Penghapusan Subsidi Listrik Siap Dihelat

listrik-rumah-tangga

Hanya 4,15 juta dari sekitar 22,3 juta pelanggan listrik kelompok 900 VA yang masih bisa menikmati subsidi.

Rencana pemerintah untuk mengha pus subsidi listrik bagi pemakai daya 900 volt-ampere (VA) akan mulai direalisasikan pada 1 Juni atau Juli 2016. Nantinya warga tidak mampu yang memakai daya listrik itu tidak akan menikmati subsidi dalam bentuk tarif rendah, tapi berupa pemotongan biaya saat pembayaran listrik setiap bulannya.

“Mulai 1 Juni atau paling telat 1 Juli, dari total 22,3 juta pelanggan 900 VA, sekitar 18 juta pelanggan tidak lagi mendapat subsidi listrik berdasarkan tarif yang berlaku saat ini,” tutur Kepala Divisi Niaga PT PLN Benny Marbun saat diskusi di Subang, Jawa Barat, Sabtu (9/4).

Ia menjelaskan PLN telah memverifikasi data 4,15 juta pelanggan yang masih akan mendapat subsidi. Skema pemberian subsidi akan diatur selanjutnya lewat pemotongan pembayaran rekening setiap bulan. Namun, dengan mengacu instruksi Presiden Jokowi, mereka yang layak disubsidi tetap disubsidi. “Yang layak disubsidi tetap disubsidi. Siapa yang tidak layak? Seperti pemilik kos-kosan,” ia mencontohkan.

Menurut rencana, pemberhentian subsidi listrik akan dilakukan secara bertahap. Prakiraan PLN kebijakan itu berlaku penuh pada November-Desember mendatang.

Dia menjelaskan konsumen tarif R-1/900 VA ialah rumah tangga. Konsumen golongan itu menggunakan listrik ratarata 124 kilowatt-hour (kwh) per bulan.

Mereka hanya membayar tarif Rp585 per kwh. Setiap bulannya negara menyubsidi sekitar Rp815 rupiah per kwh untuk menutupi tarif keekonomian golongan itu yang ada di kisaran Rp1.355 per kwh.

Info Terkait :   Subsidi Listrik 2016 Akan Melebihi Anggaran

“Saat ini mereka (konsumen 900 VA) memakai rata-rata 124 kwh per bulan dan tagihan listrik Rp73 ribu per bulan,” beber Benny.

Selain pelanggan 900 VA, dari total 60 juta pelanggan PLN, masih ada 22,8 juta pe langgan daya 450 VA. Bedanya mereka akan tetap mendapat subsidi listrik dari negara setiap bulannya.

Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia Ferdinand Hutahaean merespons positif rencana pencabutan subsidi listrik bertahap bagi kelas 900 VA. Namun, jika subsidi berupa potongan harga tetap akan diberikan kepada konsumen yang layak menerima, pendataan konsumen mesti benar-benar akurat.

Menurutnya, yang perlu diperhatikan juga ialah barometer kriteria layak. Sampai saat ini, ia menilai pemerintah belum menunjukkan kriteria jelas perihal siapa yang layak mendapat subsidi setrum. Tanpa ada kejelasan, ia khawatir kebijakan PLN itu kelak terkesan asal cabut.

Sumber : Media Indonesia 11 April 2016

Sakana Food Depok www.sakana.id
Updated on     Info Tags:

5 thoughts on “Penghapusan Subsidi Listrik Siap Dihelat

  1. AND says:

    saya setuju kalo subsidi listrik ditiadakan, tapi untuk kreteria tertentu, khususnya untuk konglomerat,untuk PEGAWAI NEGERI,untuk PEJABAT NEGARA, (ALASAN SAYA KARENA MEREKA TIAP BULAN BERPENGHASILAN TETAP, GAJINYA PUN TINGGI,) BEDA DENGAN WIRASWASTA PENGHASILAN TIDAK TETAP, ITU PUN PASPASAN, BELUM TENTU TIAP HARI DAPAT UANG(PENGHASILAN)

    1. pak joko sartono says:

      kayaknya harapan kita tinggal harapan untuk jadi lebih baik … karena pemerintah sekarang sbgai kepala rumah tangga bagi rakyatnya … tapi tidak lebih dari pedagang dirumah sendiri … ibaratnya kalau anaknya mau makan ya beli ke bapaknya … jd dinegeri ini nggak ada yg gratis, ini efek dr demokrasi yg selalu berbiaya tinggi …
      adalah kewajiban negara mensubsidi rakyatnya dan

  2. deandra says:

    bener2 berat berat.!!!!! saya baru 5 bulan ini naikin daya ke 1300..benar2 benar berat banget..gaji cmn 2jt..bayar listrik 400RB..msti ngasih makan 2 anak 1 bini…maw gimana coba tuh….hadeuh..maw d turunin lagi daya suah ribet….macem2 aneh2……..STRESSS JADINYA…………..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *