Pertamina Mulai Masuk Bisnis Pengembang PLTGU

pertagas-pertamina-gas

PT Pertamina (Persero) mulai masuk bisnis pembangkit listrik tehaga gas uap (PLTGU) dengan akan mengikuti lelang PLTGU Jawa 1.

Sebelumnya, Pertamina hanya berkecimpung di bisnis pembangkit listrik yang memanfaatkan energi terbarukan.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menuturkan, perseroan bakal mengikuti lelang PLTGU Jawa 1 yang dilakukan oleh PT PLN (Persero). Untuk itu, Pertamina telah membentuk konsorsium dengan Marubeni. Selanjutnya, keduanya membuat kerja sama eksklusif dengan General Electric untuk penyediaan teknologi Combined Cycle Gas Turbine.

“PLN membuka lelang cukup banyak, kami sangat berminat dapat mayoritas di bisnis IPP (independent power producer/produsen listrik swasta) makanya kami serius membentuk konsorsium dengan Marubeni dan berharap bisa ikut lelang proyek lainnya,” kata dia kepada Investor Daily, Minggu (13/3).

PLN sendiri diinformasikan akan mulai membuka penawaran lelang pada awal Mei ini. PLTGU Jawa 1 akan menjadi yang terbesar di Indonesia dengan perkiraan investasi US$ 2 miliar termasuk FSRU (floating storage and regasification unit/unit penampungan dan regasifikasi terapung). PLTGU Jawa 1 masuk dalam Program 35 Ribu Megawatt (MW).

Menurut Wianda, ditetapkannya General Electric sebagai penyedia teknologi pada proyek PLTGU Jawa 1, menandai masuknya konsorsium Pertamina-Marubeni pada tahapan penting untuk mempersiapkan diri guna mengikuti lelang. Pasalnya, General Electric telah menyatakan komitmen kuatnya untuk memberikan dukungan maksimal kepada konsorsium, termasuk penyediaan teknologi yang paling advance dan efisien di dunia.

Info Terkait :   Listrik Bali Bebas BBM April 2016

“General Electric akan menyediakan mesin gas turbin paling mutakhir di dunia, yakni 9HA,” ujar dia. Teknologi yang telah terbukti dan banyak digunakan di dunia tersebut diyakini dapat meningkatkan efisiensi pembangkitan menjadi di atas 61%, sebagaimana banyak tersedia di pasar saat ini.

Selain dengan General Electric, lanjut Wianda, Pertamina-Marubeni juga akan bekerja sama dengan Samsung C&T sebagai penyedia jasa rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC). Bergabungnya pemain-pemain besar di industri pembangkitan listrik tersebut, kata Wianda, membuktikan keseriusan Pertamina sebagai leader dari konsorsium ini untuk mendukung pemerintah dan PLN merealisasikan Proyek PLTGU Jawa 1.

“General Electric dengan teknologi mutakhirnya, Samsung C&T sebagai pelaksana EPC kelas dunia, dan Marubeni yang merupakan salah satu IPP terbaik global bersama-sama Pertamina yang merupakan National Energy Company Indonesia siap mendukung pemerintah untuk Program 35.000 MW khususnya PLTGU Jawa 1,” tegas Wianda.

Presiden Direktur PT Pertamina Gas (Pertagas) Hendra Jawa sebelumnya sempat menyebutkan rencana Pertamina masuk bisnis PLTGU ini. Langkah perseroan masuk ke bisnis tersebut lantaran posisi tawar perusahaan yang cukup kuat sebagai pemasok gas. Sebagai anak usaha Pertamina, Pertagas memiliki kompetensi dalam bisnis gas mulai dari pasokan, transportasi, dan regasifikasi.

“Kami ikut membangun pembangkit listrik bukan untuk bersaing dengan PLN, tetapi menjadi komplementer sehingga kebutuhan listrik bisa terpenuhi. Karena, PLN sendiri dananya terbatas untuk membangun pembangkit,” jelas dia.

Info Terkait :   Energi Terbarukan Menjadi Tumpuan

Hendra menyebut, sebagian besar proyek pembangkit listrik yang diincar pihaknya ada di Jawa. Sementara proyek lain yang juga ingin digarap Pertagas yakni di Indonesia bagian tengah dan Kepulauan Riau. Tepatnya, proyek yang diincar itu yakni yakni PLTG Jawa 3 dengan kapasitas 1×800 MW, PLTG Jawa 1 yang berkapasitas 2×800 MW, dan PLTG Riau.

Siap Pasok Gas

Wianda menjelaskan, sejauh ini, perseroan baru akan fokus ikut lelang proyek-proyek pembangkit listrik yang berbahan bakar gas. Pasalnya, Pertamina telah memiliki komitmen pasokan gas yang cukup besar. “Dari sisi pasokan, kami sudah ada, tinggal perencanaan ke mana pasokan ini akan dialirkan,” kata dia.

Sebelumnya, Pertamina telah meneken PJBG dengan Cheniere Energy Inc dan anak usaha Cheniere, Coipus Christi Liquefaction limited Liability Company masing-masing sebesar 0,76 juta ton per tahun selama 20 tahun. Pasokan dari Cheniere akan dimulai pada 2018, sedangkan dari Corpus Christi mulai 2019.

Pertamina juga telah mengamankan impor LNG dari Mozambik sebesar 1 juta ton per tahun, dari pemain Asia dan Australia sebanyak 0,5 juta ton per tahun, dan pemain LNG internasional ternama. Namun perlu pembahasan lebih lanjut untuk memastikan pasokan ini.

“Untuk PLTGU Jawa 1, pasokan mungkin akan berasal dari FSRU,” ujar Wianda. Pasokan gas untuk FSRU tersebut salah satunya bisa dari Cheniere.

Sumber : Investor Daily 14 Maret 2016

Sakana Food Depok www.sakana.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *