PLN Target Penjualan Listrik 2016 Tumbuh 6%

pln-jakarta

PT PLN (Persero) menargetkan pertumbuhan penjualan listrik pada tahun ini bisa mencapai 6%, naik signifikan jika dibandingkan realisasi pertumbuhan penjualan listrik tahun lalu yang hanya 2,12%. Peningkatan ini didorong oleh masih rendahnya harga minyak dan semakin banyaknya proyek infrastruktur.

Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun menuturkan, harga minyak yang bertahan rendah bakal membuat biaya produksi industri tetap rendah. Kemudian pemerintah yang konsisten mendorong pembangunan infrastruktur membuat proyek jenis ini makin banyak pada 2016. Dampaknya, kebutuhan setrum dari industri semen dan baja bakal meningkat.

Di sisi lain, lanjut dia, PLN juga memberikan insentif diskon tarif hingga 30% bagi tambahan pemakaian setrum oleh industri skala menengah dan besar selama tiga tahun ke depan. Peringkat Bank Dunia untuk kemudahan mendapatkan listrik (Getting Electricity) Indonesia juga membaik dari peringkat 78 menjadi peringkat 47.

“Jadi perkiraannya 2016 ini penjualan listrik bisa tumbuh 6% atau bahkan lebih,” kata dia dalam pesan singkatnya kepada Investor Daily, Selasa (12/1).

Namun, perkiraan pertumbuhan tersebut masih lebih rendah dari target APBN. Dalam APBN 2016, pertumbuhan penjualan listrik ditargetkan mencapai 7,5% atau sebesar 232,62 terawatt hour (TWh). Dengan asumsi pertumbuhan 6%, maka tahun ini penjualan listrik hanya 212,03 Twh.

Target APBN ini, sebut Benny, tantangan buat PLN. Pihaknya sendiri optimistis pertumbuhan penjualan listrik bisa lebih dari 6%. Pasalnya, tren pertumbuhan penjualan listrik ke pelanggan industri sudah membaik. “PLN juga sudah memberikan kewenangan besar kepada General Manager untuk membuat kebijakan pemasaran,” tambah dia.

Info Terkait :   PLN Kaji Perubahan Frekuensi Penetapan TTL

Meski demikian, perkiraan penjualan tahun ini masih jauh lebih baik dari tahun lalu. Menurut Benny, realisasi penjualan listrik perseroan hanya mencapai 200,6 TWh. Realisasi ini hanya tumbuh 2,12% dari penjualan 2014 yang sebesar 196,42 TWh dan hanya 97% dari rencana 207,7  Twh.

Realisasi penjualan listrik tahun lalu juga jauh dari target yang ditetapkan dalam APBN Perubahan 2015. Dalam APBN Perubahan 2015, pertumbuhan penjualan listrik ditargetkan sebesar 9% atau mencapai 216,39 Twh.

Rendahnya penjualan listrik tahun lalu didorong oleh menurunnya konsumsi setrum oleh pelanggan industri. “Bahkan, konsumsi listrik oleh pelanggan industri pada tahun lalu justru turun hingga 4,31% dari 2014,” ujar dia.

Namun, penjualan listrik ke pelanggan industri pada tahun lalu sudah mulai membaik pada akhir tahun. Pertumbuhan ini utamanya didorong oleh konsumsi listrik industri skala besar. “Ini berarti industri penggerak pembangunan, seperti semen, baja, dan petrokimia, sudah mulai bergerak, ini sinyak baik bagi perekonomian Indonesia,” tutur Benny.

Selain itu, lanjut Benny, pertumbuh an konsumsi listrik di sektor bisnis masih cukup bagus. “Yaitu tumbuh 6,5% pada 2015, walaupun masih tetap tumbuhnya lebih rendah dari pertumbuhan tahun 2014 dibanding 201 yang sebesar 11,7%,” ujar dia.

Sumber : Investor Daily 13 Januari 2016

Updated on     Info Tags:

2 thoughts on “PLN Target Penjualan Listrik 2016 Tumbuh 6%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *