Pengembangan Geothermal Minim

energi panas bumi geothermal

Pengembangan geothermal (energi panas bumi) di Indonesia masih minim. Dari 29 gigawatt (GW) potensi energi tersebut, baru 1,5 GW yang ditargetkan dicapai pada 2019 sebagai bagian dari target 35 ribu Mw energi listrik yang dicanangkan pemerintah.

Bahkan, target 1,5 GW juga sudah bisa dicapai. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), hingga 2015,1,5 GW energi dari pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) itu sudah terpasang.

“Angka 1.500 (1,5 GW) itu kecil. Kalau dilihat dari perkembangan global, (antara potensi dan pemanfaatan) tidak seimbang,” ucap Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nur Masripatin dalam dialog media terkait dengan energi panas bumi di Jakarta, kemarin.

Dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), lanjut Nur, pemerintah menargetkan pengembangan energi panas bumi hingga 7,9 GW pada 2030. Ia optimistis target tersebut tercapai dengan terus meminimalkan masalah investasi dan feed-in tariff yang selama ini menjadi kendala pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT).

ia mengatakan, bila potensi energi panas bumi sebesar 29 GW dapat dimanfaatkan dengan maksimal, akan berdampak signifikan pada rencana mitigasi dan adaptasi perubahan iklim Indonesia yang terangkum dalam dokumen Kontribusi Nasional yang Diniatkan (NDC). Dalam dokumen tersebut, pengurangan emisi sektor energi mencapai 11% dari seluruh target sebesar 29%.

“Jika 29 GW dapat kita manfaatkan semua, itu akan mengurangi beban sektor kehutanan yang selama ini masih menjadi sektor utama pengurangan emisi Indonesia,” terangnya.

Info Terkait :   BUMN Geothermal Belum Diperlukan

Berdasarkan peta potensi distribusi titik panas bumi pada kawasan hutan di Indonesia, potensi terbesar ada di area penggunaan lain (APL), yakni 12 GW. Jumlah itu masih lebih besar daripada di wilayah hutan konservasi dengan potensi 6 GW.

Sumber : Media Indonesia 10 Maret 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *