PT PGN Tbk Jajaki Bisnis Pembangkit Listrik

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) tengah menjajaki bisnis pembangkit listrik (power plant). Emiten bersandi saham PGAS itu tengah I mengkaji opsi akuisisi atau mem-bangun pembangkit listrik baru.

Corporate Communication PGN Ridha Ababil mengakui, perseroan sedang membahas secara intensif penjajakan bisnis baru tersebut. “Kami sedang membahasnya, tapi kami belum memutuskan kapasitas maupun nilai investasinya,” kata Ridha di sela rapat umum pemegang saham (RUPS) PGN di Jakarta, Senin (6/4).

Membangun Pembangkit atau Akuisisi

Menurut Ridha, guna mematangkan rencana itu, berbagai opsi sedang dikaji, dari akuisisi hingga membangun pembangkit listrik baru. “Semua opsi kami kaji. Kami belum memutuskan kapan akan direalisasikan karena baru dalam tahap pembicaraan awal,” ujar dia.

Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso pernah mengatakan, perusahaan BUMN itu siap berkontribusi langsung dalam perluasan kapasitas pembangkit tenaga listrik di Indonesia.

Hal ini dalam rangka mendukung program percepatan pembangunan infrastruktur oleh pemerintah.

“Jika memungkinkan, PGN akan masuk bisnis power plant melalui anak usaha, PT Gagas Energi Indonesia (GEI). Langkah ini diharapkan memberikan manfaat dan keuntungan bagi seluruh pihak, baik PLN, perseroan, maupun pemerintah,” papar Hendi dalam laporan tahunan PGN.

Ambisi Bertaraf Dunia

Dia menjelaskan, PGN berambisi menjadi perusahaan energi bertaraf dunia pada 2020. Untuk mencapai hal itu, perseroan akan mengembangkan potensi pasar gas bumi di Tanah Air serta menguasai rantai bisnis dari hulu hingga hilir. Langkah yang mungkin ditempuh adalah mengembangkan gas alam cair (liquified natural gas/ LNG), penyewaan kapasitas serat optik, jasa konstruksi, serta pengelolaan aset.

“Dalam bisnis LNG, kami mengadakan pasokan, pengolahan menjadi gas bumi, pengangkutan, dan penyimpanan melalui PT PGN LNG,” ucap Hendi.

Dia menambahkan, perseroan juga telah selesai melakukan commissioning tempat penyimpanan sementara LNG terapung (floating storage receiving unit/FSRU) di Lampung. “Kami segera melakukan komersialisasi,” tutur dia.

Selama ini, kegiatan usaha utama PGN berada di sektor midstream, yakni distribusi dan transmisi gas. Sebagai penyedia gas, PGN menyalurkan gas dari titik terima ke titik serah. Gas bisa dipasok untuk pembangkit listrik, kawasan idustri, penggunaan komersial, hingga rumah tangga.

Info Terkait :   Jokowi Resmikan 8 Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Mobile Power Plant (MPP)

Hingga akhir 2014, PGN memiliki 95% jaringan distribusi dan 56% jaringan transmisi gas bumi nasional. PGN menguasai 81% pangsa pasar distribusi dan 49% pasar transmisi.

Langkah Positif

Analis Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan, langkah PGN menjajaki bisnis pembangkit listrik merupakan pertimbangan yang baik. Soalnya, kebutuhan listrik di kota maupun perdesaan masih sangat besar. “Permintaan masih tinggi dan sesuai dengan program pemerintah. Listrik adalah kebutuhan primer. Selain itu, bisnis ini bisa memperkuat recurring income perseroan. Prospeknya sangat baik,” kata William.

Sementara itu, di sektor hulu, PGN telah melakukan sejumlah investasi strategis di blok-blok gas domestik maupun luar negeri. Pada pertengahan tahun lalu, perseroan melalui PT Saka, Energi Indonesia: merampungkan akuisisi 36% hak partisipasi Area Shale Gas Fasken di Amerika Serikat (AS) senilai US$ 175 juta dengan Swift Energy Company.

Dari blok tersebut, PGN berharap mendapat tambahan pendapatan hingga US$ 570 ribu per hari. Hal ini dengan asumsi target produksi hingga 190 mmscfd dapat dicapai.

Selain blok Fasken, PGN menuntaskan penambahan akuisisi hak partisipasi Blok Pangkah sebesar 75%. sehingga kepemilikan PGN kini menjadi 100% dari sebelumnya 25%.

Perseroan juga telah melakukan investasi di blok Muriah PSC, South East Sumatera PSC, blok South Sesulu, serta West Bangkanai PSC.

Dividen

Dalam RUPS kemarin, PGN memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp 3,51 triliun atau setara Rp 144,84 per saham. Jumlah ini sekitar 39% dari total laba bersih 2014 sebesar US$722,75 juta.

Kecuali itu, pemegang saham menyetujui, susunan komisaris dan direksi perseroan periode 2015. Dari enam posisi komisaris, sebanyak lima orang diganti. Struktur komisaris yang baru terdiri atas Iman Sugema sebagai komisaris utama, Paiman Rahardjo sebagai komisaris independen. Lainnya adalah Tirta Hidayat, Mohammad Ikhsah, IGN Wiratmaja Puja, dan M Zamkhani Sebagai komisaris.

Info Terkait :   Pembangkit Listrik PGN Terangi 600 Rumah Probolinggo

Adapun Hendi Prio Santoso tetap sebagai direktur utama, M Wahid Sutopo sebagai direktur perencanaan investasi dan manajemen risiko, Jobi Triananda Hasjim sebagai direktur pengusahaan, Djoko Saputro sebagai direktur teknologi dan pengembangan, Riza Pahlevi Tabrani sebagai direktur keuangan, dan Hendi Kusnadi sebagai direktur SDM dan umum.

Sepanjang tahun lalu, PGN membukukan pendapatan bersih US$ 3,41 miliar atau naik 13,6% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar US$ 3 miliar. Perseroah juga mencatat laba operasi US$ 982 juta, serta laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) US$ 1,16 miliar.

Baru-baru ini, PGN melalui anak usahanya, PT PGAS Solution, meneken kesepakatan kerja sama dengan konsorsium TL Offshore Sdn Bhd dan PT Encona Inti Industri dalam pembangunan pipa gas Kalija. Dalam perjanjian itu, TL Offshore dan Encona akan melakukan pekerjaan pemasangan jaringan pipa offshore dan onshore sepanjang 200 km. Nilai investasi proyek pipa tahap pertama diperkirakan mencapai US$ 250 juta.

“Ini dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah untuk pemanfaatan gas bumi bagi kebutuhan energi dalam negeri, khususnya sektor kelistrikan,” demikian manajemen PGN dalam penjelasan resmi, beberapa waktu lalu.

TL Offshore merupakan anak usaha Sapura Kencana Petroleum Bhd, perusahaan migas terbesar di Malaysia. TL Offshore menyediakan jasa pemasangan pipa maritim dan anjungan lepas pantai. Sedangkan Encona bergerak di bidang engineering, construction, and procurement (EPC) berbasis di Indonesia. Perusahaan yang didirikan pada 1985 ini telah memiliki sejumlah klien ternama, termasuk Chevron dan Medco Power.

Tahun ini, PGN menyiapkan US$ 800juta atau sekitar Rp 10 triliun untuk belanja modal (capital expenditure/capex), turun 33,3% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 15 triliun. Dana capex berasal dari kas internal.

Sumber : Investor Daily

Updated on     Info Tags: ,

One thought on “PT PGN Tbk Jajaki Bisnis Pembangkit Listrik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *