PLN Mulai Garap PLTU Cilacap 1.000 MW

pembangkit-listrik-tenaga-uap

Bila PLTU Cilacap 1.000 MW sudah beroperasi, proyek ini akan berdampak besar pada kemajuan ekonomi secara nasional.

PT PLN (persero) memulai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap Ekspansi Fase II berkapasitas 1.000 megawatt (MW). Proyek senilai US$1,389 miliar itu merupakan bagian dari program 35 ribu MW dan akan memperkuat sistem kelistrikan Jawa-Bali.

Pembangkit itu nantinya bakal dioperasikan pengembang listrik swasta, PT Sumber Segara Primadaya (S2P), perusahaan konsorsium antara PT Sumber Energi Sakti Prima dan anak usaha PLN, PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB). Pemancangan tiang (groundbreaking) dilakukan Direktur Pengadaan PLN Supangkat Iwan Santoso, di Desa Karang Kandri, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kemarin.

“Listrik dari pembangkit ini akan masuk ke jaringan 500 kV Jawa-Bali. Bila sudah beroperasi, proyek ini akan berdampak besar pada kemajuan ekonomi dan pembangunan infrastruktur nasional. Tentu saja penyerapan tenaga kerja lokal dan aspek lingkungan harus diperhatikan,” ujar Direktur Utama PLN Sofyan Basir dalam sambutan yang disampaikan Supangkat.

Kehadiran PLTU itu akan membantu kapasitas pembangkit di Jawa-Bali yang saat ini mencapai 33.824 MW dengan daya yang mampu disalurkan sekitar 33.153 MW pada beban puncak 24 ribu MW. Setelah beroperasi, pembangkit tersebut akan memasok listrik ke jaringan 500 kilovolt (kV) dan akan menambah 3% pasokan listrik Jawa-Bali.

Pada kesempatan serupa, Direktur Utama S2P Mohamad Rasul menambahkan proyek PLTU Cilacap Ekspansi Fase II ditargetkan rampung dalam 36 bulan. Dengan demikian, PLTU itu sudah dapat beroperasi penuh (commercial operation date/COD) pada pertengahan 2019.

Info Terkait :   PLTU II Indramayu Groundbreaking 2016

Ditambahkan, pembiayaan proyek tersebut sekitar U$1 miliar didanai China Development Bank dan Bank of China serta sisanya US$389 juta dari PT Bank Rakyat Indonesia (persero).

Tenaga kerja PLTU Cilacap

Terkait dengan tenaga kerja, Supangkat memaparkan hingga kini serapan bahan baku dan tenaga kerja lokal di proyek itu baru mencapai 20%-30%.

“Masih rendah karena pasokan lokal belum cukup karena teknologi untuk proyek ini lebih tinggi. Kalau sudah beroperasi bisa 4.000 orang dan kita utamakan tenaga lokal,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji berharap kehadiran proyek tersebut bisa membuka peluang kerja serta masuknya investasi ke wilayah itu.

“Kami siap memberikan dukungan untuk masuknya investasi dari kemudahan perizinan, jaminan keamanan. Namun, kami meminta tenaga kerja lokal mohon diperhatikan, jangan sampai penduduk hanya menjadi penonton,” ujarnya.

PLN sebelumnya pada Juni 2016 lalu telah berhasil mengoperasikan PLTU Cilacap Ekspansi Fase I 660 MW. PLTU Cilacap Ekspansi Fase I telah menggunakan teknologi super critical boiler berbahan bakar batu bara low range (4.200 kilokalori per kilogram) dan didukung fluidized gas desulphurization (FGD) yang didesain dapat beroperasi secara efisien dan ramah lingkungan.

Sementara itu, proyek PLTU Cilacap Ekspansi Fase II ini memakai teknologi ultra super critical broiler yang ramah lingkungan dengan 45% lebih efisien sehingga menghasilkan penghematan produksi listrik US$0,063 sen per kilowatt hour (kWh).

Info Terkait :   PLN Canangkan Program PLTU Nasional

Sumber : Media Indonesia 13 Oktober 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *