Perbaikan Tanpa Mati Listrik, PLN Efisiensi Rp 400 M/Tahun

pln-indonesia

PT PLN (Persero) mampu menghasilkan efisiensi sekitar Rp 400 miliar per tahun dengan melaksanakan perawatan serta perbaikan transmisi dan gardu induk tanpa mematikan listrik. Hal itu dapat dilakukan setelah perseroan membentuk Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB).

Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali mengatakan, Tim PDKB dibentuk lantaran adanya kebutuhan untuk tetap menjamin pasokan setrum ke masyarakat meskipun tengah dilakukan perbaikan atau perawatan jaringan dan gardu induk. Efisiensi merupakan manfaat lain dari pembentukan tim ini mengingat minimnya pemadaman membuat penjualan listrik perseroan tetap terjaga.

“Efisiensi pasti ada, bisa dibayangkan kalau setiap perbaikan transmisi harus memastikan listrik, akan sangat tidak efisien. Maka kami mendidik tenaga ahli yang bisa melakukan perbaikan meskipun listriknya tidak dimatikan,” kata dia di Yogyakarta, Selasa (10/11).

All memaparkan, belanja perusahaan setiap harinya mencapai Rp 1 triliun atau total sekitar Rp 350 triliun dalam satu tahun termasuk untuk pembelian bahan bakar pembangkit listrik. Biaya untuk distribusi listrik perusahaan yakni sekitar 20% dari belanja total atau Rp 70 triliun. Upaya yang dilakukan Tim PDKB mampu menghemat biaya distribusi sebesar Rp 80 miliar.

Selain menghemat biaya, tambah dia, upaya Tim PDKB itu juga mampu menjaga angka penjualan listrik agar tidak turun. Pasalnya, begitu aliran listrik dimatikan bisa dipastikan penjualan akan berkurang. “Total efisiensi dengan adanya Tim PDKB yakni sebesar Rp 447 miliar pada 2014. Sementara sampai semester pertama tahun ini Rp 229,6 miliar,” tuturnya.

Info Terkait :   Wapres Tegaskan Tidak Ada Revisi 35000 MW

Pembentukan Tim PDKB ini, klaim Ali, tidak hanya menguntungkan PLN sebagai korporasi. Masyarakat yang menjadi pelanggan juga memperoleh manfaatnya berupa minimalnya pemadaman listrik. Sejak dua sampai tiga tahun lalu, Tim PDKB ini telah mampu meningkatkan kerja distribusi setrum secara signifikan. “Frekuensi listrik mati dan lamanya listrik mati dapat ditekan hingga 50% berkat Tim PDKB ini,” ungkapnya.

Pada 2014, rata-rata lamanya mati listrik yang harus dialami pelanggan yakni 856 menit. Sementara frekuensi mati listrik yaitu 3,9 kali per pelanggan. Kondisi ini membaik pada semester pertama 2015 dimana lamanya mati listrik ditekan menjadi hanya 542 menit per pelanggan dan frekuensinya berkurangan menjadi 2,2 kali per pelanggan.

Tim PDKB dibentuk sejak 1993 yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Saat ini anggota tim ini mencapai 930 personel, di mana 730 orang menangani tegangan menengah (TM) dan 200 orang menggarap jaringan tegangan tinggi (TT) dan tegangan ekstra tinggi (TET). Khusus untuk Tim PDKB yang menangani TT dan TET tersebar di Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan, dan Sulawesi.

Ke depannya, PLN akan terus menambah personel Tim PDKB guna memastikan kehandalan pasokan listrik nasional. Tahun ini saja kami menambah personel sebanyak 15% dari jumlah saat ini atau sekitar 140 orang,” ujar Ali. Target perseroan, anggota Tim PDKB ini akan mencapai 70% dari total personel perawatan.

Info Terkait :   Kuntoro Mangkusubroto Jadi Komisaris Utama PLN

Untuk memastikan keterampilan anggota tim tetap terasah, perseroan setiap tahunnya menggelar konvensi PDKB. Dalam konvensi ini, Tim PDKB juga melaksanakian bakti sosial berupa pemeliharaan jaringan distribusi di tujuh titik di wilayah Yogyakarta, yaitu di Komplek UGM, Jalan Mentri Supeno, Jalan Wates, Jalan Sidikan, dan Komplek Alun-alun Utara. Selain itu, juga dilakukan demo penyelamatan personil dari ketinggian bekerja sama dengan BASARNAS yang dilaksanakan di Gardu Induk Bantul dan lingkungan Area Yogyakarta.

Sumber : Investor Daily 12 November 2015

Updated on     Info Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *