PLN Mulai Konstruksi Kabel Listrik Jawa-Sumatera Mei 2015

PT PLN (Persero) memulai konstruksi proyek kabel listrik bawah laut Sumatera – Jawa pada Mei ini. Pembangunan dimulai dari paket kabel listrik darat berkapasitas 500 kilovolt (kV) di Sumatera Selatan dan Banten.

Direktur Konstruksi dan Energi Baru Terbarukan PLN Nasri Sebayang menuturkan, kontraktor yang memenangkan kabel darat 500kV ini telah berkontrak dengan perseroan sejak akhir tahun lalu. “Selanjutnya, mereka akan mulai konstruksi pada Mei ini,” kata dia di Jakarta, Kamis (9/4).

Paket Transmisi Listrik

Ada beberapa paket yang harus dikerjakan untuk merampungkan proyek kabel listrik bawah laut Sumatera – Jawa. Paket pertama yaitu stasiun konverter/ inverter di Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Bogor. Paket kedua saluran transmisi kabel bawah laut 500 kV DC sepanjang 40 kilometer dari Ketapang (Lampung) – Salira (Banten).

Selanjutnya, paket ketiga saluran transmisi udara 500 KV DC Muara Enim – Ketapang dan Salira – Bogor. Paket keempat berupa saluran transmisi udara 500 kV AC dari stasiun konverter Muara Enim – PLTU Mulut Tambang dan stasiun inverter Bogor – sistem transmisi 500kV Jawa – Bali. Paket terakhir yakni kabel transmisi 275 kV dari Muara Enim ke sistem transmisi 275 kV Sumatera.

Untuk paket lainnya, sebut Nasri, masih pada tahap lelang. “Untuk yang marine cable, lelang selesai Juni ini. Sementara lelang paket gardu induk dan konverter akan selesai akhir tahun nanti,” jelas dia.

Info Terkait :   2015, Kapasitas pembangkit Bertambah 2600 MW

Transmisi HVDC

Proyek transmisi Sumatera – Jawa memakai teknologi kabel tegangan tinggi berkapasitas 500 kilovolt (kV) dengan arus searah (high voltage direct current/HVDC). Kabel akan menyalurkan tenaga listrik sebesar 3000 MW dari pembangkit milik produsen listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) yakni PLTU Sumsel 8, 9 dan 10 ke sistem Sumatera dan Jawa.

“Seluruh proyek ini ditargetkan selesai pada 2019,” kata Nasri. Proyek kabel bawah laut HVDC Sumatera – Jawa ini memiliki nilai investasi sekitar US$ 2 miliar. Sebagian besar pendanaan diperoleh dari pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA).

Lelang PLTU Sumsel 9 dan 10

Bersamaan dengan pengerjaan Transmisi HVDC Sumatera – Jawa, PLN juga memulai lelang pembangunan PLTU Sumsel 9 dan 10. Menurut Direktur Pengadaan dan Energi Primer PLN Amin Subekti, mulai 18 Mei nanti, lelang sudah masuk pada tahap pemasukan harga. “Kemudian dilanjutkan evaluasi harga paling lama dua bulan. Kami perkirakan Juli selesai lelang,” tutur dia.

Lelang PLTU Sumsel 9 dan 10 sempat terkendala lantaran adanya batas kalori harus di bawah 3.000 kilo kalori per kilogram untuk pasokan batubaranya. Namun, akhirnya batasan kalori itu dihilangkan karena peserta lelang mengajukan keberatan. “Sudah kami akomodir bisa pakai kalori di atas atau di bawah 3.000 kkal per kg,” ujar Amin. PLTU Sumsel 9 berkapasitas 2×600 MW dan PLTU Sumsel 10 1×600 MW.

Info Terkait :   Ekonomi Turun, Pemerintah Evaluasi Program 35000 MW

PLTU Sumsel 8

Sementara untuk PLTU Sumsel 8 telah dimenangkan oleh PT Huadian Bukit Asam Power, perusahaan patungan China Huadian dan PT Bukit Asam pada 2012. Meski demikian, tutor Nasri, pembangkit listrik ini belum memasuki tahap konstruksi.

“Untuk PLTU Sumsel 8 akan konstruksi bersamaan dengan proyek HVDC agar selesainya bersamaan,” kata dia.

PLTU Sumsel 8 rencananya memiliki kapasitas 2×600 MW. PLTU Sumsel 8 ini merupakan proyek pertama tanpa jaminan pemerintah dengan nilai investasi sebesar US$ 1,59 miliar. Pendanaannya, sebesar 75 % akan didanai oleh China Development Bank dengan tenor masa pinjaman hingga 10 tahun. Sementara pasokan batubara 6 juta ton per tahun akan dipasok oleh Bukit Asam.

Sumber : Investor Daily 10 April 2015

One thought on “PLN Mulai Konstruksi Kabel Listrik Jawa-Sumatera Mei 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *