengan lebih baik dan lebih cepat,” ujarnya.

Biaya investasi proyek ini diperkirakan sebesar US$ 1.0.94 Juta. Pendanaannya berasal dari pinjaman luar negeri sebesar 80%. Penyelesaian pendanaan (financial closing) diharapkan dapat tercapai bulan Oktober 2016. Sehingga, dapat segera dilanjutkan pembangunan konstruksi fisik pembangkit yang diperkirakan memakan waktu 39 bulan dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 1.500 orang.

PLTU Cilacap Ekspansi 1 x 1.000 MW dijadwalkan beroperasi komersial (COD) pada kuartal I 2020 untuk memasok listrik ke sistem kelistrikan 500 kilo Volt (kV) Jawa-Bali. Pembangkit ini diharapkan memproduksi energi listrik sebesar ± 6.622 Giga Watt hour (GWh) per tahun.

PLTU Cilacap Ekspansi ini merupakan bagian dari proyek 35.000 MW dengan skema IPP. Proyek 35 ribu MW terdiri dari 291 pembangkit, rincinya sebesar 5.317 MW atau sekitar 15% yang masuk tahap konstruksi, 28.397 MW atau 80% dalam tahap pengadaan, dan 1.815 MW atau tinggal 5% pada tahap perencanaan.

Roadmap 35000 MW

Berdasarkan roadmap, pembangkit proyek 35 ribu MW yang ditargetkan beroperasi (angka kumulatif) :

TahunTarget Kapasitas
 2015 3.793 MW
 2016 4.213 MW
 2017 6.379 MW
 2018 9.238 MW
 2019 19.319 MW
Info Terkait :   PLN Raih Pinjaman ADB US$ 600 Juta

Program 35 Ribu MW diperlukan guna memenuhi kebutuhan listrik di masa mendatang. Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 5-6%, selama 2015-2019 dibutuhkan tambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 7 ribu MW per tahun. Karenanya di luar pembangkit yang telah dikonstruksi sebesar 7 ribu MW, Indonesia masih harus membangun pembangkit baru dengan total kapasitas 35 ribu MW. Total investasi yang dibutuhkan mencapai lebih dari Rp 1.100 triliun.

Sumber : Investor Daily 5 November 2015

Sakana Food Depok www.sakana.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *