PLN Targetkan Lelang LNG pada Agustus 2015

PT PLN (Persero) menargetkan lelang pasokan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) beserta fasilitas pendukungnya bakal selesai pada Agustus nanti. Hal ini guna memastikan proyek 35 ribu megawatt (MW) bisa selesai tepat waktu pada 2019.

Direktur Pengadaan Strategis. dan Energi Primer PLN Amin Subekti mengatakan, lelang pasokan gas kali ini untuk memenuhi kebutuhan pembangkit di Indonesia Tengah sebesar 100-200 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/mmscfd). Pihaknya sudah mengumumkan dibukanya pra-kualifikasi untuk lelang ini.

Sementara untuk tahap konsultasi pasar (market consultation) di mana calon investor bisa mendapat informasi detail proyek dilaksanakan dalam dua hari ini. “Kemudian kami akan umumkan dokumen lelang satu bulan lagi, kepada investor diberikan waktu satu setengah bulan untuk mengajukan proposal, sehingga lelang selesai dalam 4-5 bulan ke depan,” kata dia usai membuka. Market Consultation di Kantor PLN Pusat, kemarin.

Berbeda dengan lelang sebelumnya, tutur Amin, di mana pemasok energi dan penyedia infrastruktur merupakan dua entitas berbeda. Dalam lelang kali ini, calon investor harus bisa menjamin pasokan gas sekaligus menyediakan infrastruktur dan transportasinya. Skema ini diambil lantaran untuk memasok Indonesia Tengah yang pembangkitnya kecil-kecil dan tersebar, pasokan gas yang dibutuhkan seluruhnya harus dalam bentuk LNG.

Nantinya, investor harus membangun LNG Hub untuk menampung LNG dalam skala menengah, menyediakan kapal yang akan mendistribusikannya ke pembangkit-pembangkit PLN, termasuk membangun fasilitas regasifikasi di dekat pembangkit Metode ini membuat proyek LNG menjadi lebih ekonomis lantaran volumenya tidak terlalu kecil.

Info Terkait :   Pertengahan 2016, PLN Targetkan Teken Kontrak 15 Ribu MW

“Mengingat besarnya proyek ini, makanya kami meminta calon investor membuat konsorsium yang punya kapabilitas untuk membangun tangki, termasuk melakukan impor ataupun pengadaan LNG domestik,” jelas Amin.

Untuk infrastrukturnya, tambah dia, PLN akan menggunakan skema built-operate-transfer (BOT) di mana setelah periode tertentu akan menjadi milik perseroan. Sementara kontrak pasokan gas tetap seperti kontrak biasanya. PLN tidak akan membatasi LNG harus dalam negeri, asalkan harga yang ditawarkan cukup kompetitif.

Untuk lelang kali ini rincinya yakni wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan terdapat 8 unit pembangkit dengan kebutuhan 48 mmscfd, Sulawesi 14 unit pembangkit dengan kebutuhan 94 mmscfd, dan Nusa Tenggara 10 unit pembangkit di mana kebutuhan gasnya sebesar 41 mmscfd.

Amin melanjutkan, dari proyek 35 ribu MW, sebanyak 13 ribu MW merupakan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG). Sehingga total kebutuhan gas untuk proyek ini mencapai 1.100 mmscfd. Namun yang dilelang PLN kali ini hanya untuk kebutuhan gas di Indonesia Tengah. “Untuk yang Indonesia Barat dan Indonesia Timur belakang. Kalau lelang yang ini sukses, akan direplikasi,” tutur dia.

Presiden Direktur PT Pertamina Gas (Pertagas) Hendrajaya mengaku berminat mengikuti lelang ini. Secara teknologi, pihaknya optimis bisa merealisasikannya baik penyimpanan, transportasi, maupun regasifikasi LNG. “Untuk pasokan LNG bisa dari Kilarig* Bontang maupun dari luar negeri,” kata dia.

Info Terkait :   BPKN : Biaya Administrasi Token Listrik Harusnya Ditanggung PLN

Kilang Bontang dioperasikan oleh PT Badak NGL yang juga merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero). Sementara dari luar negeri, Pertamina juga sudah mengamankan pasokan dari Cheniere Energy Inc dan anak usaha Cheniere, Corpus Christi liquefaction Limited Liability Company masing-masing sebesar 0,76 juta ton per tahun selama 20 tahun. Pasokan dari Cheniere akan dimulai pada 2018, sedangkan dari Corpus Christi mulai 2019.

Secara paralel, lanjut Amin, PLN juga melakukan lelang untuk pembangunan pembangkit listrik 35 ribu MW. Langkah ini diambil agar pengerjaan pembangkit bisa cepat sehingga target 35 ribu MW dalam lima tahun bisa terealisasi. Namun, lelang pembangkit memang tidak dilakukan sekaligus dalam jumlah besar.

Sumber : Investor Daily 2 April 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *