PLN Siap Turunkan Biaya Administrasi Listrik Prabayar

listrik-rumah-tangga

PT PLN (persero) sedang membahas pemangkasan biaya administrasi listrik prabayar yang dikenakan dalam perhitungan tarif pulsa listrik isi ulang (token). Pembahasan itu dilakukan dengan pihak bank terkait besaran administrasi yang dikenakan sebesar Rp 2.000.

Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun mengatakan, pihaknya berusaha melakukan yang terbaik dalam meniadakan biaya administrasi listrik prabayar. Menurut dia, penghapusan ataupun pemangkasan biaya administrasi tersebut tidak perlu persetujuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). “Enggak perlu (persetujuan Menteri ESDM), cukup PLN saja. Artinya, PLN akan minta bank untuk review,” kata Benny kepada Investor Daily, di Jakarta, Kamis (10/9).

Benny menuturkan, pihaknya juga memiliki ops lain jika biaya administrasi itu sulit dipangkas. Opsi itu yakni mengeluarkan komponen biaya administrasi dari perhitungan tarif token. Dengan begitu maka kuota daya dari pembelian token bakal meningkat.

Sebagai contoh, dengan token Rp 100.000 untuk pemakaian daya 1.300 volt ampere (VA) maka kuota listrik yang tersedia 70,75 kWh. Jika biaya administrasi dikeluarkan dari formula tarif token maka kuota listrik yang didapat sebesar 72,18 kWh.

“Kalau biaya admin belum bisa dikurangi, maka biaya admin dipisahkan dari pembelian. Misal, beli listrik Rp 100 ribu, biaya admin misalnya masih ada Rp 2.000, maka si konsumen diminta membayar Rp 102 ribu,” ujar dia.

Sebelumnya, Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli meminta penerapan sistem token pulsa listrik dikaji ulang karena ketersediaannya minim dan harganya lebih mahal akibat adanya biaya administrasi .

Info Terkait :   PLN Raih Pinjaman ADB US$ 600 Juta

“Cotohnya banyak keluarga yang anaknya harus belajar pukul 20.00 tapi pulsa listrik habis tiba-tiba. Ia kesulitan mencari pulsa. Masalah kedua, saat mereka beli pulsa Rp 100.000, listriknya hanya Rp 73.000. Kejam sekali itu 27% disedot provider yang setengah mafia,” tegas Rizal Ramli usai memimpin rakor ketenagalistrikan, di Jakarta, Senin (7/9).

Menurut Rizal, dibandingkan pulsa telepon yang sudah tersedia di mana-mana dengan biaya administrasi yang tidak mahal, pulsa listrik justru telah dimonopoli. “Kami minta, pertama tidak boleh ada monopoli. Rakyat harus punya dua pilihan, yaitu mau ikut meteran atau pulsa. Kedua, kalau pulsa Rp 100.000, maksimal biaya administrasinya Rp 5.000,” papar dia.

Baca Halaman:

One thought on “PLN Siap Turunkan Biaya Administrasi Listrik Prabayar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *