PLN Optimistis Proyek 35.000 MW Terealisasi

35000-MW-untuk-indonesia

PT PLN (Persero) optimistis megaproyek ketenagalistrikan nasional 35.000 megawatt (MW) bisa terealisasi. Optimisme itu didasari tingginya minat investor untuk ikut membangun pembangkit listrik dalam proyek tersebut serta adanya dukungan penuh dari Presiden Joko Widodo dengan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai percepatan pembangunan ketenagalistrikan pekan ini.

Hal itu dinyatakan Direktur Utama PLN Sofyan Basyir dalam silaturahmi dengan Forum Pemred, di Jakarta, Rabu (20/1). Menurut dia, proyek pembangkit listrik sebelumnya yakni 10.000 MW tahap I dan tahap II hanya sukses 30%. Namun, untuk proyek 35.000 MW ini tidak masalah dari sisi peminat. “Minat investor tak masalah, tapi kami harus seleksi karena banyak yang hanya mau cari lisensi. Kami hanya mau memberikan izin kepada investor yang betul-betul mampu dan bonafid, bukan hanya yang cari rente kemudian jual lisensi kepada pihak lain,” jelas dia.

Sofyan juga mengatakan, kalangan pengusaha batubara juga banyak yang berminat menggarap proyek 35.000 MW, tapi jika diberikan semuanya justru akan menjadi beban bagi PLN karena akan ada kelebihan pasokan (oversupply).

Setelah proyek 35.000 MW terealisasi, Sofyan mengatakan, masalahnya kemudian apakah listrikriya bisa dialirkan ke end user. Untuk itu, PLN harus bangun jaringan transmisi dan gardu induk.

“Di satu sisi akan ada oversupply, tapi di sisi lain ada daerah yang tidak terlistriki. Contohnya di Jawa Timur oversupply 30%, tapi masih ada daerah yang rasio elektifikasinya di bawah 80%. Ini karena tidak dibangunnya jaringan transmisi akibat masalah pembebasan lahan,” jelas dia.

Info Terkait :   Biaya Tambah Daya Listrik PLN 2017

Untuk mengatasi masalah oversupply ini, lanjut dia, pemerintah harus menggenjot pertumbuhan ekonomi sehingga demand terhadap listrik meningkat

“PLN harus membeli listrik yang dihasilkan swasta walau demand tidak ada. Supaya ada demand maka pertumbuhan ekonomi harus meningkat,” tambah dia.

Dia juga mengatakan, listrik yang dihasilkan oleh pembangkit 35.000 MW bakal terserap sepenuhnya. Pasalnya, daya listrik sebesar itu guna mengimbangi pertumbuhan ekonomi dan jumlah pembangkit listrik yang tidak lagi berfimgsi akibat usia pemakaian.

“Kebutuhan listrik 27.000 MW dengan cadangannya 5.000 MW sampai 7.000 MW. Sehingga dibutuhkan 35.000 MW sampai 2019. Harapan kami jadi semua,” kata Sofyan.

Man tan bos Bank BRI itu membeberkan realisasi proyek 35.000 MW hingga akhir 2015 telah ditandatangai perjanjian jual beli listrik atau power purchase aggreement/PPA sebanyak 17.331 MW. Rinciannya, untuk pembangkit litsrik energi baru terbarukan (EBT) sebanyak 2.721 MW, pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) 1.570 MW, serta pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sebesar 12.972 MW.

“Untuk 2016 kami targetkan 15.533 MW yang tandatangani PPA,” jelas Sofyan.

Pada Februari tahun ini ada satu proyek 35.000 MW yang siap beroperasi yakni PLTG Gorontalo. Pembangkit ini memiliki kapasitas 100 MW.

Direktur Bisnis Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara PLN Machnizon Masri menjelaskan, PLTG Gorontalo sudah masuk ke dalam interkoneksi sistem listrik Sulawesi Utara-Gorontalo dengan daya sebesar 25 MW. Nantinya akan segera menyusul 25 MW berikutnya yang akan masuk ke dalam sistem. Sedangkan 50 MW si sanya bakal masuk sepenuhnya pada Februari nanti.

Info Terkait :   PLN Verifikasi Data Penerima Subsidi Listrik
Sakana Food Depok www.sakana.id

Baca Halaman:

Updated on     Info Tags:

One thought on “PLN Optimistis Proyek 35.000 MW Terealisasi

  1. mtjiptoherlambang says:

    Asas perekonomian indonesia jelas diatur dalam UUD’45…! Haruskah mekai perekonomian Kapitalis dan Liberalisme….? Akankah PKI mengusai negara ini….? Apakah negara asing yg mengatur negara ini….?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *