PGE-PLN Sepakati Harga Listrik PLTP Kamojang

energi panas bumi geothermal

PT Pertamina (persero) dan PT PLN (persero) akhirnya menyepakati harga jual uap untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang 1, 2, dan 3 Jawa Barat. Kedua BUMN itu menyepakati untuk kembali memberlakukan harga lama di kisaran US$0,06 per kilowatt hour (Kwh).

“Harga jual uap itu sudah final dan diterima kedua pihak,” kata Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Periwisata, Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, kemarin.

Menurutnya, kesepakatan itu tercapai setelah kedua pihak bertemu Menteri BUMN Rini Soemarno. Upaya mencapai kesepakatan itu berlangsung cepat, karena sudah mendapat audit dari Badan Pengawasan dan Keuangan Pembangunan (BPKP) terutama terkait dengan harga uap dan biaya dari proses uap ke listrik. hal itu menghasilkan harga uap yang wajar.

“Tidak hanya soal penggantian biaya, tetapi juga komponen investasi. Intinya jangan tanya soal harga wajarnya, yang penting sepakat.Mereka membuat pernyataan sendiri,” ujar Edwin.

Menteri BUMN Rini M Soemarno menyatakan pemanggilan kedua direksi BUMN itu memang untuk menyelesaikan kesengkarutan harga uap pa nas bumi tersebut.

“Seharusnya tidak berpolemik seperti itu. Kalau ada masalah terkait kerja sama harus dibicarakan bersama,” kata Rini.

Ia menegaskan kembali perlunya peningkatan sinergi BUMN dan menyelesaikan segala masalah bersama-sama.

“BUMN satu keluarga, jadi jangan ada lagi yang berpolemik di luar sana. BUMN itu harus menjadi aset bangsa dan negara yang selalu mendahulukan kepentingan masyarakat dan menjadi agen pembangunan,” tegasnya.

Info Terkait :   Pengembangan Geothermal Minim

Sebelumnya, Pertamina dan PLN terlibat polemik terkait ketidaksepakatan harga jual uap untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, Jawa Barat. Padahal kedua perusahaan pelat merah itu sudah menegosiasikan harga uap baru tersebut sejak November 2014. Hal itu menunda perpanjangan kesepakatan pasokan uap panas bumi untuk pembangkit itu.

PLN meminta harga jual dari PT Pertamina Geotermal Energi (PGE) di bawah harga yang sudah berlaku dua tahun belakangan, yakni US$0,06 per kilowatt hour (Kwh).

Menurut Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN Nasri Sebayang, harga jual listrik semestinya bisa hanya US$0,03-US$0,04 per Kwh.

Sementara itu, Pertamina meminta PLN membeli uap dengan harga lebih tinggi sesuai Peraturan Menteri (Permen) ESDM 17/2014 tentang Pembelian Tenaga Listrik dari PLTP dan Uap Panas Bumi.

Sumber : Media Indonesia 8 Januari 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *