PLN Berikan Keringanan Tagihan Listrik Industri Padat Karya

listrik-non-subsidi

PT PLN (Persero) menyatakan sebanyak 298 pelanggan industri mendapat keringanan tagihan listrik berupa penundaan sebagian pembayaran dan diskon tarif. Keringanan tagihan diberikan guna membantu industri padat karya tetap bertahan di tengah kelesuan ekonomi.

Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun menuturkan, pihaknya telah menyosialisasikan adanya keringanan tagihan listrik ini sejak November-Desember tahun lalu. Sementara keringanan tagihan listrik bagi pelanggan industri ini dhnulai sejak awal Januari. Hingga saat ini tercatat 298 pelaku industri yang memperoleh keringanan tagihan listrik.

“Sebanyak 254 pelanggan industri mendapat penundaan pembayaran tagihan listrik, sedangkan yang memanfaatkan diskon tarif 30% untuk penggunaan listrik pada 23.00-08.00 ada 44 pelanggan industri,” kata dia dalam pesan singkatkan kepada Investor Daily, Minggu (24/1).

Untuk penundaan pembayaran, lanjut dia, besaran yang diberikan yakni 40% dari total tagihan listrik. Artinya, pelanggan industri yang menerima keringanan ini hanya perlu membayar 60% dari tagihan listrik bulanannya. Jangka waktu keringanan ini bervariasi bagi setiap pelanggan industri. “Ada dua pilihan, enam bulan atau 10 bulan. Kalau dia (pelaku industri) cukup sehat, enam bulan saja. Kalau dia cukup berat, ya 10 bulan,” ujar Benny.

Penerima keringan tagihan listrik dengan skema ini disebutnya kebanyakan industri padat karya sektor tekstil di Jawa Tengah. Diakui Benny, pelaku industri yang mengajukan penundaan sebagian tagihan listrik sebenarnya ada sekitar 260 pelanggan. Tetapi, PLN tidak menyetujui seluruh usulan tersebut.

Info Terkait :   PLN Rugi Rp 5,5 Triliun Akibat Selisih Kurs

“Ada yang tidak kami setujui karena dia (pelanggan industri) pernah menunggak bayar tagihan tiga bulan daya saing lemah, jelasnya.

Selain itu, Benny mengaku PLN juga tidak memberikan keringanan bagi pelaku industri yang memang bisnisnya sudah sekarat. Pasalnya, PLN tidak mau mengambil risiko menanggung tagihan listrik yang ada kemungkinan tidak dibayar sama sekali. Kecuali, lanjutnya, jika ada asosiasi atau pelaku industri lain yang mau menjamin pelaku yang tengah sekarat tersebut.

“Jadi yang kami bantu adalah industri yang sehat tetapi kesulitan cash, bukan industri yang sudah sekarat sehingga mau dibantu atau tidak, bakal tutup,” kata Benny.

Apalagi, tambah dia, adanya diskon tarif dan penundaan pembayaran tagihan listrik ini seluruhnya ditanggung oleh PLN. Dampak dari pemberian keringanan bagi pelaku industri itu terhadap pendapatan perseroan, diakuinya juga cukup besar. Namun PLN tetap bertekad rnemberikan keringan demi Indonesia.

“Tidak apa-apa kami pikul demi bangsa ini. Itu industri yang menyerap banyak tenaga kerja, daripada collapse, kami bantu saja. Kami harap mereka mampu survive dan masih tetap pakai listrik dari PLN,” tuturnya.

Sumber : Investor Daily 25 Januari 2016

Sakana Food Depok www.sakana.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *