Pertengahan 2016, PLN Targetkan Teken Kontrak 15 Ribu MW

program-35000-MW

PT PLN (Persero) menargetkan bisa meneken kontrak baru sebesar 15.533 megawatt (MW) pada semester pertama 2016 ini. Hal ini guna merealisasikan tambahan kapasitas pembangkit listrik hingga 35 ribu MW sampai 2019 nanti.

Direktur Perencanaan Korporat PLN Nicke Widyawati menuturkan, pihaknya telah menyiapkan 37 proyek pembangkit listrik untuk ditawarkan kepada investor dalam enam bulan ke depan. Rincinya, sebanyak 19 proyek berkapasitas 8.368 MW dalam proses lelang dan 18 proyek sisanya sebesar 7.165 MW pada tahap pengadaan. Lokasi seluruh pembangkit listrik tersebut tersebar di seluruh Indonesia.

“2016 ini menjadi tantangan bagi PLN karena hams mencapai kontrak untuk seluruh proyek berkapasitas 15.6533 MW itu daalam enam bulan,” kata dia di Jakarta, Rabu (20/1).

Kontrak yang dimaksud yakni kontrak jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) dan kontrak rekaaysa, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC). Sehingga, sebagian proyek tersebut digarap sendiri oleh perseroan dan sisanya oleh perusahaan listrik swasta (independent power producer/IPP).

Setelah menekaan PPA, lanjut Nicke, IPP diberi waktu enam bulan untuk merampungkan pendanaan (financial close). Pada lelang Program 35 Ribu MW ini, PLN memberi persyaratan kepada IPP yang lebih ketat, yakni performance bond harus 10% dari nilai total proyek dan penempatan dana pembangunan proyek sebesar 10% dari nilai proyek pada perbankan nasional.

Info Terkait :   Rasio Elektrifikasi Nasional 2016 Ditargetkan Capai 90%

“Persyaratan ini supaya mereka (IPP) lebih berkomitmen,” ujar dia.

Sebelumnya sampai akhir 2015, PLN telah meneken kontrak PPA dan EPC untuk beberapa proyek pembangkit listrik berkapasitas total

17.340 MW. Total nilai investasi dari keseluruhan kontrak yang sudah ditandatangani tersebut senilai US$ 20 miliar atau sekitar Rp 280 triliun.

Dari 17.340 MW pembangkit yang telah ditandatangani itu, sebanyak 4.291 MW menggunakan energi yang bersih dan terharukan yaitu gas, air, dan panas bumi. Sementara sisanya mempakan pembangkit listrik berbahan bakar batubara dedgan kapasitas mencapai 13.049 MW. Adapun sebaran lokasi pembangkit yang sudah ditandatangani kontraknya mencakup hampir seluruh wilayah Indonesia dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Sumber : Investor Daily 22 Januari 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *