Pengelola Listrik Jangan Merugikan

pln-indonesia

Benar, Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli memang menghebohkan. Itulah sebabnya, PLN ‘terpaksa’ bangun dan datang ke mitranya untuk meniadakan biaya administrasi token listrik, yang dikritisi menko membebani rakyat miskin. Substansinya tak terbantahkan, rakyat miskin janganlah justru dibebani biaya administrasi pembayaran listrik prabayar. Ketidakadilan ini juga hanya fenomena pucuk gunung es pengelolaan listrik nasional yang terbelit banyak masalah dan praktik ala mafia.

PLN Ambil Untung Token Listrik

Adalah kemiskinan yang membuat jutaan rakyat tak mampu membeli token atau voucher listrik sekaligus dalam nilai besar. Mereka harus membeli berulangkali, dan berulang kali pula mereka dikena biaya administrasi. Padahal, Perusahaan listrik Negara (PLN) telah mendapatkan keuntungan dengan sistem uang dibayar di muka. Tarif yang dibayar konsumen pun tetap sama dengan sistem pascabayar, sementara pada pelanggan sambungan listrik baru otomatis hanya disediakan sistem prabayar.

Sudah menjadi rahasia umum, pengelolaan listrik nasional yang dimonopoli PLN hingga kini sarat masalah, antara lain karena berbagai tarikan kepentingan ala mafia. Industri sudah puluhan tahun mengeluh harga listrik mahal yang membuat produk dalam negeri tidak kompetitif, belum lagi listrik byarpet yang mengganggu produksi dan suplai. Masyarakat juga banyak yang belum menikmati terangnya listrik, di sisi lain program pembangunan power plant tersendat-sendat perizinan dan aneka masalah. Presiden Joko Widodo pun terheran-heran dengan perizinan pembangunan pembangkit listrik yang butuh waktu 2-6 tahun.

Info Terkait :   Kuntoro Mangkusubroto Jadi Komisaris Utama PLN

Kita tentunya memberikan apresiasi atas respons PLN untuk memperbaiki sistem token listrik. PLN telah mengumumkan akan berupaya memangkas biaya administrasi yang dikenakan dalam pembelian token listrik, yang per transaksi dikenakan biaya Rp 2.000 oleh pihak bank. Namun, ini belum menyelesaikan masalah keadilan dalam pembayaran listrik. Mengingat pelanggan baru tidak diberi pilihan kecuali sistem prabayar, pelanggan tentunya harus diberi diskon tarif karena membayar di muka ketimbang tarif pascabayar Keuntungan pihak-pihak yang mendapatkan pembayaran uang di muka ini tidak sedikit, mengingat penjualan tenaga listrik PLN sekitar Rp 200 triliun setahun. Jika disimpan saja di bank dengan tingkat bunga 7,75% per tahun, bunganya bisa lebih dari Rp 1 triliun sebulan. Dengan pola hampir mirip, perusahaan e-commerce terbesar di dunia Alibaba bisa meraup untung besar. Padahal, perusahaan yang mencatatkan initial public offering (IPO) terbesar di dunia ini hanya menahan uang pembayaran konsumen ke penjual barang untuk beberapa saat, yakni sebelum mendapatkan konfirmasi barang telah diterima konsumen.

Sakana Food Depok www.sakana.id

Baca Halaman:

2 thoughts on “Pengelola Listrik Jangan Merugikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *