Perkuat Jakarta-Banten, PLN Operasikan 3 Gardu Induk

pln-jakarta

PT PLN (Persero) memperkuat pelayanan bagi pelanggan wilayah Jakarta dan Banten dengan mengoperasikan tiga gardu induk dan satu unit under ground cable (UGC).

Tiga gardu itu ialah Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kilo volt (kV) Balaraja, Interbuse Trafo (IBT) unit 4 dengan kapasitas 1×500 mega volt ampere (MVA), gardu induk kV Millenium 2×60 MVA, Gas Insulated Substation (GIS) 150 kV Bintara II kapasitas 1×60 MVA. Sedangkan UCG yang mulai beroperasi ialah UCG 150 kV Bintaro II – GIS New Bintaro sepanjang 4,7 kilometer sirkuit (kms).

Direktur Bisnis PLN Regional Jawa bagian barat Murtaqi Syamsuddin mengatakan proyek GITET ini merupakan bagian dari mega proyek 35.000 MW. Dengan pembangunan infrastruktur yang kencang seperti sekarang pada prinsipnya PLN bisa melayani penyambungan listrik baik untuk industri maupun bisnis, dan itu memperbaiki ease of doing business Indonesia yang salah satu penilaiannya adalah kemudahan mendapat sambungan listrik,” kata Murtaqi usai peresmian di Tangerang. Selasa (23/2).

Murtaqi menuturkan pertumbuhan listrik pada Januari tahun ini meningkat dibandingkan realisasi di 2015 kemarin. Meski tidak menyebutkan besarannya tapi dia bilang hal ini merupakan sinyal positif. Pertumbuhan itu ditopang dengan beroperasinya gardu induk Balaraja dan Millenium. Gardu Balaraja menopang kebutuhan wilayah Jakarta dan Banten. Sedangkan GI Millenium guna mendukung kawasan industri di Balaraja.

Info Terkait :   2016, Pemerintah Cabut Subsidi 20 Juta Pelanggan Listrik

“Pekerjaan kita masih banyak, minimal 10 GI yang akan dibangun per tahun. Ini pekerjaan yang tidak mudah, namun harus kita capai,” jelasnya.

Dia mengatakan, pembangunan jaringan transmisi masih menemui kendala klasik yakni pembebasan lahan. Namun hal tersebut bisa disiasati dengan pemasangan kabel bawah tanah. Hal tersebut diterapkan untuk wilayah Jakarta sebagai solusi dalam memasok kebutuhan listrik di Ibukota. Pasalnya jaringan transmisi melalui saluran udara menemui banyak hambatan.

“Masyarakat kan enggak suka kalau tanahnya dilewati jalur transmisi (saluran udara). Secara umum sekarang pembebasan lahan enggak mudah,” ujarnya.

Murtaqi menuturkan hambatan itu sudah dibicarakan dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pemasangan kabel bawah tanah kemudian diizinkan dengan metode pengeboran horizontal dan ditanam sedalam 2-3 meter. Namun Murtaqi tidak membeberkan berapa panjang kabel transmisi yang digarap tersebut. Dia hanya menyebut kabel itu memiliki kapasitas 150 kV.

Di tempat yang sama, General Manager PLN Unit Induk Pembangunan V, Robert A Purba menambahkan proyek jaringan transmisi tahun ini mencapai 169 kms untuk wilayah Banten dan Jakarta. Jaringan ini guna meningkatkan kehandalan pasokan listrik.

“169 kms itu ada yang bangun baru termasuk penggantian konduktor karena kapasitas daya hantarkan listrik tidak cukup optimal,” ujarnya.

Robert mengungkapkan PLN mengalokasikan dana hingga Rp 3 triliun pada tahun ini untuk membangun jaringan transmisi 169 kms dan 9 gardu induk dengan kapasitas total 1520 MVA. Dia mengungkapkan hingga 2019 ada 53 gardu induk yang harus digarap. “Tahun lalu kami telah membangun 7 gardu unduk berkapasitas 1665 MVA,” jelasnya.

Info Terkait :   Listrik Sering Padam Karena Overhaul Pembangkit

Sumber : Investor Daily 24 Februari 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *